
Mobil yang membawa Nina dan Bu Ida telah sampai di tempat acara, atau lebih tepatnya rumah Kevin. Mereka berdua turun dari mobil dan menuju tenda resepsi. Terlihat Kevin menyambut kedatangan Nina dan calon ibu mertuanya.
"Assalamu alaikum. " Bu Ida mengucapkan salam.
"Wa'alaikum salam. Mari Bu, Nina! " Kevin menjawab salam Bu Ida dan mencium punggung tangannya.
"Iya, maaf ya Nak Kevin agak terlambat. " Kata Bu Ida.
"Ouh, tidak. Sama sekali belum terlambat bu, acara juga masih di mulai setengah jam lagi. "
Kevin pun berjalan lebih dulu. Di ikuti Nina dan Bu Ida. Mereka menuju kursi tamu. Bu Burhan dan Mbak Umi menyambut kedua tamu spesial itu.
"Selamat datang Bu, Nina. " Bu Burhan menyambut dengan ramah.
"Iya bu. " Bu Ida menyambut uluran tangan besannya, kemudian cipika cipiki.
Begitupun dengan Nina, dia juga menyalami Bu Burhan dan Mbak Umi. Kemudian, Nina dan Ibunya di temani Mbak Umi untuk mengobrol. Sedangkan Kevin kembali menyambut para tamu di depan dengan kakak, dan iparnya.
Selang setengah jam iring-iringan pengantin pria telah datang. MC pun dengan suara semangat menyambut kedatangan iring-iringan itu. Pengantin pria dengan setelan jas berwarna navy telah duduk di depan penghulu. Indah keluar dari tempat make up dengan kebaya modern dengan warna yang serupa dengan calon suaminya.
__ADS_1
Acara ijab kabul di mulai dengan di dahului ceramah sebentar dari bapak penghulu. Pak Burhan pun telah siap di samping penghulu untuk menikahkan anaknya.
"Saudara Aris Setiawan bin Jamal, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri saya, Indah Indriasari dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas antam seberat lima gram di bayar tunai. " Pak Burhan menikahkan putri keempatnya dengan suara haru.
"Saya trima nikah dan kawinnya Indah Indriana binti Bapak Burhan dengan mas kawin tersebut tunai. " Suami indah melafadzkan dengan satu tarikan nafas.
"Bagaimana saksi sah? " Tanya bapak penghulu.
"Sah. "
"Sah! "
"Sah! "
Atas komando dari Mc, kedua mempelai berjalan menuju singgasananya. Di sana bapak dan ibu dari kedua mempelai telah siap. Akhirnya prosesi sungkeman di mulai. Bu Burhan tak dapat membendung air matanya, haru dan bahagia bercampur menjadi satu.
Para tamu undangan dengan bergilir mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Begitupun Nina dan ibunya naik ke atas panggung.
"Selamat ya Mbak Indah, semoga sakinah mawadah warahmah. " Begitu kata Nina, ketika menyalami Indah.
__ADS_1
"Terimakasih Mbak Nina. Kok manggilnya Mbak sih Mbak Nina. Seharusnya kan Dik!" Indah berkelakar.
"Iya deh, dik In. " Kata Nina, merangkul Indah.
"Selamat ya Nak! " Bu Ida turut mengucapkan selamat ke Indah.
"Kenalkan dik In, ini ibuk aku. " Melihat Indah bengong ketika di salami ibunya. Nina pun memperkenalkannya.
"Oh iya. terimakasih ya Bu. " Akhinya Indah pun tersadar dari kebengongannya.
Nina dan Bu Ida melanjutkan langkah menuju kursi Pak Burhan dan Istrinya.
"Selamat ya Bu. " Kata Bu Ida.
"Iya, terimaksih Bu. Silahkan di nikmati hidangannya." Sambut Bu Burhan ramah.
"Selamat Bu. " Nina pun mengucapkan selamat kepada calon mertuanya.
"Iya, sayang. " Bu Burhan memeluk Nina dengan hangat. Bu Ida memperhatikan calon besan yang tengah memeluk anaknya. Bu Ida lega, karena calon mertua Nina sepertinya sangat menyayangi anaknya. Setitik cairan bening jatuh di pelupuk mata. Bu Ida segera menghapusnya.
__ADS_1