Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
BAB 85


__ADS_3

Sekira pukul tiga sore Kevin bersiap izin pulang. Dan bagian kasir di gantikan oleh Bayu. Teman-teman yang lain tadi siang juga sudah bertakziah ke rumah Nina.


"Bay, aku tinggal ya? "


"Iya Vin, yang nota siang udah loe total kan? " Tanya Bayu.


"Udah, gue pulang dulu. "


Kevin terlebih dahalu pulang ke rumah untuk mandi dan mengganti bajunya. Sekalian berpamitan dengan kedua orang tuanya.


Ba'da magrib ia mulai mengendarai motor menuju rumah Mbah Suroyo untuk menghadiri undangan tiga harian. Sebenarnya undangannya setelah Isya' akan tetapi Kevin sengaja berangkat lebih awal supaya tidak terlambat.


Sesampainya di sana beberapa bapak-bapak tampak berdiri berjejer di halaman untuk menyambut tamu. Dengan percaya diri Kevin memakai kopyahnya dan mulai berjalan untuk masuk ke rumah.


"Monggo masuk Mas! " Kata Pakdhe Bandi.


Kevin mengangguk dan mengulum senyum. Kemudian dia masuk ke dalam rumah, ikut duduk bersama bapak-bapak yang lain.


"Nina, temanmu sudah datang? " Tanya Budhe Suji.

__ADS_1


"Sudah budhe, sudah masuk dalam rumah kelihatannya. " Kata Nina.


"Nin, kamu nanti kalau menikah mau tinggal di mana Nin? " Tanya Budhe Suji.


"Tinggal di kota aja Nin, apa-apa dekat. Nggak kaya di desa. " Celetuk Mbak Pur.


"Nggak tau lah Budhe. Di pikin nanti aja lah. " Kata Nina tersenyum sambil menata nasi dalam piring.


Acara tahlilan tiga harian di rumah Mbah Suroyo berjalam lancar. Selain dari tetangga, saudara yang jauh pun juga di datangkan. Setelah Yasin dan Tahlil selesai di bacakan. Para jamaah di jamu dengan nasi gule ayam dan segelas teh manis hangat. Kemudian ketika pulang akan di bawakan Nasi di bok dengan menu yang sama.


"Nak Kevin kok langsung pulang? " Tanya Pakdhe Bandi ketika Kevin akan berpamitan dengannya.


''Iya, sebentar. Pakdhe panggilkan Nina dulu. "


Kevin pun menunggu di kursi bagian ujung teras rumah. Sambil melihat lalu lalang orang berpamitan. Semua sudah pulang dan tinggal beberapa orang sepuh yang di dalam rumah.


"Nin, itu Kevin mau pulang. " Kata Pakdhe Bandi begitu sampai pintu dapur.


"Iya Pakdhe. " Nina berdiri dari duduknya dan bersiap menemui Kevin.

__ADS_1


"Tunggu Nin, ini tolong bawakan untuk keluarga Kevin di rumah. " Budhr Suji menenteng kresek yang berisi kotak nasi untuk berkat sebanyak dua buah dan di serahkan ke Nina.


Nina menerima dan ikut berjalan di belakang Pakdhe Bandi guna menemui Kevin. Kevin tersenyun melihat Nina akan menghampirinya.


"Kok langsung pulang Mas?" Tanya Nina basa-basi.


"Iya Nin, ini udah mendung banget. Takutnya hujan deras di jalan.


"Iya Mas. Oh ya, terimakasih sudah mau datang. Dan ini ada sedikit buat ibuk di rumah. " Nina menyerahkan kresek yang diberi oleh budhe Suji tadi.


"Loh, lha ini juga di kasih Nin." Kevin menunjukkan kresek yang di tentengnya juga.


"Nggak papa Mas. Dibawa semua aja." Kata Nina sambil menyerahkan kreseknya.


"Iya Nin. Makasih. Aku pulang dulu ya. "


"Iya Mas.."


Kevin kemudian bersalaman lagi dengan Pakdhe Bandi. Lalu mengendarai motornya untuk pulang ke rumah. Dan benar saja, gerimis rintik mulai turun. Beruntung sudah sampai jalan yang di aspal. Kevin melajukan kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi.

__ADS_1


__ADS_2