Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
BAB 42


__ADS_3

Pov Author


Pagi itu Kevin berangkat kerja cukup pagi. Sebelum jam delapan sudah sampai di tempat kerjanya. Masih belum ada orang, yang menginap di situ mungkin juga masih mandi dan bersiap-siap. Kevin membersihkan meja kasir dulu. Setelah di pastikan bersih dan rapi dia menuju dapur untuk membuat kopi. Barangkali bertemu Nina, pikirnya. Tapi ternyata di dapur tidak ada siapa-siapa.


Ponsel Kevin berbunyi nada telfon, ternyata Pak Bos yang menelfon. Kevin menjawab telfon tersebut.


[Halo, Mas. Ada apa?]


[Mas Kevin sudah di restoran?] Tanya dari sebrang.


[Sudah Mas, baru nyampe. Ada apa ya? ]


[Tolong ke rumah sebentar Mas, bawa catatan libur dan bon teman-teman ya. ] Pinta Pak Hari.


[Iya Mas, segera.]


Telfon pun di matikan oleh Pak Hari. Ya hari itu adalah hari terakhir bulan ini. Jadi Kevin harus menyetorkan catatan libur ataupun Cashbon teman-temannya karena besok sudah gajian.


Sepuluh menit kemudian motor Kevin melesat menuju kediaman bosnya itu. Hari masih pagi, tapi terik matahari lumayan terasa di kulit. Akhirnya Kevin sampai di kawasan perumahan elit, disanalah bosnya tinggal.


"Assalamu alaikum." Kevin mengucapkan salam. Sebenarnya pintu sudah terbuka lebar. cuma tidak ada satu orang pun kelihatan. Alhasil Kevin mengucapkan salam terlebih dahulu.


"Wa'alaikum salam. Siapa? " Terdengar suara wanita berjalan ke pintu depan.


"Saya Mbak. "


"Oh, Kevin. Masuk Vin, Mas Hari masih mandi. " Bu Ningsih pun menyilahkan Kevin masuk.


"Sebentar ya tak panggilkan. " Kata Bu Ningsih.


"Iya Mbak. "


Kevin pun menunggu Pak Hari sembari duduk di kursi panjang dan empuk. Mungkin ketika Kevin datang Pak Hari baru mulai mandi. Jadi cukup lama Kevin menunggunya.


"Dah lama Mas? " Pak Hari menyapa ketika baru selesai mandi. Lelaki paruh baya itu terlihat gagah dengan kemeja garis-garis. Wajahnya tampak segar khas orang selesai mandi.


"Lumayan Mas. Ini catatan bon dan libur teman-teman Mas. " Kevin menyodorkan buku absensi beserta catatan bon karyawan kantor.


"Oh iya. Ada stok bahan yang perlu di tambah Mas? " Tanya Pak Hari sambil membaca buku absensi.


"Stok aman Mas. Nanti malam saja kalau hari ini rame saya rekap lagi. "


"Oke. "


"Ya sudah saya kembali lagi ke restoran Mas. " Pamit Kevin

__ADS_1


"Baiklah, hati-hati. "


****


Setibanya di restoran, semua karyawan sudah datang semua. Mereka di base masing-masing untuk beberes dan menyiapkan alat bahan. Kevin celingukan mencari keberadaan Nina. Dia langsung ke base garnish, malah yang di temui Anggi.


"Kok loe yang disini Ang? " Tanya Kevin.


"Iya, gue lagi nggak enak badan, pujaan hati loe gue suruh partneran sama Bayu." Jawab Anggi.


Kevin pun meninggalkan base itu, sebenarnya dia mau ke base goreng. Tapi ada pengunjung yang mau membayar. Akhirnya dia kembali ke mejanya.


Hari ini sebenarnya weekday. Tapi pengunjung restoran Pak Hari cukup ramai. Selain rasanya yang memang enak, harga makanannya pun lumayan miring daripada restoran yang lain.


Suasana restoran yang mengusung tema rumah makan apung juga menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung juga bisa menikmati air terjun buatan yang ada di bagian belakang.


Tak sampai pukul sepuluh malam stok ayam dan ikan sudah habis. Akan tetapi semua karyawan belum bisa pulang karena menunggu gajian. Dan biasanya Pak Hari akan datang setelah jam sepuluh.


