Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
BAB 48


__ADS_3

Adzan Ashar mulai berkumandang Nina mulai bersiap untuk kembali kerja. Sebelum Kevin menjemput dia terlebih dahulu mandi. Lalu menyiapkan barang bawaan yang akan dia bawa ke tempat kerja.


"Kamu mau di bekalin sambal pecel lagi Nin? " Tanya Bu Ida ketika membantu Nina berkemas.


"Nggak usahlah Bu. Yang kemarin masih, tak simpan di kulkas sana. " Tolak Nina.


"Loh, lha nggak kamu makan sama temen-temen kamu? " Tanya Bu Ida.


"Ya kan temen-temen udah dapat jatah lauk, pada nggak suka juga sama sambal pecel. Trus temen Nina yang satu kamar kalau pulang ya dibekali sambal pecel. Jadi Nina sendiri yang makan. "


"Ouh ya sudah. Kalau gitu nanti bawao pisang itu Nin. Barangkali nanti temenmu ada yang mau. " Kata Bu Ida.


"Iya bu, siyap. " Canda Nina.


"Nin, sedekat apa kamu sama Kevin? " Tanya Bu Ida.


"Ya sebatas teman kerja Bu. Mas Kevin senior aku. "


"Kamu bisa bohong sama orang lain Nin, tapi nggak bisa bohong sama Ibumu ini. "


"Ehms, ya memang deket Bu. Mas Kevin itu pernah nyatain perasaannya ke Nina. Tapi memang hubungan Nina belum ke tahap serius. Nina masih pengen belajar dari masa lalu. Nina takut ntar nggak cocok trus bubar. Mending kita temenan andaikan cocok baru serius gitu Bu. " Nina ceritanya jadi curhat. Memang Nina selalu terbuka dengan ibunya.


"Iya. Bagus kalau seperti itu. Jangan menjadi perempuan yang gampangan Nin. Jaga harga dirimu sebagai seorang wanita. Kamu sudah besar, tentu tahu mana yang terbaik. Kalau menurut kamu itu yang terbaik. Ibu hanya bisa mendoakan dan mendukung setiap keputusan kamu. " Nasehat Bu Ida.


"Iya bu. " Nina mengangguk.

__ADS_1


"Kamu sudah diajak kerumahnya Nin? "


"Belum bu, tapi sudah pernah ketemu ibunya. " Jawab Nina.


"Dimana? "


"Kan ceritanya waktu itu Mbak Wati ngajak aku buat sholat subuh berjamaah di mushola dekat restoran. Lalu, ada ibu-ibu yang kenal dengan Mbak Wati. Ternyata itu ibunya Mas Kevin. Soalnya rumah Mas Kevin ya sekitar mushola situ. " Jelas Nina.


"Oh ya?" Iya bu.


Pasangan Ibu dan anak itu mengakhiri percakapnnya. Mereka akan melaksanakan shalat Ashar berjamaah. Tiara juga ikut shalat berjamaah. Setelah ini Tiara juga akan kembali ke sekolah untuk mengikuti ekstrakurikuler pramuka.


****


Tepat pukul setengah empat Kevin beranjak dari tempar kerjanya. Dia berniat mandi, shalat Ashar kemudian menyusul Nina.


"Yo'i. Cepet mandi, ntar Nina muntah sama kringet loe. " Ledek Agus.


"Wangi kali. " Sahut Kevin.


Tak sampai lima menit Kevin memasuki rumahnya. Ternyata semua keluarga berkumpul, Kakaknya yang di luar kota juga datang.


"Mas Awan, kapan datang? " Tanya Kevin kepada kakak tertuanya.


"Tadi pagi. Pulang apa kembali kerja Vin? " Tanya kakaknya itu.

__ADS_1


"Mau pergi sebentar Mas. "


"Mau jemput Karenina tersayang. " Hanny yang awalnya diam ikut nimbrung.


"Siapa Karenina? " Tanya Mbak Siti m, istrinya Mas Awan.


"Kekasih hati, Mbak. " Celetuk Hanny.


"Diem loe. " Ancam Kevin ke Hanny. Sedangkan Mas Awan dan Mbak siti hanya mengulas senyum.


"Udah jangan ribut. Vin, kamu nanti jadi jemput Nina? " Tanya Bu Burhan setelah melerai anaknya.


"Iya bu. " Jawab Kevin.


"Nanti ajak kesini sekalian ya? " Pesan Bu Burhan.


"Emang ada acara apa sih Bu? "


"Indah mau lamaran. "


"Kok mendadak? "


"Nggak mendadak Mas. Udah di rencanakan jauh-jauh hari lo. Mas Kevin aja yang nggak pernah ikut rapat. " Indah yang menjawab.


"Oke, oke. "

__ADS_1


Kevin segera mandi. Dia nggak mau telat sampai di rumah Nina. Soalnya dia belum begitu hafal jalannya, takut nyasar trus kemaleman. Selain itu, dia juga perlu membujuk Nina agar mau di ajak kerumahnya.


__ADS_2