Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
BAB 71


__ADS_3

Nina menoleh ke arah pintu masuk. Karena dia merasa ada bayangan seseorang. Ternyata benar, ada Anggi yang tengah berdiri.


"Mbak Anggi! " Panggil Nina seraya mengurai pelukan Atikah. Atikah pun juga kaget dan melepas pelukannya.


"Sejak kapan loe di situ? " Tanya Atikah sambil menghapus sisa air matanya.


"Sejak tadi lah " Kata Anggi dengan santainya melenggang masuk.


"Ada apa Mbak? " Tanya Nina.


"Wati istirahat Nin? " Tanya Anggi.


"Iya Mbak, Mbak Wati juga kelihatan lemes. " Jawab Nina.


"Kenapa sih nggak cuti aja tu anak. Baru kali ini lo, aku lihat Wati sakit sampek selemes itu. "


"Udah tak kasih saran sih Mbak, tapi Mbak Watinya nggak mau. "


"Hem, ya udah deh mudah-mudahan cepet sehat ya Nin. "


"Amiin Mbak. " Nina turut mengaminkan doa Anggi.


Melihat Nina dan Anggi asyik mengobrol, Atikah beringsut pergi. Dia merasa terabaikan. Jadi memilih untuk pergi dari situ. Nina pun juga tidak menyadari kalau Atikah sudah nggak ada.

__ADS_1


"Nin, gue mau tanya serius. " Kata Anggi sedikit berbisik.


"Ada apa Mbak? " Tanya Nina.


"Sssttt, jangan keras-keras Nin!"


"Eh, iya maaf, kebiasaan. Ada apa Mbak? " Nina juga berbicara dengan berbisik.


"Aku ngerasa Atikah nggak tulus minta maaf sama kamu. Kayaknya ada maksud lain deh! " Kata Anggi.


"Ya mana mungkin Mbak? Tadi aja sampek nangis beneran lo. " Jawab Nina polos.


"Hemz, itu sih air mata buaya Nina. Jangan mudah tertipu. " Nasihat Anggi.


"Ya itu saran dari aku. Hati-hati Nin. Atikah tak sebaik yang kamu kira. " Kata Anggi dengan serius.


"Iya Mbak makasih ya udah ngingetin. " Ucap Nina tulus.


"Iya Nin. "


Anggi pun kembali ke basenya karena ada orderan, Bayu sedang istirahat. Jadi base gorengan tangung jawab Anggi sepenuhnya. Saatnya istirahat bergilir. Kini Wati sudah kembali ke base garnish dengan muka lebih segar. Berganti dengan Atikah yang beristirahat.


"Rame nggak Nin tadi?" Tanya Wati sekembalinya dari istirahat.

__ADS_1


"Sepi Mbak. Cuma beberapa meja yang terisi. " Jawab Nina.


"Nin. Hari ini kamu full ya? Nggak ada istirahat. " Kata Kevin memasuki dapur.


"Ouh, iya Mas. Aku kira ada istirahat di jam ke tiga. " Kata Nina meringis.


"Nanti habis magrib ada yang boking tempat. Nggak mungkin ada yang istirahat Nin. Nggak papa ya? " Kata Kevin meyakinkan.


"Ok mas. Siap laksanakan!" Jawab Nina seperti biasa sambil memberi hormat.


Kevin tersenyum kecil dan berlalu. Tingkah Nina yang kayak anak kecil hiburan tersendiri baginya. Karena Wati sudah kembali di base garnish. Nina merangkap bagian base memasak. Sedikit-sedikit dia sudah bisa di base itu. Nanti kalau kurang mengerti akan minta bantuan ke Wati.


"Nin, kamu tadi udah makan belum? " Tanya Wati.


"Belum Mbak. Hehe. " Jawab Nina. Wati melirik jam tangannya.


"Udah hampir jam empat lo. Buruan makan Nin. Kasihan cacing di perutmu. " Canda Wati.


"Eh masa udah hampir jam empat Mbak?" Nina ikut melihat jam tangan Wati.


"Ya ampun, pantes rasanya perih ini perut. Ya udah aku makan dulu Mbak. Kasihan cacingku butuh asupan. " Nina juga bercanda.


"Ya udah buruan. Ntar kamu sakit! " Kata Wai sambil menggeleng pelan dan sedikit tersenyum.

__ADS_1


Nina pun makan siang yang sudah sangat terlambat. Wati ikut membantu Nina di base masakan ketika orderan datang dan Nina belum menghabiskan nasinya. Nina sangat senang berteman dengan Wati, dia bisa menjadi kakak sekaligus teman. Dan selalu memberi arahan ke Nina.


__ADS_2