Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
BAB 92


__ADS_3

Sore itu sesuai dengan kesepakatan. Nina menemani ibunya berta'ziah di rumah Kevin. Kali ini Bu Ida menyewa mobil avansa yang memuat enam orang.


"Da, kita bawa apa buat ta'ziah? " Tanya Budhe Suji yang kala itu duduk di teras rumah Bu Ida menunggu mobil Carteran.


"Sudah saya siapkan Mbak Yu. Sampeyan tinggal ikut saja. " Kata Bu Ida yang memang telah menyiapkan barang bawaan untuk di bawa ke rumah calon menantunya itu.


"Wes lah bu. Kalau Ida sudah menyiapkan. Kamu tambahi atau ngamplop gitu aja. " Saran Pakdhe Bandi.


"Ya sudah, aku tak ngamplop saja Pak. " Kata Budhe Suji kepada Suaminya.


Mobil yang di tunggu pun tiba sekitar jam setengah empat. Tepat setelah jamaah Ashar keluar dari mushola. Sang sopir membukakan pintu dan mempersilahkan penumpangnya masuk. Tak lupa barang bawaan Bu Ida juga di masukkan di mobil. Satu kardus sedang berisi sembako.


"Ra, kamu duduk di depan bersama Pakdhe ya? Ibu di belakang sama Budhe Suji. " Kata Bu Ida.


"Iya Ra, nanti kalau di belakang kamu mabuk bau bensin. " Budhe Suji ikut menimpali.


"Ih Budhe. Ini kan mobil bagus. Aku nggak bakalan mabuk lah. Ada ACnya. Kecuali kalau di ajak budhe ke pasar naik angkodes baru mabuk. " Kata Tiara dengan bercanda.


"Sudah, keburu petang nanti. Ayo semua masuk. " Pakdhe Bandi menengahi.


"Iya, Ayo. "

__ADS_1


Mobil pun bergerak meninggalkan pelataran rumah Bu Ida. Sopir yang dulu pernah di sewa Bu Ida untuk acara pernikahan adiknya Kevin sudah tau rumahnya, jadi beliau tidak bertanya lagi.


"Pak Nanti berhenti di depan Restoran Joglo Asri ya Pak. Kakak saya menunggu disana. " Kata Tiara ke Pak Sopir.


"Iya Nduk. "


"Sudah tau kan Restorannya Pak? " Tanya Tiara memastikan.


"Sudahlah. Di belokan sebelah barat rumahnya Mas Kevin itu to? "


"Oke deh. "


Nina yang sudah terlebih dahulu di WA Tiara menunggu mobil yang di tumpangi oleh keluarganya di luar Restoran. Wati yang sedang tidak ada kerjaan menghampiri Nina.


"Pulang dari mana Mbak? "


"Ya pulang dari rumah Kevin. Katanya msu bantu acara tahlilan. Otomatis sampai malam kan? Sedangkan rombongan ibu kamu pulang sebelum magrib. " Kata Wati.


"Oh iya ya Mbak. Nggak kepikiran aku. " Wati hanya menggeleng mendengar jawaban Nina.


"Jangan banyak pikiran Nin. Nanti otak kamu eror! " Canda Wati.

__ADS_1


"Hehe, iya deh Mbak. Nanti minta tolong jemputin aku kalau gitu ya Mbak. " Pinta Nina.


"Iya nanti aku jemput. Atau barangkali di antar Kevin? " Tanya Wati.


"Nggak enak kalau aku minta di antar Mbak. "


"Ya kali aja dia berinisiatif sendiri tanpa kamu minta Nin. " Kata Wati.


"Ya udah nanti gimana jadinya tak WA aja ya Mbak. "


"Oke siap. Aku masuk dulu kalau gitu Nin. "


"Iya Mbak. Ntar di cariin sama Mas Bayu, hehe. " Canda Nina.


"Ehm, jangan mulai deh Nin. Nanti pada salah paham semua lo. Di kira aku pacaran sama Bayu. " Kata Wati sungguh-sungguh.


"Kalaupun pacaran beneran juga nggak papa Mbak. Aku orang pertama yang paling mendukung hubungan kalian. Kalian cocok tau!"


"Ehm, itu pendapatmu aja. Aku belum merasa cocok. " Sanggah Wati.


"Ya aku doakan cocok Mbak! " Ucap Nina sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aamiin. " Wati ikut mengamini.


Nina terbengong dan mereka berdua akhirnya tertawa lepas dengan kekonyolan itu.


__ADS_2