Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
BAB 59


__ADS_3

"Ayo bu kita makan dulu. "Ajak Nina kepada ibunya.


"Iya Nin. Ayo! " Bu Ida menyambut uluran tangan Nina.


Mereka berdua menuju tempat makanan yang di hidangkan. Disana juga terdapat tamu undangan yang lain. Mereka juga tengah menikmati hidangan yang di sediakan. Menu khas daerah berjejer rapi menunggu penikmat untuk menjemputnya. Ada sate gule, ada empal, rawon dan sate ayam. Tak lupa pelepas dahaga ada es manado dan es dawet siap untuk dinikmati.


"Nin, itu seperti Pak Hari kan? " Tanya Bu Ida.


"Mana Bu?" Nina mendongakkan kepalanya mengikuti arah pandang bu Ida.


"Itu lo. " Bu Ida kembali menunjuk seseorang diantara banyak orang yang berjejer.


"Ouh, iya. Ada Clara juga. Ayo kita kesana bu. "


Nina dan Bu Ida menuju tempat keluarga Pak Hari. Disana ada Clara dan juga Bu Ningsih. Keluarga Pak Hari tengah menikmati bakso kuah. Dimana kuahnya masih mengepul.


"Eh, Nina. Sini Nin.! " Clara mengetahaui Nina berjalan ke arahnya segera memanggil sahabat karibnya itu.


"Iya. "


Akhirnya Nina bergabung dengan keluarga Pak Hari. Mereka berbincang dengan akrab. Begitu pun Bu Ningsih juga menyambut Bu Ida dengan hangat.


"Kamu tadi udah ngasih selamat ke pengantin Nin? " Tanya Clara sambil meniup kuah baksonya.

__ADS_1


"Udah Ra. Kamu belum ya? " Tanya Nina yang juga ikut menikmati Bakso. Sementara itu orang tua mereka berjejer di tempat lain untuk menikmati hidangan nasi.


"Belum. Begitu masuk, sama papah di ajak makan. Hehe. " Kata Clara.


"Ehmz, pantes tadi nggak ketemu. "


"Kamu libur berapa hari Nin? " Tanya Clara.


"Paling hari ini aja Ra. Besok udah masuk lagi. "


"Libur lagi aja Nin. Besok temenin aku hiking, sekalian pinjam carrier kamu. "


"Beneran hiking. Acara kampus? " Tanya Nina.


"Lain kali aja deh aku ikutnya Ra. " Tolak Nina.


"Aduh, trus carriernya gmna? " Clara panik.


"Nanti sore aku antar kerumahmu. "Kata Nina menenangkan.


"Ok, makasih Nin. " Clara berjingkrak-jingkrak sambil memeluk Nina.


"Sama-sama. "

__ADS_1


Sementara itu Bu Ida dan Bu Ningsih duduk di kursi yang ada meja bundarnya. Mereka tengah menikmati hidangan sate lontong. Begitupun Pak Hari ikut bergabung bersama ibu-ibu itu. Tetapi dengan menu berbeda., Pak hari memilih empal gepuk. Bosen dengan ayam katanya.


"Udah makan aja Mamah nih. " Kata Clara ketika mereka berdua ikut gabung dengan orang tuanya.


"Keburu laper. " Jawab Bu Ningsih.


"Loh, ibu bisa ngambil makannya? " Tanya Nina ke Bu Ida.


"Kenapa nggak bisa Nin? " Tanya Clara penasaran.


"Kalau di kampungku ada orang hajatan itu tamunya duduk di kursi Ra. Trus nanti ada yang membagi-bagi makanan gitu. Tadi aja ibu bingung gimana caranya. "


"Hahaha" Clara tertawa.


"Tadi ibu juga bingung Nin. Kamu juga asyik ngobrol. Trus Ibu diajak Bu Ningsih. Akhirnya ibu ngikutin apa yang diambil Mamahnya Clara. " Jelas Bu Ida.


"Ya ampun. Pantes menunya juga sama Bu. " Kata Clara.


"Iya, lo. " Bu Ningsih baru menyadari.


"Bu Ida kalau mau yang lain bisa aku ambilin. Atau Nina yang ambilin. " Tawar Clara.


"Nggak usah Nak. Ini saja sudah cukup. " Tolak Bu Ida.

__ADS_1


Akhirnya Clara dan Nina pun memilih menu makan mereka. Suasana resepsi semakin syahdu karena di iringi dengan tembang romantis klasik. Tamu undangan juga sudah banyak yang datang silih berganti.


__ADS_2