Menikah Lagi Karena Wasiat

Menikah Lagi Karena Wasiat
Kejujuran Dika..


__ADS_3

Dengan perasaan kecewa Dika menutup kembali kotak beludru yang di dalamnya berisi cincin berlian putih itu, baru mau di masukin lagi kotak itu ke saku jas nya tangan Dika sudah ditahan oleh Kiara.


"Mas...." Ucap Kiara sambil memegang tangan Dika yang mau memasukkan kotak itu ke dalam saku jasnya.


"Ada apa..?" Tanya Dika.


"Aku mau..." Jawab Kiara malu-malu dengan wajah yang sudah merah kaya kepiting rebus.


Mendengar jawaban dari Kiara membuat Dika sangat merasa bahagia dan langsung saja dia memasangkan cincin berlian itu ke jari tangan kiri Kiara, karna jari tangan manis kanannya sudah berisi cincin pernikahannya dengan Dika dulu.


"Makasih sayang.... Mas sangat bahagia sekali,,, mas akan buktikan sama kamu kalo semua ucapan mas tadi itu benar, mas sangat mencintai kamu..."Ucap Dika dan langsung memeluk Kiara sambil terus mencium pucuk kepala Kiara.


"Iya mas,, aku juga, tapi aku minta mas jangan ulangi lagi kesalahan mas ya,," Pinta Kiara.


"Iya sayang... mas gak akan ulangi lagi kesalahan yang pernah mas buat dulu..." Ucap Dika penuh ke seriusan.


"Kita balik ke mall lagi yuk..! Pasti bunda udah nyariin nih, kita pergi gak bilang dulu sama mama," Ucap Kiara dan berdiri dari duduknya.


"Gak usah balik lagi ke mall yang, tadi mas udah ngabarin mamah lewat chat bilang kamu lagi sama mas, biar mamah gak panik tau kamu gak ada di toko itu lagi," Ucap Dika menjelaskan,, dan Kiara pun duduk kembali.


Ingin sekali Kiara bertanya pada Dika, kemana perginya Dika selama ini, tapi Kiara tak ingin merusak hari bahagianya ini dengan pertanyaan yang bisa dia tanyakan lain kali.


"Sayang..., kita makan siang yuk... udah waktunya makan siang nih,," Ajak Dika.


"Iya mas..." Jawab Kiara.

__ADS_1


"Kamu mau makan apa?" Tanya Dika saat berjalan ke parkiran mobil yang jaraknya lumayan jauh dari tempatnya duduk tadi.


"Aku mau makan cumi saus tiram sama udang tepung mas..!" Ucap Kiara, dan Dika pun langsung menuju restoran seafood terdekat, karna Dika tak ingin Kiara kelaparan.


Saat sampai di restoran Dika langsung mengajak Kiara mencari tempat duduk yang nyaman, dan Dika pun langsung memanggil pelayan dan memesankan makan yang Kiara inginkan dan juga makanan untuk dirinya.


Kiara makan dengan nikmat, Kiara merasa bahagia bisa makan bersama dengan suaminya tanpa paksaan dan penuh dengan perhatian dari Dika untuknya, bukan hanya dirinya saja yang merasakan kasih sayang Dika, tapi juga ketiga anak yang dikandung Kiara, karna tendangan anak-anaknya tak sekeras biasanya.


Saat selesai makan, Dika mengajak Kiara untuk pulang, Dika berniat akan meminta maaf pada orang tuanya, karna Selami ini Dika telah menelantarkan. Kiara dan juga anak yang di kandung Kiara.


Saat sampai rumah, Dika langsung turun dari mobil dan berjalan mengitari mobilnya untuk membukakan pintu untuk Kiara, setelah Kiara turun, Dika langsung menautkan jemarinya ke jemari Kiara dan berjalan menuju pintu rumah.


Tok.... Tok... Tok...


Pintu pun di buka dengan bik Asih asisten rumah tangga di sana.


"Mama sama papa udah pulang bik?." Tanya Dika.


