Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
BAB 86


__ADS_3

Hari itu Nina sudah akan masuk kerja. Sejak kemarin dia sudah pulang dari rumah kakeknya setelah acara tujuh harian. Nina tidak bisa cuti terlalu lama. Kasihan yang mengganti basenya nanti pasti kewalahan.


"Nin, kamu nanti berangkat kesana sendiri? " Tanya Bu Ida


"Iya bu, diantar Mbak Pur. Nanti habis Dzuhur bisanya. " Jawab Nina.


"Tumben nggak minta du jemput Kevin. " Ledek ibunya.


"Mas Kevin masuk pagi Bu, sorenya mau nganter ibuknya sejarah umroh. " Jawab Nina.


"Emang siapa yang umroh? " Tanya Bu Ida.


"Katanya temen di pasar. " Jawab Nina.


"Oh iya, Nin nanti setelah acara seratus hariaannya Mba Kakung, Pakdhe Bandi mau ngadain acara lamaran buat kamu. " Kata Bu Ida memberi tahu Nina.


"Nggak kecepetan itu Buk? Kan nikahnya habis lebaran. "


"Yang penting lamaran nggak papa Nin. Masalah hari pernikahan kan nanti tinggal dua bulan. Kita gunain buat persiapan. "


"Aku sih terserah aja Buk. Ngikut sama yang tua aja. " Jawab Nina.


"Ya udah tugas kamu memberitahu ke keluarga Kevin. "


"Iya Bu. siap! "

__ADS_1


Sesuai rencana ba'da dzuhur Nina berangkat kerja lagi dengan diantar Mbak Pur. Tapi sebelumnya Nina mampir dulu di salah satu pusat perbelanjaan dekat alun-alun kota.


"Mau beli apaan Nin!?" Tanya Mbak Pur membuka helmnya setelah memarkir motor.


"Mau beli oleh-oleh buat temen-temen Mbak! " Jawab Nina.


"Ehm, aku juga mau belanja deh. Disini mestinya lebih murah ya Nin? " Tanya Mbak Pur.


"Iya Mbak. Pedagang kelontong di desa juga banyak yang belanja disini. Jadi sini tuh semacam grosiran gitu. " Jawab Nina.


"Okelah. "


Mereka berdua pun belanja di sana sampai hampir ashar. Nina membelikan beberapa snack untuk di bagikan ke teman-temannya. Juga beberapa minuman kaleng. Sedangkan Mbak Pur membeli kebutuhan rumah tangga. Dan benar saja, belanja disana lebih murah daripada di warung tetangganya.


"Udah Nin. Uang Mbak juga udah habis. Hehehe. " Jawab Mbak Pur.


"Ya udah Mbak. Nanti Mbak kemalaman pulangnya ke desa lagi. "


Nina pun melanjutkan perjalanan untuk sampai restoran Pak Hari. Mbak Pur juga langsung pulang setelah mengantar Nina sampai parkiran restoran.


"Ya udah Mbak pulang ya Nin. Kamu hati-hati disini. " Kata Mbak Pur.


"Iya Mbak. Mbak juga hati-hati ya! Nggak usah ngebut. " Nina menyalami kakaknya.


Mbak Pue menarik tuas gasnya. Nina pun berjalan kedalam resto dengan membawa kantong berisi snack dan minuman.

__ADS_1


"Nina!!!! " Teriak Wati sambil menghambur memeluk Nina.


"Eh, iya Mbak." Nina pun juga memeluk Wati dan menyalami teman-teman yang lain.


"Maaf ya Nin kemarin nggak ikut ta'ziah." Kata Atikah ketika bersalaman dengan Nina.


"Iya Mbak. Nggak papa kok. " Jawab Nina tulus.


"Kok baru datang sih Nin. Katanya tadi abis dzuhur. " Protes Wati.


"Iya Mbak, maaf deh, soalnya tadi tuh mampir ke Mall dulu. Beli ini! " Kata Nina memperlihatkan kantong belanjaannya.


"Wah, buat siapa tuh Nin? " Celetuk Agus.


"Ini mas. Buat temen-temen. " Nina menyerahkan kresek itu ke Agus dan di bagikan ke teman-teman kerjanya.


"Loh, Mas Kevin mana Mbak? " Tanya Nina ke Wati.


"Udah pulang Nin. Dari tadi nungguin kamu nggak datang-datang lo. " Jawab Wati.


"Oh iya? "


"Iya. Trus keburu di telfon sama ibuknya. "


Nina pun mengangguk. Ada sesal di hatinya karna tadi dia terlalu belanja lama, sehinga begitu datang tidak melihat Kevin.

__ADS_1


__ADS_2