
Bu Ida hari ini mendapat kerja untuk memasak di rumah Pak Kades. Beliau ada hajatan kecil-kecilan. Ini pertama kalinya beliau di minta orang untuk memasak. Ternyata beberapa hari yang lalu Bu Kades Ningrum menghadiri acara tahlilah di rumah Bu Sri tetangga Bu Ida. Menunya nasi pupuk (Nasi dengan lauk daging sapi dan acar. Bu Kades tanya ke Bu Sri siapa yang memasak dan ternyata Bu Ida. Lidah Bu Kades sangat cocok dengan masakan Bu Ida.
"Bu Ida, kenapa tidak kerja di warung makan? Masakannya enak sekali lo. " Kata Bu Kades di kala membantu Bu Ida meracik bumbu.
"Biasa saja Bu Ningrum, lagian juga baru di tempat Bu Sri kemarin saya di minta untuk masak. Biasanya rewang apa saja. Kalaupun masak ya cuma buat saya sendiri dan kedua anak saya Bu. " Bu Ida merendah.
"Iya tapi masakan Bu Ida enaka sekali lo. Sangat cocok di lidah saya. " Puji Bu Kades.
"Terimakasih Bu, sudah berkenan dengan masakan saya. "
"Anaknya masih sekolah Bu? " Tanya Bu Kades.
"Yang besar sudah kerja Bu. Sedangkan adiknya masih SMP. " Jawab Bu Ida.
"Kerja apa bu di kota? "
"Di restoran tempat temannya waktu sekolah Bu. "
"Oh, baru lulus SMA udah langsung kerja Bu? " Tanya Bu Kades ingin mengenal jauh salah satu warganya ini.
__ADS_1
"Iya bu. Sebenarnya mau kuliah, tapi saya nggak ada biaya. " Jawab Bu Ida jujur.
"Nggak ikut kuliah gratis bu? "
"Anak saya sebenarnya sudah mau ikut tes. Tapi sebelum masuk dan uang beasiswanya cair harus pakai uang sendiri buat masuk bu. Dan saat itu saya belum punya uang. " Jawab Bu Ida dengan jujur.
"Maaf ya Bu, jika perkataan saya kurang berkenan di hati. " Kata Bu Kades tidak enak.
"Nggak pa pa Bu. "
Acara pertemuan antar kepala desa di rumah Bu Kades Ningrum di hadiri semua kepala desa se kecamatan. Menu yang di hidangkan pun banyak, mulai dari soto ayam kampung, nasi rawon, dan gulai ayam. Dengan juru masak Bu Ida tentunya.
"Bu Ida, nanti kalau pulang bawa nasi sama lauknya sekalian buat anaknya sampeyan. " Kata Bu Kades setelah acara selesai dan Bu Ida mencuci semua piring kotor.
"Dan ini ada sedikit buat beli jajannya anak Bu. " Kata Bu kades lagi sambil mengulurkan amplop ke Bu Ida.
Bu Ida mengucapkan terimakasih. Sesuai permintaan Bu Kades, Bu Ida pun membungkuskan Tiara Nasi dan lauknya. Lalu Beliau berpamitan kepada Bu Kades. Selain uang, Bu Kades juga memberi sembako ke Bu Ida. Bu Ida pulang di antar dengan suruhan Bu Kades.
Adzan magrib berkumandang di mushola terdekat ketika Bu Ida turun dari motor yang mengantarnya. Si pengantar pun langsung pulang walaupun Bu Ida menawari mampir.
__ADS_1
"Mampir dulu Mas Joko. " Kata Bu Ida ke anak remaja seusia Nina yang mengantarnya.
"Iya Bu. Saya langsung pulang saja. " Kata remaja itu.
"Ouh, iya mas. Terimakasih banyak ya!?"
"Iya bu, sama-sama. Mari Bu.! "
Pemuda itu pun menyalakan motornya lagi guna balik ke rumah Bu Kades. Dengan segera Bu Ida pun masuk ke rumah. Walaupun pintu tertutup tapi pintu itu tak terkunci. Dengan leluasa Bu Ida masuk rumahnya. Lampu rumah pun sudah terlihat menyala.
"Tiara, kamu dimana Nak?" Panggil Bu Ida.
"Disini Bu. " Jawab Tiara. Ternyata Tiara baru dari kamar mandi mengambil air wudhu.
"Ibu sudah pulang? "
"Sudah nak. Itu ibu bawa nasi rawon buat makan. "
"Iya bu. Tiara mau ke mushola dulu. "
__ADS_1
"Iya nak, hati-hati. "
Tiara keluar dari rumahnya menuju mushola dengan tergesa karena sebentar lagi iqomah di kumandangkan. Teman-teman Tiara sudah berdatangan. Malam ini akan diadakan kompangan anak-anak remaja mushola.