"Sudah den.. lagi pada di ruang keluarga." Jawab bik Sumi.


Dika pun menarik tangan Kiara lembut dan berjalan ke ruang keluarga untuk menemui mama dan papa nya,


Saat sampai di ruang keluarga, Dika dan Kiara langsung menyapa dan Salim pada mama Nadin dan papa Juna,


"Ma, pa.." Ucap Dika dan langsung mencium punggung tangan kedua orang tuanya itu dan di ikuti Kiara yang berada di belakangnya.

__ADS_1


Setelah selesai mencium tangan kedua orang tuanya Dika dan Kiara duduk di sofa yang berada di samping kanan tempat orang tuanya duduk,


Mama Nadin dan papa Juna menatap tajam pada Dika yang membuat nyali Dika menciut, pasalnya selama ini orang tuanya tak pernah menatapnya dengan tajam seperti itu, dan Dika sadar dengan apa yang di lakukan nya itu memang pantas untuk mendapatkan tatapan tajam bahkan lebih dari itu,


"Kamu gak kenapa-kenapa kan sayang? kamu gak di kasarin kan sayang?." Tanya mama Nadin khawatir sama Kiara.


"Gak kok ma,, Kiara gak papa kok, Kiara baik-baik saja." Jawab Kiara tersenyum.


"Kamu bawa kemana anak perempuan mama?." Tanya mama Nadin dengan tatapan sinis nya.


"Dika cuma ajak Kiara ke taman sama makan siang di luar mah, Pah,! "Ucap Dika menjelaskan.


"Apa tujuan kamu membawa Kiara pergi tadi? apa kamu ingin mencelakakan Kiara agar anak yang di kandung Kiara keguguran!" Ucap papa Juna dingin dan menatap Dika tajam seakan mencabik-cabik Dika dengan tatapan tajam papa Juna.


Dika yang di tatap seperti itu jadi bergeridik ngeri, membuat nyali Dika semakin menciut, tapi Dika sudah membulatkan tekad kalo dia akan berjuang demi mendapatkan maaf dari kedua orang tuanya itu,


"Demi tuhan,,, tidak ada sedikit pun terlintas di fikiran Dika, kalo Dika tadi ngajak Kiara ke taman untuk berniat mencelakakan Kiara dan kandungan Kiara, karna anak yang Kiara kandung itu anak Dika pah, mah,!


Dika sadar kalo Dika dulu pernah meminta Kiara untuk menggugurkan kandungan Kiara, karna saat itu Dika masih gak percaya dan belum bisa terima kalo Kiara hamil anak Dika, pasalnya Dika sama Kiara cuma tidur bersama satu kali, tapi setelah Dika cari tahu tentang Kiara dan apa yang di lakukan Kiara di belakang Dika, akhirnya Dika sadar kalo anak yang Kiara kandung itu anak Dika, dan Dika juga sangat bersyukur kalo Kiara tidak menggugurkan kandungannya.


Dari sebulan yang lalu Dika selalu mengawasi Kiara dari jauh, Dika menyuruh orang-orang Dika untuk mengawasi Kiara dari jauh, karna Dika tak ingin Kiara dan anak Dika kenapa-kenapa.


Mah, pah, please kasih Dika kesempatan untuk memperbaiki rumah tangga Dika sama Kiara, karna Dika sadar kalo sekarang Dika sangat mencintai Kiara mah, Dika selama ini tersiksa karna terus menolak kehadiran Kiara dalam hati Dika, mah, pah, ijinin Dika untuk bersama lagi sama Kiara,."Pinta Dika sambil bersujud dengan air mata yang sudah meleleh di wajah tampan Dika,


mama Nadin dan papa Juna yang mendengar pengakuan Dika dan melihat kesungguhan hati Dika sampai dia menangis dan bersujud seperti itu membuat keduanya menghela nafas, mama Nadin dan papa Juna juga dari tadi memperhatikan gerak mata Dika bermaksud mencari kebohongan di mata Dika, namun sayangnya mereka tak menemukan apa yang mereka cari.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2