Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
BAB 57


__ADS_3

Empat bulan kemudian......


Kediaman Pak Burhan pagi itu sudah ramai di datangi sanak saudara dan para tetangga Mereka semua berduyun-duyun ke kondangan. Selain sanak saudara dan tetangga, rumah Pak Burhan juga di penuhi teman-teman dari pasar.


Hari itu adalah pernikahan putri ke empatnya, Indah. Sesuai dengan perjanjian, bahwa acara akad nikah di laksanakan empat bulan setelah lamaran. Pak Burhan membuat acara akad nikah serta resepsi sekalian di hari itu juga. Selain tidak memperpanjang waktu, juga untuk menghemat biaya tentunya.


"Vin, undangan ke ibunya Nina udah kamu kasih kan? " Tanya Bu Burhan.


"Sudah bu. " Kata Kevin.


"Oh, ya sudah. " Bu Burhan berbalik, dan kembali mengintruksi pihak catering dan dekorasi.


Seminggu yang lalu memang Kevin memberikan undangan pernikahan Indah ke Nina untuk Bu Ida. Itu pun atas saran Bu Burhan, agar saling mengenal calon besannya.


"Kok kamu belum rapi sendiri sih Mas? PD banget pakek kaos oblong. " Kata Hanny ketika melihat Kevin masih menggunakan kaos dan celana pendek. Sedangkan dia sendiri dan kakaknya sudah ber pakaian rapi dan tentunya sedikit ber make up.


"Lagian acaranya juga masih satu jam lagi. Ngapain repot-repot pakek baju sekarang. " Kata Kevin dengan santai sambil ikut menata meja-meja prasmanan. Berikut beberapa kursi yang telah di hias dengan kain kelambu putih.


"Loe tu yang aneh, keluarga pengantin malah ikut jadi WO. Udah buruan mandi dan ganti baju. Malu tuh, kalo Karenina datang loe masih compang-camping. " Kata Hanny.

__ADS_1


Kevin pun mengikuti saran Hanny, dia mandi dan mengganti pakaiannya.


"Tak kira kamu mau jadi petugas WO Vin. " Ledek Mas Ipul.


"Rencananya gitu Mas, hehe. " Kevin dengan santainya menangapi candaan iparnya itu.


"Lagian kamu juga aneh. Orang acaranya sendiri malah ikut petugas WO. " kata Mbak Umi.


"Ya bantu-bantu nggak papa kali. " Sahut Kevin.


"Iya, tapi tau tempat Vin. "


****


Di kediaman Bu Ida, beliau memasang jilbab warna gold untuk kebayanya. Beliau mengenakan kebaya ibu-ibu modern untuk menghadiri acara calon besannya.


Sementara itu, Nina mengenakan gamis dengan ornamen bruklat berwana softpink. Gamis itu nanti akan sama dengan gamis yang dikeanakan para anak perempuan keluarga Pak Burhan. Bu Burhan memang sengaja jauh-jauh hari memesan gamis itu untuk anak dan menantunya, juga termasuk Nina.


"Belum selesai Nin? " Tanya Bu Ida ketika masuk ke kamar Nina. Ternyata Nina masih mau mengenakan jilbanya.

__ADS_1


"Belum bu, bantuin dong. "


"Hemz. "


Bu Ida pun memasuki kamar Nina, dan membantunya untuk memakai jilbab dan ornamen bunga mawar untuk hiasannya.


"Wah cantik juga anak ibu. " Puji Bu Ida.


"Dari dulu juga cantik bu. Hehe, kan ibunya juga cantik. " Kata Nina.


"Iya deh, yuk buruan berangkat. " Ajak Bu Ida.


"Cie yang nggak sabar buat ketemu calon besan. " Canda Nina.


"Yang ada, kamu itu nggak sabar ketemu Kevin. "


Nina cekikikan. Memang benar yang di katakan ibunya, Kevin memang tidak masuk kerja selama satu minggu sebelum pernikahan adiknya. Dia ikut bantu-bantu di rumah, sebenarnya sudah ada petugas WO yang mengurus. Akan tetepi, Bu Burhan memintanya untuk ikut membantu juga.


Kini Bu Ida dan Nina telah berada di dalam mobil yang di sewa bu Ida untuk mengantar beliau dan Nina ke rumah calon besannya. Sebenarnya bisa saja mereka naik motor, tapi menurut Bu Ida kurang etis aja, kondangan jarak jauh menggunakan motor. Beruntungnya ada tetangga baik yang memiliki mobil dan mau di sewa dengan harga murah. Jadilah Bu Ida menyewa mobil itu.

__ADS_1


__ADS_2