MENIKAH DENGAN SAHABATMU

MENIKAH DENGAN SAHABATMU
BAB 66 : P e n y e l i d i k a n


__ADS_3

...Are you Ready?...


...****************...


Rego menjauhkan dirinya dari pasukannya untuk menjelaskan semuanya pada Tama.


"Semua ini maksudnya apa Go?" Kepala Tama rasanya hampir pecah memikirkan semua kemungkinan yang ada, namun tetap nihil.


Rego mengeluarkan kartu nama yang tersembunyi di balik bajunya, kemudian ia berikan pada Tama.


"Lo lihat sendiri deh! ini sebenarnya rahasia makanya gue nggak pernah cerita sama kalian sebelumnya," ucap Rego terus terang.


Tama menutup mulutnya karena tak percaya dengan apa yang dirinya lihat saat ini.


"Astaga! Jadi lo selama ini Intelijen kepolisian? Kok kita semua nggak tahu Go!"


Rego memutar matanya malas, "Ya karena ini semua rahasia."


Ia mengambil alih kartu namanya dari tangan Tama, untuk segera disimpan kembali.


"Terus hubungannya sama kasus penculikan Rani apa?" tanya Tama kemudian.


"Sebenarnya ini semua masih rahasia, karena ada prosedur dari kantor gue yang harus dilaporkan terlebih dahulu sebelum orang luar tahu," terang Rego membuat Tama berdecak.


"Gue nggak punya banyak waktu!" geram Tama tak sabaran.


"Iya, bakal gue jelasin. Dengerin baik-baik! Lo ingat malam itu di villa Elgin, waktu semua minum setelah pertengkaran lo dan Waren?"

__ADS_1


Tama mengangguk, ia masih ingat mereka semua memang sempat minun di sana.


"Gelas yang Waren kasih ke lo, itu bukan gelas kosong," sambung Rego.


"Jadi, maksud lo gelas itu udah ada isinya?" tanya Tama memastikan.


Rego mengangguk, "Yap, Warren udah tetesin cairan GHB di situ."


"GHB apaan," beo Tama yang tak mengerti sama sekali dengan singkatan tersebut.


"Gamma Hidroksi Butirat, obat pemerkosa atau date rape drugs. Lo pernah denger kasus Reynhard Sinaga?"


Tama mengangguk, "Pemerkosa berantai di Inggris?"


"Iya bener. Cairan itu yang bikin lo jadi memiliki keinginan **** yang tinggi."


"Kok gue bisa nggak tahu kalau itu gelas ada isinya?" tanya Tama bingung.


Kaki Tama rasanya lemas, pantas saja ia tak mengingat apapun kejadian malam itu, "Kenapa lo baru bilang sekarang anjing!"


"Gue butuh waktu lama buat nyelidikin kasus ini Tama. Apalagi GHB di Indonesia belum termasuk kedalam narkotika, belum ada di sini. Gue harus cari tahu terlebih dahulu semua itu, juga nyelidikin Waren secara diam-diam. Lo tahu? Setelah gue curiga, gue bawa pulang itu gelas yang lo pakai."


"Terus apalagi yang lo tahu? Dan semua orang yang sekarang ada di sini?" tanya Tama lagi masih mencari jawaban demi jawaban yang mengganjal di benaknya.


"Gue akhirnya menemukan keluarga Waren yang ternyata pemilik PT Danureja, penggerak 15% pabrik cat di Indonesia. Di sini Waren Danureja dapetin cairan itu dari Inggris. Sebenarnya GHB obat yang berbeda namun nyaris sama dengan GLB (gama-butyrolactone) senyawa legal yang diperjual belikan untuk keperluan industri, biasanya untuk menghapus cat. Dan lo tahu? obat ini biasa digunakan pria gay di luar untuk meningkatkan gairah ***," jelas Rego panjang lebar.


"Jadi kenapa malam itu gue ,,,,,,,,, " ia kemudian teringat pada Rani yang telah menderita.

__ADS_1


Rego mengangguk lagi, "Iya, Waren sengaja nyusun rencana itu semua. Lo inget apa yang bikin kalian berantem malam itu?"


"Karena gue belain Rani, gue nggak terima karena Waren ngerendahin Rani," ucap Tama kembali mengingat keributan itu.


"Nahh bener banget! Dia mau bikin lo jadi orang yang ngejilat ludahnya sendiri. Setelah lo belain Rani, lo juga yang melecahkan perempuan tak berdosa itu."


"Tapi, kenapa Waren ngelakuin itu semua? Kenapa dia sampai sejauh ini?" tanya Tama masih tak habis pikir dengan apa yang Rego ceritakan satu persatu.


"Makanya, malam ini gue ada di sini. Setelah penyelidikan panjang gue, gue susun rencana untuk penangkapan Waren. Biar kita semua tahu apa yang buat Waren melakukan hal itu. Dan dugaan sementara, Waren juga melakukan proses jual beli obat ini di internet. Obat ini bahaya karena biasa digunakan untuk pelecehan seksual. Sekarang ngerti kan kenapa gue butuh waktu selama ini?"


"Oke, gue coba untuk mengerti hal itu. Sekarang tolong bebasin Rani, Go," mohon Tama pasrah.


"Gue di sini juga buat nolongin Rani, sekalian bantai Waren. Lah lo dateng-dateng bikin rusuh, kalau lo nggak gangguin kita, ini udah mulai operasinya. Mana bikin anak buah gue yang lain lo bikin sakit matanya, itu make apa sih pada teriak perih-perih!" kesal Rego.


Tama meringis merasa bersalah, "Sorry, itu make semprotan cabe. Lagian kalau lo bilang dari awal gue nggak akan segegabah ini."


"Semua butuh pertimbangan Tama, laporan lo aja di tolak kan sama polisi?"


"Kok lo tahu?"


Rego menjentikkan tangannya, "Gitu doang gampang. Sekarang gue minta lo tenang, lo tetap ngikutin arahan gue."


Setelah mengetahui semua ini akhirnya Tama mengangguk patuh, saat ini yang paling penting ia bertemu kembali dengan Rani.


[]


Ps. Ini artikel yang bisa jadi referensi kalau kalian ingin lebih tahu mengenai GHB.

__ADS_1


Sumber : BBC News Indonesia


(Apa itu GHB, Obat yang Digunakan Reynhard Sinaga untuk Membius Para Korbannya) Https://www.bbc.com/indonesia/majalah-51017378.amp


__ADS_2