Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
Bab 41


__ADS_3

Pov Nina


"Nina, hari ini kamu gantiin aku di bagian goreng ya? Pinta Mbak Anggi ketika restoran dibuka.


"Iya Mbak. Mbak Anggi kenapa kok kelihatan pucat? " Tanyaku, karena wajah Mbak Anggi sangat pucat dan dahinya mengeluarkan keringat dingin.


"Iya Nin, semalem masuk angin. Pulang kehujanan. Aku tak di bagian garnish, agak ringan kerjanya. " Kata Mbak Anggi lagi.


"Lha kenapa nggak cuti aja Mbak? " Tawarku, soalnya Mbak Anggi kelihatan lemes banget.


"Loe kenapa Nggi? " Mbak Wati pun datang dan menanyai Mbak Anggi yang terlihat pucat.


"Masuk Angin Wat." Mbak Anggi menjawab sembari duduk di kursi.


"Kok loe nekat masuk sih? Mending istirahat di rumah. " Saran Mbak Wati.


"Bosen di rumah. Udah nggak papa, ntar gue minum teh anget." Jawab Mbak Anggi.


Akhirnya aku pun menuju base penggorengan menggantikan Mbak Wati. Base penggorengan dekat dengan base bakaran. Artinya aku bergabung bersama Mas Agus, Mas Bayu, dan Mas Zidan.


"Loh, ngapain kesini Nin? " Tanya Mas Bayu kaget ketika aku langsung duduk di kursi kosong sampingnya.


"Nggantiin Mbak Anggi mas. " Jawabku.


"Loh, kemana emangnya? "


"Sakit Mas. Pucat banget. " Jawabku.

__ADS_1


"Oalah."


"Nanti ajarin ya Mas, soalnya aku belum begitu bisa memastikan yang aku goreng udah matang apa belum. " Kataku.


"Iya Nin, tenang aja." Kata Mas Bayu.


Setelah perbincangan agak lama, saatnya bekerja. Pengunjung mulai berdatangan. Aku di tugaskan Mas Bayu untuk mendengarkan orderan yang di bacakan Mas Kevin. Harus pasang telinga ekstra pokoknya, soalnya stand penggorengan paling jauh dari pintu dapur.


"Apa Nin? "


"Dua gurami goreng fillet, sama ayam gorengnya tiga mas." Sesuai yang ku dengar, aku melaporkan ke Mas Bayu.


"Ok, Brarti kamu gorena ayamnya aja Nin. Aku gurami, kamu belum bisa goreng guraminya kan? " Kata Mas Bayu.


"Ok Mas."


"Ini Nin, kamu serahin ke Anggi biar di garnish." Kata Mas Bayu.


"Baik Mas. "


Akupun menyerahkan baki berisi dua ekor ikan goreng dan sepotong ayam ke base garnish.


"Ini Mbak. " Kataku ku Mbak Anggi.


"Iya Nin."


"Udah mendingan kan Mbak? " Tanyaku.

__ADS_1


"Udahlah Nin. Nih, udah tampak seger. " Katanya sembari tersenyum. Memang benar Mbak Anggi terlihat lebih segar daripada tadi pagi.


"Iya Mbak. Alhamdulillah. Aku ke base penggorengan." Kataku sembari berlalu.


"Iya, Nin. Makasih banyak ya. " Kata Mbak Anggi.


"Sama-sama Mbak. "


Saat kembali ke base ternyata ada Mas Kevin di dekat Mas Bayu. Awalnya ragu untuk melangkah, akhirnya ku putuskan memantapkan langkah.


"Mas. " Sapaku ke Mas Kevin.


"Iya Nin. " Dia menjawab dengan kikuk.


"Loe kasir ngapain nyampek situ? Meja loe pindah ke gorengan? " Ledek Mas Agus.


"Sialan loe." Gerutu Mas Kevin.


Karena terus diledek Mas Agus dan kawan-kawannya. Dia pun tidak betah duduk disitu. Dia kembali ke kasir.


"Nanti ngobrol bentar ya Nin. " Katanya ketika melewatiku.


"Iya Mas. Kapan? "


"Sepulang kerja. "


Aku hanya mengangguk, dan dia akhirnya benar-benar berlalu. Aku kembali ke base penggorengan, menduduki kursi yang di tempati Mas Kevin tadi. Sedikit bersantai karena belum ada orderan berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2