Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
Episode 60


__ADS_3

Setelah menikmati hidangan yang di sediakan Clara dan keluarganya mengucapkan selamat kepada mempelai berdua dan orangtuanya sekalian berpamitan. Sedangkan Nina dan Bu Ida masih di tempat. Menunggu tamu agak sepi dan berpamitan.


"Nin, aku pulang dulu ya? "


"Iya Ra, hati-hati ya? "


"Mari bu, mampir dulu ke tempat Clara pumpung di kota? " Ucap Clara sambil menyalami Bu Ida.


"Iya Nak. kapan-kapam ibu pasti mampir. " Jawab Bu Ida menerima uluran tangan Clara.


Nina juga bersalaman dengan Pak Hari dan Bu Ningsih, begitupun dengan Bu Ida. Selang beberapa saat, tamu undangan mulai banyak yang berpamitan pulang. Suasana yang tadinya hiruk pikuk dan penuh dengan orang kini terasa lebih lenggang.


"Nin, ayo foto sama pengantin dulu yuk! " Ajak Kevin menghampiri Nina.


"Malu mas, di liyat orang banyak. Mas Kevin sendiri aja yang foto deh. " Nina menolak dengan halus.

__ADS_1


"Bu, izin foto sama Nina ya? " Kata Kevin.


"Iya silahkan. " Bu Ida malah mempersilahkan.


Nina terkejut dengan jawaban ibunya. Ia melirik ke ibunya seraya mengedipkan mata memberi kode agar tak di izinkan. Akan tetapi, Bu Ida malah tersenyum kecil mengabaikan kodenya.


"Tuh, ibu sudah mengizinkan. Ayo! "


Tanpa basa basi lagi Kevin menarik tangan Nina untuk berfoto. Banyak yang bisik-bisik dengan kedekatan mereka, terutama yang belum mengenal Nina. Ada juga kerabat Kevin yang melemparkan candaan, Kevin menanggapinya dengan candaan pula. Nina sendiri tersipu malu.


"Kami pamit dulu ya Bu, terimakasih atas jamuannya. " Bu Ida akhirnya berpamitan kepada Bu Burhan.


Nina pun juga ikut berpamitan kepada keluarga besar Kevin. Keluarga Kevin sangat wellcome dengan kedatangan Nina. Disini Nina juga merasa nyaman, seperti berbaur dengan keluarga sendiri. Calon kakak ipar ataupun adik ipar Nina juga sangat baik, mereka berusaha membuat Nina nyaman di keluarga mereka.


Bu Ida dan Nina pulang dengan menumpangi mobil yang di sewanya tadi pagi. Sopir sudah menunggu. Tanpa basa-basi mobil pun meluncur untuk pulang kembali ke desa. Mobil itu melewati restoran Pak Hari.

__ADS_1


"Ini lo bu, tempat kerja Nina. " Nina memberi tahu ibunya. Bu Ida antusias, beliau menoleh ke arah restoran kiri jalan. Kebetulan terjebak macet jadi mobil yang di tumpangi berjalan agak lambat. Bu Ida bisa mengamati restoran itu.


"Rame ya Nin? " Kata Bu Ida.


"Biasanya memang gitu Bu. Kalau waktu makan siang sama malam, semua meja sampek penuh-penuh. " Nina bercerita.


"Wah, memang enak kok masakannya, trus harganya juga pas di kantong kali ya? "


"Iya bu, selain itu relasi Pak Hari dan Bu Ningsih juga banyak, jadi rame juga restorannya. " Kata Nina.


"Iya, memang kalau orang kaya pandai berbisnis itu pasti kebanyakan bisa sukses ya Nin. "


"Yang pentung telaten aja bu. "


"Iya, mudah-mudahan kamu nanti juga punya bisnis sendiri ya Nin. Se enak-enaknya ikut orang, lebih enak usaha sendiri Nin, walaupun hanya usaha kecil. " Doa Bu Ida.

__ADS_1


"Iya bu, Aamiin. semoga di mudahkan. "


Pembicaraan pun berhenti, karena mobil sudah melaju dengan kencang. Kemacetan sudah berakhir, karena sudah memasuki jalan utama antar kecamatan. Nina pun menatap keluar jendela, menatap banguna pertokoan berjejer sepanjang jalan. Berbeda dengan ketika memasuki desanya, yang di temui nanti pasti pepohonan yang berjejet rapi di sepanjang jalan. Juga rumah-rumah yang masih sangat sederhana.


__ADS_2