
Bu Ningsih menuju mobil yang di kendarai Clara. Masuk dan menutup pintunya.
"Lama banget mah? Mbah Kakung mana" Tanya Clara.
"Iya, tadi akung bahas masalah yang di restoran itu Ra. Mbah Kakung merajuk, jadi memilih di rumah Mbah Nok dulu. " Kata Bu Ningsih.
"Trus tanggapan Mbah Nok gimana Mah? " Clara penasaran.
"Ya nggak mempermasalahkan itu Ra. Lagian sepertinya Mbah Nok juga kurang berminat dengan perjodohan. Tipe seperti beliau mesti memilih yang sekelas. Apalagi nanti tahu latar belakang Nina. Pasti harga diri Nina rendah di mata mereka Ra. " Keluh Bu Ningsih. Clara mulai mengemudikan mobilnya.
"Makanya Mah, dari awal aku nggak setuju dengan perjodohan itu. Biarin Nina tentukan pilihannya sendiri. Aku malah setuju kalau Nina sama Mas Kevin Mah. " Kata Clara.
"Kok bisa gitu? " Bu Ningsih menoleh ke Clara.
"Ya menurutku Mas Kevin lebih dewasa, trus sepertinya tidak memandang Nina dari status sosial. Keluarganya juga religius, jadi tidak ada yang tersakiti nantinya mah. "
"Tapi dalam rumah tangga nggak segampang itu Ra. "
"Tapi kan nggak seribet sama Mas Tangguh Mah. "
__ADS_1
Setelah itu tidak ada pembicaraan di dalam mobil. Clara fokus ke jalan karena sudah memasuki jalan besar. Bu Ningsih sendiri membuka list belanjaannya.
Tak sampai setengah jam mobil yang di kendarai Clara telah sampai di pasar induk. Clara dan mamahnya memasuki pasar itu, lantas mereka membagi barang yang akan di belanja, supaya cepat.
****
"Vin, loe udah bilang si bos belum kalau kertas nasi, sterofoam, kardus makan udah pada habis? " Tanya Bayu.
"Udah, semalem gue bilang pas stor uang. Paling ini nanti belanja." Kata Kevin.
"Tapi gue lihat tadi Pak Hari di perlombaan burung. " Kata Bayu.
"Mbak Ningsih yang belanja. "
Mobil pajero sport hitam yang di kendarai Clara memasuki area parkir restoran. Clara dan Bu Ningsih turun. Bu Ningsih mengintruksi karyawannya untuk menurunkan belanjaan.
Bayu dan kawan-kawannya yang free bahu membahu menurunkan barang belanjaan bosnya. Kevin sendiri duduk di meja kasir karena ada yang membayar.
"Nina mana Mas? " Tanya Clara yang ada di depan meja kasir.
__ADS_1
"Di bagian minuman Ra. "
Clara pun menuju base minuman. Disana Nina sedang memotong beberapa buah untuk di blender. Ada pesanan jus dari pengunjung. Sampai dia tak menyadari ada Clara yang berdiri di belakangnya.
"Nin, minta es teh dua ya. " Kata Clara.
"Oh, iya Ra. Kapan datang? " Tanya Nina sedikit kaget.
"Baru aja, tadi diajak mamah belanja keperluan restoran, hehe. " Kata Clara.
"Nggak kuliah Ra? " Tanya Nina sembari membuatkan pesanan anak bosnya.
"Sebenarnya masuk siang, tapi bolos sekalian aja Nin. Mamah belanjanya lama banget, kalaupun sekarang berangkat pasti juga udah telat." Keluh Clara.
Nina yang mendengarkan ocehan Clara tersenyum. Andaikan dia di posisi Clara, dia pasti akan rajin kuliah. Dulu sebenarnya ada program bidik misi khusus siswa berprastasi melaluo jalur SNMPTN. Andaikan dia ikut, di pastikan lolos oleh gurunya.
Nilai Nina sejak kelas satu sampai kelas tiga bagus semua baik bidang akademik maupun non akademik. Tapi Nina tidak mau egois, ibunya kurang setuju dia kuliah. Akhirnya Nina memutuskan bekerja saja.
"Udah Nin? " Tanya Clara membuyarkan lamunan Nina.
__ADS_1
"Eh, udah Ra. Aku bawain ke meja kamu ya.? "
"Nggak usah Nin, aku bawa sendiri aja. Kamu lanjutin kerjaan kamu. " Kata Clara lalu membawa tehnya ke gazebo. Disana mamahnya sudah menunggu. Karena Clara membawa minumannya sendiri, Nina melanjutkan pekerjaannya