Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
BAB 68


__ADS_3

Keluarga Bu Burhan tengah menikmati sarapannya dengan anggota keluarga baru. Yaitu suami Indah, Aris. Hari ini Bu Burhan memasak menu nasi pecel lengkap dengan gorengannya. Menu yang cukup menggugah selera, setelah kemarin makan menu yang berlemak.


"Silahkan lo Nak Aris. Jangan sungkan anggap rumah sendiri." Kata Pak Burhan karena melihat Aris begitu kaku.


"Iya Pak. "


"Indah, ambilkan suamimu makan dulu. Masa malah piring kamu yang kamu isi duluan." Tegur Bu Burhan.


"Makanya sebelum nikah itu di privat dulu bu, biar oonnya nggak nampak. " Ucap Kevin.


"Hehe, maaf. Sini mas aku ambilin. " Kata Indah meraih piring suaminya mengisi dengan nasi dan lauk yang tersedia.


Begitupun Bu Burhan mengambilkan suami dan Kevin sarapannya. Hanny mengambil sendiri. Suasana yang tadinya kaku mendadak lebih ceria, karena Bu Burhan selalu menyelingi candaan di setiap obrolan.


Sarapan telah usai, Bu Burhan dan Indah mulai membersihkan meja makan. Sedangkan Pak Burhan dan yang lain duduk di teras rumah sembari mengobrol. Karena kemarin belum sempat berbincang satu sama lain. Setelah pesta mereka semua beristirahat.


"Hari ini sudah masuk kerja Vin?" Tanya Pak Burhan sambil menyalakan api di cerutunya.


"Iya Pak. Udah lima hari izin. Kebanyakan potong gaji nanti. " Kata Kevin juga mulai menyesap tembakaunya.

__ADS_1


"Nggak ada lemburan Mas? " Aris pun ikut dalam obrolan.


"Ada Ris. Cuma paling dalam sebulan lemburannya hanya tiga hari. " Kata Kevin.


"Enak ya Mas kerja di restoran. Lebih santai. "


"Iya kalau pas sepi pengunjung santai Ris. Cuma ya nggak enak aja, santai tapi gaji tetap, rasanya kaya makan gaji buta. Hehe. Itu sih kalau menurutku. "


Mereka bertiga larut dalam obrolan ringan. Aris bisa menyesuaikan dengan keluarga barunya. Dengan Kevin dia lebih leluasa mengobrol, tapi kalau dengan Pak Burhan masih terlihat canggung. Mungkin pembawaan Kevin yang welcome menjadikan orang baru nyaman ngobrol dengannya.


Jam sembilan pagi, Kevin melajukan motornya ke tempat kerja. Teman yang menginap di restoran sudah kerja sejak jam delapan tadi. Termasuk Nina yang tengah membersihkan halaman depan dengan sapu lidi. Menyadari kedatangan Kevin, Nina pun menoleh.


"Biasanya juga jam segini " Jawab Kevin cool.


"Hem, biasanya hampir jam sepuluh baru kedengeran suara motornya.


"Biasanya nggak selalu Nin. Wati udah sehat? " Tanya Kevin sambil membantu Nina mengumpulkan sampah di bak sampah.


"Udah Mas. Sebenarnya udah aku larang buat kerja. Biarin istirahat dulu sampai bener-bener sembuh. Tapi Mbak Watinya bilang udah baikan dan mau kerja. "

__ADS_1


"Ya udah nanti kamu di minuman. Biar Wati yang base garnish ya!?" Pinta Kevin.


"Siap laksanakan Bos! " Nina berdiri tegak memberikan hormat ke Kevin. Selayaknya ajudan yang diperintah komandan.


"Bos nya Pak Hari. Kita sama-sama babu. "


Mereka tertawa bersama. Nina pun masuk ke dalam untuk mandi. Sesuai intruksi Kevin, Nina memberi tahu ke Wati kalau mereka nantinya tukeran tempat. Dan Wati pun menyetujui.


Kevin membersihkan meja kasirnya, dan mulai menata buku menu beserta nota. Belum ada pengunjung yang datang. Jadi dia kembali memeriksa laporan pendapatan selama libur dan melaporkan ke Pak Hari. Dia mencocokkan nota dengan uangnya.


"Bay, kemarin belum kamu total pendapatannya. " Tanya Kevin ke Bayu, karena selama Kevin libur Bayu yang menggantikannya sebagai kasir.


"Belum sempet, gue kan tahu loe masuk hari ini. Jadi biar jadi tugas loe. " Kata Bayu santai.


"Nggak bilang dari tadi. " Kata Kevin sebal.


"Sorry bro! " Kata Bayu sembari mengacungkan dua jarinya.


Kevin pun mulai fokus ke layar komputer, guna membuat laporan pendapatan kemarin. Sebelum pengunjung datang dia buru-buru menyelesaikan laporannya.

__ADS_1


__ADS_2