Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
BAB 49


__ADS_3

Satu jam perjalanan Kevin baru sampai di rumah sederhana Nina. Ternyata Nina sekeluarga dan beberapa ibu-ibu duduk di teras Nina. Semua mata tertuju ke arahnya, ketika Kevin melepas helm. Awalnya Kevin ragu untuk melangkah. Akan tetapi Bu Ida memanggilnya.


"Sini Nak Kevin. " Panggil Bu Ida ramah.


"Iya bu. " Kevin pun melangakah menuju ke teras rumah. Dia menyalami Bu Ida dan beberapa ibu-ibu yang tadi mengobrol di situ.


"Ouh, ini temen Nina yang dari kota. " Bu Jumi yang ada di situ berkomentar lebih dulu.


"Iya, bu. " Jawab Kevin.


"Ya udah Bu Ida, kita berangkat dulu ya. " Bu Pimah yang menyadari gelagat Bu Jumi yang akan mengintrogasi Kevin dengan segera berpamitan.


"Ouh iya, makasih ya Mbak. Salam ke Mbak Parmi, maaf nggak bisa ikut ngaji di rumahnya. " Kata Bu Ida.


"Iya, Bu. " Jawab ibu-ibu serempak. Dan bergegas meninggalkan teras Bu Ida.


"Ayo Nak Kevin. Masuk! " Ajak Bu Ida ramah.


Kevin pun memasuki rumah itu, dan duduk di kursi. Bu Ida memasuki dapurnya untuk membuat teh. Sedangkan Nina keluar dari kamar membawa tas ranselnya.


"Tadi berangkat dari sana jam berapa Mas? " Tanya Nina.


"Jam empat Nin? " Kata Kevin.


"Kok lama sekali perjalanannya Mas? " Nina mengkerutkan kening.


"Iya, tadi nyasar. Hehe." Kata Kevin.

__ADS_1


"Jalan di desa banyak kembar. " Lanjutnya.


"Yang ada jalan di kota yang sama Mas. " Kata Nina.


"Ya mungkin belum terbiasa kali ya. " Lanjut Kevin.


"Iya. "


Bu Ida keluar membawa kolak yang di bikin tadi siang, dan juga sepiring pisang rebus.


"Ini nak, seadanya. " Kata Bu Ida setelah menyuguhkan kolak ke Kevin.


"Iya bu, terimakasih. Serba pisang ya bu. " Kata Kevin.


"Iya, panenan sendiri itu Nak. "


Kevin pun menikmati semangkuk kolak yang di suguhkan ibunya Nina. Rasa manis, gurih, dan legit tampak nyaman di lidahnya.


"Loh, ada acara apa Nak? " Tanya Bu Ida.


"Ouh, kalau ibu sih terserah Nina saja." Kata Bu Ida.


"Gimana Nin? " Tanya Kevin sembari menatapa ke Nina.


"Sebentar ya Mas. " Nina malah menarik tangan ibunya menjauh ke belakang.


Sesampainya di belakang......

__ADS_1


"Aduh gimana ini bu? Aku belum siap? " Kata Nina dengan gugup.


"Belum siap apa sih Nin? " Tanya Bu Ida.


"Ya belum siap buat ketemu sama keluarganya Mas kevin. " Kata Nina.


"Malah bagus kalau ada laki-laki yang mau memperkenalkan wanitanya ke orang tuanya Nin. " Nasehat ibunya.


"Nanti kamu bawakan parcel buah atau apa. " Lanjut Bu Ida.


"Iya bu. " Jawab Nina.


"Ya udah ayo keluar, kasihan Kevin menunggu lama. " Bu Ida mendahului Nina ke ruang tamu.


"Maaf lo Nak Kevin. Menunggu terlalu lama. " Kata Bu Ida.


"Iya bu, tak apa. " Kevin telah menghabiskan satu mangkok kolaknya.


Akhirnya Kevin dan Nina berboncengan kembali ke restoran. Mereka berhenti di toko buah atas permintaan Nina. Nina membeli satu paket parcel berisi buah-buahan. Setelah Nina membayar mereka pun memulai perjalanan kembali.


"Buat apa beli parcel Nin? " Tanya Kevin ketika motor sudah mulai melaju.


"Ada deh. " Jawab Nina.


"Nggak asyik. " Kevin pura-pura merajuk.


"Surprise Mas. Jangan ngambek lah. " Rayu Nina.

__ADS_1


"Oke-oke." Kata Kevin.


Diapun mulai menambah kecepatan motornya. Karena hari sudah mulai gelap. Dia tidak mau ketika adzan magrib masih di jalan. Pamali kata orang.


__ADS_2