
Setelah selesai menenangkan Kiara, Dika pun berpamitan pada Kiara karna ingat janjinya dengan anak-anaknya untuk mengantarkan beli es krim.
"Sayang, mas keluar bentar ya, mau anterin anak-anak beli es krim, kamu mau nitip?" ucap Dika berpamitan pada Kiara.
"Ikut...." ucap Kiara manja.
"Ya sudah, kamu siap-siap dulu gih, cuci muka dulu, habis itu pke jaket ya, mas tunggu di bawah ya." ucap Dika sambil mengusap kepala Kiara dan berjalan menuju pintu dan keluar dari kamar menuju teras, karna si kembar sudah menunggu di teras.
Dika pun langsung bergegas turun, namun bukannya langsung ke teras menemui anak-anaknya, justru Dika melangkahkan kakinya ke dapur untuk mengecek persediaan susu anak-anak dan juga susu Kiara, biar sekalian belanja pikir Dika.
Tak lama Kiara turun dengan membawa dompet coklat andalannya saat dia akan berbelanja keperluan dapur.
"Yuk mas, aku sudah siap." ucap Kiara menghampiri Dika yang berada di dapur.
"Ya udah, yuk, anak-anak sudah menunggu di teras." ucap Dika menggandeng tangan Kiara mesra.
.
Kini Kiara dan keluarga kecilnya sudah sampai di mini market yang dekat dengan rumahnya, Kiara langsung saja berjalan menuju tepat daging, sedangkan Dika tengah mengikuti ketiga buah hatinya ketempat es krim, tak terasa hari sudah malam, setelah membeli apa yang di inginkan, Dika mengajak keluarga kecilnya untuk segera pulang, karna Dika ingin makan masakan Bu Wati yang sangat enak itu.
Saat sampai di rumah, Dika membawa belanjaan masuk, di susul Kiara di sampingnya, yang sejak tadi tak mau berjauhan sama Dika, mereka masuk kedalam rumah, dan mendapati seluruh keluarganya sudah berada di meja makan, dan langsung saja bergabung untuk makan malam bersama.
Setelah selesai makan malam, kini semua kumpul di ruang keluarga dengan menikmati teh dan cemilan buah yang sudah di kupas dan di potong-potong, dan Dika pun menyampaikan keinginannya untuk meminta Bu Wati tinggal di sana beserta Kevin, karna Dika berniat meminta Kevin bergabung di perusahaan yang ia pimpin, sebab Dika ingin Kevin menjadi wakilnya agar dia bisa meluangkan waktu untuk Kiara yang sekarang lagi hamil dan sangat manja tidak mau jauh darinya.
__ADS_1
"Ma, Pa, Bu, dan semuanya, Dika ada yang mau di omongin dan minta." ucap Dika dan mereka pun menatap Dika dengan penasaran.
"Ada apa Dik? ya udah silakan apa yang mau kamu bicarakan dan minta." ucap papa Juna mempersilahkan Dika bicara.
"Dika mau minta pada papa dan mama, buat ijinkan ibu dan kak Kevin tinggal di sini, karna Dika ingin ibu dan kak Kevin tinggal disini, agar Kiara gak kepikiran karna ibu jauh di Surabaya, dan juga buat bantu Dika untuk jaga Kiara dan anak-anak bersama mama, dan buat kak Kevin, Dika ingin minta kak Kevin bantu gue di perusahaan, karna sekarang perusahan lagi dapat banyak proyek besar sampe di luar kota dan luar negri, dan gue gak bisa ninggalin Kiara untuk mengurus proyek itu, Lo tu sendiri kan kalo Kiara lagi gak bisa gue tinggal jauh." ucap Dika mengeluarkan apa yang ia inginkan.
"Kalo papa dan mama pasti ijinkan, kan kita udah keluarga, jadi kamu tidak perlu cemas masalah itu, lagian mama pasti senang, Wati tinggal disini, mama jadi punya teman ngobrol. ya kan pa?" ucap mama Nadin.
