
Ketika menuju warung nasi padang Nina melewati parkiran restoran. Kevin dan Agus masih asyik ngobrol disana sambil menyantap jagung bakar.
"Woi, mau kemana Nin? " Tanya Agus.
"Beli nasi padang di warung depan. " Jawab Nina.
"Laper lagi Nin? " Tanya Kevin.
"Enggak. Ini beliin Mbak Wati Mas. " Kata Nina.
"Ya udah hati-hati. " Nasehat Kevin.
"Ok."
Nina bersiap menyeberang jalan, dia tengok kanan kiri dulu memastikan tidak ada motor yang dari jarak dekat. Biasanya kalau sudah malam jarak pandang pengendara tidak bisa jauh. Dan itu sangat berbahaya bagi penyebrang jalan.
"Mas, nasi padang dua ya! " Nina memesan menu ke pedagangnya.
"Mau lauk apa Mbak? " Tanya pedagang itu ramah.
"Ayam aja mas."
"Baik, di tunggu ya Mbak! "
Selang sepuluh menit nasi bungkus pesenan Nina sudah di tangannya. Ia pun membayar dan kembali ke restoran. Ketika melewati parkiran, baik Agus ataupun Kevin sudah nggak ada. Agus kembali di base nya sedangkan Kevin mungkin pulang karena tidak ada teman ngobrol. Nina mempercepat langkahnya.
"Cepet banget Nin. " Sambut Wati begitu Nina membuka pintu.
"Sepi warungnya Mbak! "
__ADS_1
"Biasanya rame ya! " Wati mulai membuka Nasi padang itu. Aromanya menguar.
"Tanggal tua Mbak. Restoran juga sepi. Mas Agus aja keluyuran di parkiran. " Kata Nina.
"Oh ya. Kamu nggak makan sekalian Nin? " Tanya Wati.
"Nanti aja Mbak." Lalu Nina berlalu mengambilkan Wati minum.
"Makasih Nin. " Wati menerima gelas berisi air putih dari Nina.
Nina tersenyum, kemudian mengambil ponsel dari tasnya. Dia berniat mengirim pesan kepada Kevin. Ternyata Kevin sedang online juga, Nina segera mengetik pesannya.
[Mas, aku balik beli nasi kok udah nggak ada di parkiran]
Dengan cepat pesan itu terbalas.
[Iya. Soalnya motornya di pakek Mas Awan pulang]
[Warung Mbak Siti udah satu minggu tutup. Ntar malah pelanggannya lari]
[Mbak Siti punya warung? Jualan apa? ]
[Sama kaya ibu, sayuran sama bumbu-bumbu.]
Mereka berbalas pesan dengan begitu asyiknya. Nina sampai tidak menyadari Wati memanggilnya, pandangannya fokus dengan layar ponselnya.
"Chat dengan siapa sih? Di panggil berkali-kali cuma ham hem aja Nin? " Tanya Wati.
"Mas Kevin mbak. "
__ADS_1
"Ya elah, baru juga ketemu udah kangen. " Ledek Wati.
"Hehe, lha tadi pulangnya nggak pamit lo Mbak. "
"Mulai posesif nih." Kata Wati.
"Masa gitu aja posesif Mbak? "
"Iya lah, buktinya pulang ke rumah aja harus pamit. Apa namanya kalau bukan posesif? "
"Khawatir Mbak. "
"Iya deh. "
Karena sudah kenyang dan mengantuk Wati pun tertidur. Nina membuka nasi yang di belinya tadi, dan memulai memakannya. Selesai makan dia mengambil selimut dan mulai beristirahat karena besok sudah mulai kerja.
Begitupun dengan Kevin, setelah Mas Awan pulang dengan Mbak siti. Semua anggota keluarga juga masuk kamar untuk istirahat. Setelah seharian capek dengan acara resepsi.
Kevin pun melihat ponselnya. Tidak ada balasan dari Nina. Mungkin pujaan hatinya juga sudah dalam buaian alam mimpi.
Tok tok tok
Pintu kamar Kevin di ketuk dari luar, Kevin yang sudah mengantuk membuka pintunya.
"Vin, kalau mau makan lauknya di kulkas. Di hangatin sekarang? " Ternyata Bu Burhan yang mengetuk pintu.
"Nanti Kevin hangatin sendiri Bu. Ibu istirahat saja. Kevin juga belum lapar. "Kata Kevin.
"Baiklah. Lekas makan dan istirahat besok kerja. " Nasehat Bu Burhan.
__ADS_1
"Iya bu. "
Bu Burhan meninggalkan pintu kamar Kevin. Kevin pun menutup kamarnya dan kembali berbaring.