
Pukul 10.15 deru motor Kevin memasuki parkiran restoran. Karena sudah sangat terlambat Kevin segera mengganti pakaiannya dengan seragam kerja. Bergegas dia ke meja kasir. Ada Bayu yang menggantikannya.
"Sorry Bay, telat! " Kata Kevin begitu sampai di meja kasir dengam nafas ngos-ngosan.
"Nggak libur sekalian loe? " Delik Bayu.
"Sorry-sorry. Gitu aja marah. Rumahnya jauh men. " Kata Kevin.
"Jauh di mata deket di doa. " Celetuk Agus tiba-tiba.
"Loe kaya jaelangkung Gus, datang tak di jemput pulang tak di antar. " Canda Kevin.
"Gue malah sesepuhnya jaelangkung. Mau apa loe? " Agus mengimbangi candaan Kevin.
"Ha ha ha. " Mereka bertiga melepas tawa.
Karena Kevin sudah kembali, Bayu pun kembali ke base nya. Kevin sendiri mulai mengerjakan notanya. Begitupun yang lain sibuk dengan base masing-masing.
[Nin... ] Karena gabut Kevin lebih dulu mengirim pesan ke Nina.
[Iya Mas. ] Bak gayung bersambut, pesan itu di balas.
[Cepet banget balasnya. ]
[Kebetulan lagi pegang hp mas.]
[Oh iya. Lagi apa Nin] Kevin tertawa sendiri membaca pesan yang di kirim ke Nina.
Tidak ada balasan dari Nina. Kemungkinan dia lagi sibuk. Kevin pun meletakkan ponselnya kembali ke laci meja kasir. Kebetulan banyak yang antre untuk membayar.
****
__ADS_1
"Nin, Nina! " Panggil Bu Ida selagi Nina berbalas pesan dengan Kevin.
"Iya Bu. " Nina pun meletakkan hpnya begitu saja.
"Ada apa Bu? " Tanya Nina ketika sudah di dekat ibunya.
"Ini bikin sayur asem kamu makan gih. " Kata Bu Ida.
"Iya bu. Nina tunggu Tiara aja."
"Tiara pulangnya masih lama. Ayo kamu makan duluan. "
Karena tidak ingin mengecewakan ibunya. Nina pun mengambil piring dan mengambil nasi. Di meja terhidang semangkuk besar sayur asem, sambal teri, dan berbagai gorengan. Nina pun makan dengan lahap. Sudah lama dia tidak makan masakan ibunya. Terasa nikmat di lidah.
Selesai makan Nina pun mencuci piringnya dan perkakas yang digunakan oleh ibunya untuk memasak tadi. Sambil menunggu Tiara pulang, Nina membantu ibunya mencabuti rumput liar yang ada di pekarangan rumah.
"Sudah Nin? " Tanya ibunya.
"Tiara pulang jam berapa Bu? " Tanya Nina.
"Biasanya jam satu siang. " Jawab Bu Ida.
Nina melirik jam di tangannya, masih jam sebelas, dua jam lagi sang adik baru pulang. Sebelum adzan luhur berkumandang, Bu Ida menyudahi kegiatannya. Dia pun mengajak Nina duduk di emperan rumah.
"Ayo Nin, sini sudah panas! " Seru Bu Ida.
"Iya Bu. "
Nina mengumpulkan rumput yang telah dicabuti. Kemudian menyusul ibunya yang tengah duduk diteras.
"Nggak dibakar sekalian Bu? " Tanya Nina.
__ADS_1
"Nanti sore aja Nin, biar kering dulu. "
"Iya bu. Nina bikin teh dulu ya.? " Tawar Nina.
"Iya Nin. Ibu teh hangat ya, jangan panas-panas." Kata Bu Ida.
"Siyap Bu. "
Nina menuju dapur membuat teh untuk ibu dan dirinya sendiri.
"Assalamu 'alaikum." Saat Nina di dapur terdengar orang mengucapkan salam dari luar.
"Waalaikum salam. " Jawab Nina sambil berjalan keluar.
"Ya ampun Tiara. " Nina memeluk adiknya yang baru pulang sekolah. Anak itu menggunakan seragam putih biru khas anak SMP.
"Mbak, kapan datang? " Kata Tiara sambil memeluk kakaknya. Dia juga terlihat bahagia melihat kakaknya.
"Tadi pagi. Kamu udah berangkat sekolah. " Jawab Nina.
"Loh, lha ibu mana Ra? " Tanya Nina sambil celingukan di teras.
" Nggak tahu Mbak." Kata Tiara.
"Tadi itu duduk di teras sini lo. " Kata Nina.
"Palingan cuci tangan di belakang Mbak. "Kata Tiara.
"Ouh ya Udah, ganti baju dulu Ra. Ini Mbak bikin teh. "
"Siap Bos. "
__ADS_1
Tiara memasuki kamarnya untuk ganti baju. Lalu akan mengobrol dengan kakak yang sangat di rindukannya. Dulu saat Nina belum bekerja rindunya tak sedalam ini, karena serumah dan tiap hari bertemu. Tapi sekarang, Nina sudah kerja dan jarang pulang. Rindu pun semakin besar.