Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
BAB 72


__ADS_3

Pov Atikah


Rasanya aku ingin segera menyingkirkan Nina dari restoran ini. Sayangnya anak sok polos itu masih temannya Clara. Sebelum dia kesini aku yang selalu di banggakan. Karena aku termasuk karyawan baru yang berkompeten.


Untuk urusan Mas Kevin, aku lebih dulu merebutnya dari Wati. Wati dulu sangat mengidolakan Mas Kevin. Saat Mas Kevin ulang tahun pun dia memberikan hadiah jam tangan yang keren. Tapi aku berusaha mengambil hati Mas Kevin. Posisi dia sangat bagus di restoran tempatku kerja. Mas Kevin tangan kanan Pak Bos. Pikirku, dengan memiliki hati Mas Kevin, aku lebih leluasa disini.


Tapi ternyata aku salah. Sejak kedatangan Nina, Mas Kevin seperti berpaling dariku. Dia dengan mudahnya jatuh hati ke Nina yang sok polos itu. Dan tak satupun teman yang lain berpihak kepadaku. Maka dari itu, aku akan mengambil hati Nina dulu lalu akan aku singkirkan dari sini bagaimanapun caranya.


Sial, saat aku mulai bisa mengambil hati Nina Anggi mungkin melihat. Teman-teman lamaku itu seperti mencurigai perubahanku. Seakan Anggi tak percaya dengan sorot matanya yang mencomoohku. Selain Wati, Anggi salah satu karyawan yang pro dengan Nina. Setelah kedatangan Anggi, aku beringsut pergi guna menghindari tatapan matanya yang menyelidik.


"Ngapain jam kerja kamu malah di situ Tik?" Tanya Bayu dengan suara berteriak mengagetkan lamunanku. Ya, saat itu aku tengah duduk di kursi panjang parkiran pengunjung.


"Kamu sendiri ngapain kesini? Base mu kosong itu lo, Anggi lagi ngegosip sama Nina. " Kataku mengalihkan pertanyaanya dan menyembunyikan kegugupanku.

__ADS_1


"Mau ngambil minyak di gudang. Anggi udah standbay kali. Buruan masuk. Tamu yang mau boking tempat mau datang. " Perintah Bayu.


"Ok, gue masuk. " Kataku berlalu meninggalkan Bayu yang mencoba menstarter motornya tapi nggak bisa-bisa.


"Sial, motor butut nggak bisa di ajak kerja sama. " Umpatnya sambil menendang motor itu. Bukannya bisa nyala, malah ambruk motornya. Umpatannya makin menjadi-jadi. Aku cekikikan sembari meninggalkannya. Takut kena amuk juga.


POV AUTHOR


Setelah Adzan magrib berkumandang, Pengunjung yang boking tempat datang. Mereka berjumlah lima belas orang. Makanan yang di pesan pun sudah ready, tinggal menggarnish saja.


"Aduh, udah terlanjur jadi lo ini Mas. " Kata Nina panik.


"Nggak papa, cuma dua porsi kan? "

__ADS_1


"Ok deh. Siap! " Kata Nina.


Wati pun sibuk menggarnish di bantu oleh Anggi. Sedangkan Atikah mulai meletakkan gurami asam manis yang disiram dengan saos ke piring saji. Sedangkan anak-anak cowok mulai mengantar makanan ke pengunjung.


Tidak ada yang bicara, waktunya sudah mepet. Semua fokus dengan pekerjaannya. Hanya dentingan alat masak dan piring serta gelas yang terdengar.


"Nin, minumannya tolong bantu letakkan di baki ya? " Pinta Agus dengan ngos-ngosan di sertai buliran keringat di dahinya. Dia dan Bayu bertugas mengantar makanan ke pengunjung. Sedangkan, Kevin menungu meja kasir karena kebetulan juga ada yang membayar.


"Ok siap Mas Agus. "


Nina mengambil baki yang ada di dekat meja kasir. Di saat genting seperti itupun masih sempat-sempatnya Nina becandain Kevin.


"Semangat Kakak, tuh di lap dulu keringatnya! " Kata Nina sembari memberi selembar tissue ke Kevin.

__ADS_1


"Makasih sayang! " Kata Kevin menerima tissue pemberian Nina.


__ADS_2