Sekitar pukul 22.15 mobil pajero sport memasuki area parkir restoran. Karyawan yang melihat itu langsung bersiap menyambut kedatangan bosnya.


"Malam Mas." Sapa Bu Ningsih kepada Kevin ketika sampai di meja kasir.


"Malam juga Mbak. Lha Mas Hari mana Mbak? " Tanya Kevin ketika tahu yang masuk ke restoran hanya Bu Ningsih saja.


"Di mobil. Kita langsung pulang. Ini gaji untuk anak-anak ya Mas. Sudah ada namanya tinggal bagi. " Bu Ningsing memberikan beberapa amplop tebal kepada Kevin.


"Ok. Saya bawa. Saya langsung pulang ya Mas. " Bu Ningsih pun melenggang pergi.


"Marii semua. " Sapa Bu Ningsih kepada karyawan yang tengah bergerombol di halaman depan.


"Iya bu. Silahkan" Jawab karyawan serempak.


Mobil pajero yang dikemudikan Pak Hari meninggalkan parkiran restoran. Kevin langsung membagikan amplop ke teman-temannya. Mudah saja, karene di luar amplop sudah ada nama penerimanya.


"Makasih Mas. " Ucap Nina ketika menerima amplop gajian pertamanya.


"Sama-sama. " Kevin tersenyum.


"Ayo kita duduk disana, aku mau bicara sebentar. " Ajak Kevin.


"Oke, Mas. Aku simpan dulu amplopnya. "


"Iya. "


Nina pun meninggalkan Kevin. Dia menuju kamarnya untuk menyimpan uang gajiannya. Di dalam kamar ada Wati yang tengah menghitung gajinya bulan ini. Saking seriusnya, dia tidak sadar Nina sudah ikut masul kamar.

__ADS_1


"Mbak! "


"Eh, Nina. Mengejutkan aja sih! " Wato terkaget dengan panggilan Nina.


"Hehe, serius banget Mbak? " Ledek Nina.


"Kalau masalah duit aku nggak bisa becanda ini Nin. " Kata Wati serius.


"Iya deh. Aku keluar sebentar ya Mbak. "


"Kemana!?" Wati mendongak, menghentikan kegiatannya.


"Di ajak ngobrol Mas Kevin. " Jawab Nina dengan malu-malu.


"Oh. Good luck ya.!" Wati menyemangati Nina.


"Ok Mbak. "


Nina keluar dari kamar. Tak lupa ia menutup pintunya kembali. Dia berjalan menuju bangku sebelah parkir yang di tunjuk Kevin tadi. Kevin menunggu di sana sambil nonton video di hp dan secangkir kopi hitam setia menemaninya.


"Maaf lama Mas. " Nina kini telah duduk di samping Kevin.


"Iya tak masalah. " Kevin pun matikan hpnya.


"Kapan pulang lagi Nin? " Tanya Kevin.


"Mungkin lusa Mas. Kenapa? "


"Aku antar ya, biar tahu rumahmu. " Tawar Kevin sambil menatap Nina.


"Hemz, rumahku rumah desa Mas, kotor. " Kata Nina.


"Nggak masalah, mau ya? " Desak Kevin. Nina pun mengangguk.


Selanjutnya mereka mengobrol banyak hal. Mulai dari keluarga sampai hal-hal yang nggak penting. Tak terasa sudah satu am lebih mereka mengobrol. Jam sudah menunjukkan pukul 00.00.


"Mas udah tengah malam. " Nina baru menyadari ketika udara mulao dingin dan jam di ponselnya menunjukkan pukul 00.00.


"Oh, iya. Ya udah. Kamu masuk gih. Aku juga mau pulang. " Kata Kevin.


"Iya mas. " Nina beranjak dari tempat duduknya.


"Good Night! " Kata Kevin sambil tersenyum.


"Good Night juga Mas. " Balas Nina.

__ADS_1


Kevim pun menunggu Nina sampai benar-benar masuk ke restoran. Setelah Nina tak terlihat dari pandangan. Kevin pun mulai menyalakan motornya dan pulang. Jalanan sepi sekali. Maklum sudah tengaj malam, semua orang sudah terbuai oleh mimpinya. Kecuali Kevin yang tengah merasakan sukacita di hatinya. Sampai rumahpun tak dapat memejamkan mata karena terbayang wajah Nina.


__ADS_2