Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
BAB 87


__ADS_3

Kevin sebenarnya agak malas untuk pulang karena Nina belum datang. Dia terlebih dahulu ingin berbincang dengan Nina sebelum pulang. Rindu sudah pasti, karena selama seminggu tidak dapat berbicara lebih lama dengan Nina. Ponsel Kevin bergetar, ia segera merogoh ponsel di sakunya. Ternyata bukan Nina yang menelfon, akan tetapi ibunya.


{Hallo, buk. Assalamu alaikum}


{Waalaikum salam. Kok belum pulang Vin? }


{Sebentar lagi buk. Nanti habis magrib aja berangkatnya. }


{Ini sudah janjian sama Bu Rahma, mau berangkat Vin. }


{Ya udah, tunggu sebentar. Kevin sekalian mandi}


{Iya. Nina belum datang Vin? }


{Sebentar lagi datang Bu.}


{Ya sudah. Ibu tungu ya. Ini Bu Rahma juga sudah nyampek. }


Kevin pun bergegas mandi di kamar mandi restoran yang memang di sediakan untuk karyawan. Ia mengganti seragamnya dengan kemeja warna hitam pekat. Saat di parkiran dia melihat Agus yang tengah minum minuman kaleng.


"Woi, di cari Nina tuh. Gue kira udah pulang. " Kata Agus.

__ADS_1


"Belum. Tapi gue buru-buru banget. Nyokap dah nelfon dari gue belum mandi. " Jawab Kevin.


"Emang loe mau kemana kok pakaian loe item semua? Mau takziah? " Tanya Agus dengan dahi berkerut.


"Enggak. Ini mau nganter ibu gue sejarah umroh. " Jawab Kevin.


"Kok pakaian loe hitam-hitam Vin. Kaya mau ke tempat orang meninggal aja. " Kata Agus.


"Adanya ini. Jangan berisik deh loe! " Jawab Kevin sambil mengeluarkan motornya dari parkiran.


"Nggak nemuin Nina dulu. Dia bawa jajan banyak tuh. Pas Wati bilang kalau loe pulang dia kelihatan kecewa banget lo. " Kata Agus.


"Iya to? Nanti sekalian aja deh. Sebelum magrib gue kesini lagi. Sampein ya? "


"Loh, ibu mana pak? " Tanya Kevin.


"Sudah berangkat sama Rahma. Tadi nungguin kamu kelamaan katanya. " Jawab Pak Burhan.


"Tak pikir nanti berangkatnya selepas Magrib. Biasanya Ibu juga melarang pergi kalau mau Magrib. Pamali katanya."


"Tadi bapak juga udah bilang begitu Vin, tapi ya Ibumu ngeyel seperti biasa. "

__ADS_1


"Bapak selalu kalah debat tuh! " Kata Hanny keluar dari kamarnya.


"Loh, udah pulang kamu Han? " Tanya Kevin.


"Libur seminggu."


"Ya udah kalau ibu udah berangkat. Aku kebelakang dulu pak. " Kata Kevin.


"Mas, anterin aku ke rumah Mbak Umi dong. " Rajuk Hanny.


"Emang kamu nggak bawa motor? " Tanya Kevin.


"Motor aku mogok Mas. Kalaupun ada, tadi aku udah nganter ibu kali. " Sewot Hanny.


"Bentar, ini mau kasih makan murai dulu. " Kata Kevin.


'Nanti aja lah Han, Masmu masih capek mending kamu buatin kopi sana. " Pak Burhan menengahi.


"Bikin sendiri ya Mas. " Kata Hanny melenggang pergi ke kamarnya.


Kevin pun mengedikkan bahunya. Lalu dia pergi ke halaman belakang untuk memberi makan burung sekaligus membersihkan kotorannya.

__ADS_1


Pak Burhan juga ikut ke belakang guna menyempurnakan kandangnya yang hampir jadi. Besok kalau jadi, rencananya Pak Burhan akan membeli beberapa anakan ayam untuk kandangnya. Memelihara ayam memang hobi Pak Burhan sejak dulu. Beberapa bulan ini terhenti karena membantu istrinya di pasar. Takutnya malah nggak ke urus. Tak tahunya walaupun membantu istri di pasar, Pak Burhan masih memiliki banyak waktu luang untuk mengurus ternaknya.


__ADS_2