"Benar ma, papa gak keberatan masalah Wati dan Kevin tinggal disini, justru papa senang, karna rumah ini jadi rame, dan untuk Kevin papa juga setuju karna ke adaan Kiara yang lagi hamil muda gini, masih masa dalam Pase ngidam." ucap papa Juna membenarkan ucapan mama Nadin dan Dika.
"Gue bukannya gak ingin bantu Lo dik, tapi masalahnya gue baru di angkat jadi manager pemasaran di perusaahan tempat kerja gue, jujur gue juga ingin di sini, Lo tau kan maksud gue." ucap Kevin menolak meski ingin.
"Kamu kerja di perusaahan apa Vin?" tanya papa Juna yang pingin tau Kevin kerja di perusahaan mana.
Papa Juna langsung tersenyum begitu tau nama perusahaan tempat Kevin bekerja, karna selama ini Kevin tak pernah menyebutkan di perusaahan mana dia bekerja, dan tak di sangka tempat Kevin bekerja adalah perusahaan yang bernaung di bawah kepemimpinan papa Juna.
"Ma, minta tolong dong, ambilkan handphone papa di kamar." ucap papa Juna pada mama Nadin, dan mama Nadin pun langsung bergegas ke kamar untuk mengambilkan handphone papa Juna, setelah itu mama Nadin pun kembali ke ruang keluarga dan menyerahkan handphone papa Juna.
"Ini Pah." ucap mama Nadin sambil menyerahkan handphone papa Juna dan duduk samping papa Juna kembali.
Papa Juna pun langsung menelpon atasan Kevin dan bilang, kalo Kevin di pindahkan di perusahaan yang di pimpin Dika dengan jabatan wakil CEO yang artinya wakilnya Dika.
Kevin yang mendengar itu langsung kaget, dia tidak menyangka kalo tempat dia bekerja selama ini adalah perusahaan di bawah naungan perusahaan papa Juna.
__ADS_1
Dan Dika yang mendengar ucapan papanya langsung tersenyum lega, karna dengan begitu Kevin kini resmi jadi wakilnya di perusahaan yang ia pimpin.
"Jadi perusahaan tempat kerja Kevin di bawah naungan perusahaan om?" tanya Kevin agak kaget.
"Iya benar Vin, perusaahan itu di bawah naungan perusahaan om, dan itu sudah dari lama, makanya om dengan mudah mindahkan kamu ketempat Dika." ucap papa Juna menjelaskan.
"Jadi gak ada alasan lagi kan Lo buat nolak kerja sama gue kak?" tanya Dika.
"Gue gak tadi bilang, bukannya gue gak mau, bukan nolak, dan sekarang Lo atasan gue, nih atasan gue udah kirim email kalo mulai besok gue jadi wakil Lo." ucap Kevin sambil memperlihatkan email yang baru di kirim dari atasannya yang lama.
"Selamat bergabung di perusahaan gue kak, bantu gue untuk urus perusahaan untuk ponakan Lo." ucap Dika sambil memeluk Kevin.
"Selamat kak, Lo udah bergabung di perusahaan kak Dika, jujur sebenarnya gue mengharapkan Lo gabung di kantor gue, tapi gak apa, yang penting Lo udah gabung sama kita." ucap Diki senang.
"Makasih ya, gue akan berusaha semaksimal mungkin, agar tidak mengecewakan om, Dika, Don Lo." ucap Kevin setelah melepas pelukannya dari Dika dan Diki.
"Kiara seneng banget, akhirnya Kiara bisa kumpul lagi sama ibu dan kak Kevin." ucap Kiara senang dan memeluk ibunya.
Mereka trus berbincang-boncang sampe waktu menunjukan pukul sepuluh, dan itu artinya waktunya mereka untuk istirahat, semua orang kembali ke kamar masing-masing, tapi tidak dengan Diki dan Kevin yang memilih duduk di teras menikmati angin malam sambil membicarakan gebetan masing-masing.
.
.
__ADS_1
Bersambung....