Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
BAB 88


__ADS_3

Suara adzan menggema dari mushola satu dan yang lain saling bersahut-sahutan. Kevin pun segera mengakhiri kegiatannya, dia mandi lagi karena badannya sedikit berkeringat.


"Ayo Vin, kita shalat dulu. " Kata Pak Burhan.


"Iya, Pak. Mari! "


Kevin dan Pak Burhan pun menjalankan shalat berjamaah di mushola depan rumah. Terdengar bunyi sirene polisi dari kejauhan. Saat salam mobil polisi itu berhentyi di depan mushola.


"Assalamu 'alaikum, Pak! " Salam Pak Polisi ke pada salah satu jamaah yang ada di serambi mushola, beliau baru saja selesai melaksanakan shalat berjamaah dan berniat untuk pulang.


"Wa'alaikum salam. Iya pak? Ada apa ya? " Tanya lelaki tersebut.


"Mau tanya Pak, dimana ya alamat rumah atas nama Ibu Prapti? " Tanya polisi tersebut.


"Oalah, Bu Burhan. Ini pak, tepat samping mushola ini. Ada perlu apa ya pak? " Tanya lelaki tersebut bernama Herman. Lebih tepatnya tetangga sebelah Pak Burhan.


"Anda saudaranya? " Tanya Pak Polisi.

__ADS_1


"Bukan Pak. Sebentar saya panggilkan anaknya.


Herman pun kembali masuk ke mushola untuk memanggil Kevin. Ternyata Kevin tengah berdzikir. Dengan sangat terpaksa Herman memanggil Kevin. Lebih tepatnya membisikinya.


"Vin, ada polisi di depan nyari alamat rumah ibu loe! " Kata Herman yang memang usianya sepantaran dengan Kevin.


"Yang bener Man? " Tanya Kevin mengakhiri dzikirnya.


"Beneran. Buruan loe temui. "


Kevin pun bergegas keluar. Di ikuti oleh Herman. Polisi yang tadi menanti pun tersenyum menyambut Kevin dan menjabat tangannya.


"Saya anaknya Pak. Ada apa ya? "


"Ibu anda mengalami kecelakaan di jalan Arif Rahman Hakim, tepatnya di simpang tiga menuju perumahan kertosari Indah Mas. "


"AstagfirAllah, trus bagaimana keadaan ibu saya pak? " Kevin mulai panik.

__ADS_1


"Saat ini dalam perjalanan menuju rumah sakit Mas. Mari ikut dengan saya. " Ajak Pak polisi tersebut.


"Iya Pak. Sebentar saya kabari bapak saya dulu Pak! "


"Iya Mas, silahkan! "


Kevin pun masuk kembali ke dalam mushola guna memanggil bapaknya. Pak Burhan tentu saja kaget dengan kabar yang di sampaikan Kevin. Pasangan bapak dan anak itu pun mengganti sarung mereka.


Motor Kevin membelah jalan mengikuti mobil polisi yang lebih dulu pergi. Sampailah motor Kevin di depan rumah sakit daerah.


"Mari mas pak, langsung ke ugd! " Kata Pak polisi mengajak Pak Burhan dan Kevin ke ruang UGD.


"Gimana keadaan ibu saya Pak? " Tanya Kevin ketika melihat dokter keluar dari ruang UGD.


"Mohon maaf Mas. Pasien kehilangan banyak darah karena benturan di kepala. Kami tidak bisa menyelamatkannya. Kemungkinan saat di perjalanan tadi sudah tiada! " Kata Dokter yang menangani Bu Burhan.


Seketika Kevin shock, hanya air mata yang keluar dari sudut matanya. Begitu juga Pak Burhan. Bayangan ketika istrinya berpamitan tadi masih melekat dalam ingatannya. Begitupun dengan Kevin, bayangan ibunya yang terus menerus menelfon untuk di antar sejarah umroh terus menari dalam kepalanya.

__ADS_1


Kevin pun menelfon Mbak Umi, kalau menelfon Hanny takutnya dia shock dan tidak ada orang di rumah. Mbak Umi yang telah di kabar i Kevin pun menunggu suaminya pulang. Setelah Mas Ipul pulang, mereka berdua bersama kedua anaknya berangkat ke rumah Pak Burhan.


Kevin segera mengurus kepulangan jenazah ibunya ke bagian administrasi. Sedangkan Pak Burhan terduduk lesu di kursi pengunjung depan kamar jenazah. Kemudian pihak rumah sakit mempersiapkan mobil ambulance guna membawa jenazah Bu Burhan ke kediamannya.


__ADS_2