Menikah Lagi Karena Wasiat

Menikah Lagi Karena Wasiat
Hampir Saja....


__ADS_3

Edo yang terkejut dengan kedatang Dika, langsung saja mengangkat tangannya dari leher Kiara dan tersenyum sinis pada Dika.


"Hay Dika, apa kabar?" tanya Edo basa basi.


"Apa yang sudah kamu lakukan pada istri ku Do?" tanya Dika tanpa memperdulikan sapaan Edo.


"Oh itu, aku hanya berusaha membantu Kiara membersihkan lehernya karna tadi ada keringat di lehernya." ucap Edo alasan dan berjalan menjauhi Kiara menuju Dika.


Dika masih tak percaya dengan apa yang di bilang Edo barusan, tapi dia berusaha untuk menahan amarahnya, karna saat ini Dika belum tau apa motif Edo mencelakai istrinya.


Dika pun berjalan mendekati tempat tidur Kiara dan menaruh bunga di meja samping tempat tidur Kiara agar harum bunga yang ia bawa bisa sampai di hidung Kiara.


"Sayang, mas bawain bunga ke sukaan kamu, kamu cepat bangun ya, mas kangen sama kamu, anak-anak juga pada kangen sama kamu, cepat sadar ya sayang dan jangan buat mas takut, dek bantu ayah buat bunda sadar ya, biar kita bisa sama-sama menanti kehadiran kamu lahir kedunia ini." ucap Dika lembut sambil mengusap perut Kiara yang sudah mulai kelihatan.

__ADS_1


Edo yang mendengar ucapan Dika pun mengepalkan tangannya tapi dia juga kaget mengetahui kalo Kiara kini tengah hamil.


"Ayo kita keluar, karna Kiara tidak boleh di tungguin hanya boleh di jenguk sebentar saja."ajak Dika pada Edo dan masih pura-pura baik dan biasa saja sama seperti dulu, karna Dika tak ingin gegabah menghadapi Edo sebelum tau apa maksud Edo melakukan ini pada keluarganya.


Edo yang di ajak keluar sama Dika hanya bisa menurut saja, karna tidak mungkin dia akan melakukan rencananya saat ini di saat ada orang yang menjaga Kiara.


Diki dan Risa yang mendengar kalo pintu ruangan Kiara sudah di tutup kembali, langsung saja keduanya keluar dari ruang persembunyiannya itu, dan mendekati Kiara apakah Kiara masih baik-bauk saja, setelah di rasa Kiara baik-baik saja, Diki pun mengintip di pintu untuk melihat apakah Edo dan Dika masih di depan ruang rawat Kiara, dan ternyata mereka masih di sana, Diki pun berinisiatif chat Dika meminta membawa Edo menjauh dari ruangan Kiara, dan Dika pun menuruti permintaan adiknya, karna juga tak mungkin dia membiarkan Edo berada di dekat Kiara jika sewaktu-waktu dokter memanggilnya.


"Yuk, gue juga mau makan, belom makan gue, tadi pulang kantor langsung kesini jenguk istri lo," ucap Edo alasan.


Setelah melihat Edo dan Dika sudah menjauh dari ruang rawat Kiara langsung saja Diki dan Risa keluar dari ruangan Kiara, dan Diki langsung menghubungi Rey dan meminta untuk segera menemuinya di sini.


Tak berapa lama Rey datang dan Diki pun langsung menceritakan apa saja yang ia dengar dari mulut Edo, dan Diki pun memutarkan rekaman yang ia rekam tadi pada Rey.

__ADS_1


Di dalam ruang rawat Kiara, sebenarnya Kiara tadi sudah sadar, tapi Kiara sengaja tetap menutup matanya agar mendengar semua apa yang di bicarakan laki-laki itu, Kiara terus mendengar semua apa yang di ucapkan Edo barusan, sambil mengingat siapa pemilik suara itu, namun juga tak menemukan siapa pemilik suara itu, sampai ia kaget saat me dengar bahwa laki-laki itu mau membunuhnya dan di rasa bahwa tangan laki-laki itu sudah berada di lehernya, Kiara berdoa semoga ada yang menolongnya, sampai ia mendengar pintu kembali terbuka dengan suara yang keras dari orang yang membuka pintu dan seketika itu tangan laki-laki itu menjauh dari lehernya, Kiara pun bernapas lega, tapi ada yang lagi mengejutkan ada yang menyentuh perutnya dengan lembut serta bicara yang sangat halus padanya, Kiara meras kenal dengan suara itu, tapi dia tidak tau.


.


.


Bersambung...


.


Maaf ya reader author baru up, soalnya kemarin author pulang kampung, kakek author berpulang, jadi di maklumi ya kalo lambat up nya, tak usahain deh nanti up lagi.


Terima kasih..salam sayang dari author ..

__ADS_1


__ADS_2