Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
Menggagalkan Rencana Mbah Kakung


__ADS_3

Sebelum Adzan Asyar berkumandang keluarga Pak Hari telah menyelesaikan makan siangnya. Bisa di bilang bukan makan siang sebenarnya, makan siang yang telat. Semuanya memasuki mobil pajero sport warna hitam yang di kendarai Pak Hari.


"Mau kemana lagi kita? " Tanya Pak Hari ketika beliau sudah di belakang kemudi.


"Ke Mall aja Pah. " Clara selalu punya ide.


"Mamah juga setuju." Bu Ningsih juga tampak semangat.


"Kakung pulang saja. " Diantara semua yang di mobil hanya Mbah Kakung yang tampak kurang semangat.


"Loh kenapa Kung? " Tanya Pak Hari.


"Malas, tidak ada yang mengerti Kakung. " Lirikan Mbah Kakung sangat sinis.


Menyadari mertuanya tengah merajuk Pak Hari pun segera melajukan kendaraannya ke kediaman mereka. Selama perjalanan tidak ada yang buka suara, Clara yang biasanya cerewet pun terdiam. Begitu sampai, semua turun, kecuali Clara dan papahnya di balik kemudi.


"Mending kita lanjut ke Mall lagi deh Pah. " Rengek Clara ketika tinggal berdua dengan Papanya di dalam mobil.


"Ya, maunya Papah juga gitu. Coba kamu telfon mamah kamu. " Saran Pak Hari.


Clara pun melakukan panggilan ke mamahnya yang telah memasuki rumah. Tak butuh waktu lama telefon itu pun langsung di angkat oleh Bu Ningsih.

__ADS_1


[Mah, kita langsung ke Mall lagi yuk. Pumpung belum gelap.]


[Katanya tadi nggak jadi. Kamu dimana ini?]


[Jadi Mah, emang tadi niatnya cuma nurunin Mbah Kakung, Mbah Putri, sama Mas Tanguh. Kenapa Mamah turun?]


[Ya udah. Mamah kesitu sekarang. ]


Bu Ningsih yang semula sudah memasuki rumah akhirnya kembali lagi ke mobil. Semua sudah memasuki kamar masing-masing. Jadi Bu Ningsih pergi begitu saja tanpa pamit kepada kedua orang tuanya. Toh perginya nggak akan lama, cuma ke Mall yang jaraknya 2KM dari rumah, pikirnya.


"Kenapa tadi nggak bilang kalau langsung ke mall sih. Jadi mamah nggak perlu bolak-balik." Cerocos Bu Ningsih ketika sudah di dalam mobil.


"Udah yuk berangkat. " Pak Hari mulai melajukan mobilnya menuju mall terbesar di kota itu.


"Lagian Papah kenapa sih bikin bapak ngambek? " Bu Nining protes ke suaminya.


"Apa sih yang bikin ngambek? " Pak Hari menanggapi dengan datar. Sedangkan Clara hanya menyimak kedua orang tuanya.


"Ya gara-gara nglarang Nina buat makan bareng kita. Tadi bapak masih ngedumel ketika memasuki rumah Pah. "


"Ya kan Nina sendiri yang nggak mau Mah. "

__ADS_1


"Biasanya kalau nggak mau trus di paksa bakalan mau kan Pah. Lha itu tadi papah malah nyuruhnya makan siang gabung temen yang lain. "


"Hem, emang Mamah nggak tau tujuan bapak menyuruh Nina makan gabung di meja tadi? " Tanya Pak Hari setelah menghela nafas sekejap. Semua terdiam, Clara yang semula cuek. Kembali menyimak obrolan orang tuanya.


"Bapak itu pengen mendekatkan Nina ke Tangguh. " Lanjut Pak Hari.


"Yaelah Mah, masa mamah nggak tau. " Celetuk Clara.


"Ehmz, iya ya. Mamah kok nggak kepikiran sampai kesitu. " Bu Ningsih manggut-manggut.


"Papah nggak setuju aja Mah. Papah tuh malah kasihan si Nina kalau masuk ke keluarganya Tangguh. "


"Emang kenapa Pah? " Clara penasaran.


"Ya kan kamu tahu sendiri Ra. Mbh Nok (Ibunya Tangguh) itu orangnya suka memandang rendah setiap perempuan yang akan di kenalkan ke putranya itu. Apalagi dia sekarang kan udah termasuk golongan orang kaya. Takutnya Nina malah nggak nyaman kalau seandainya berumah tangga dengan Tangguh. " Jelas Bu Ningsih.


"Iya juga ya Mah. Apalagi kalau masalah ekonomi, Nina memang termasuk kalangan biasa Mah. " Clara ikut berkomentar.


"Makanya Papah sebisa mungkin menjauhkan Nina dari Tangguh. " Ujar Pak Hari.


"Tapi mendekatkan ke Anak buah kesayangan. " Sentil Clara. Sontak seisi mobil terbahak.

__ADS_1


__ADS_2