
"Tidakkah ada kesempatan buat mas kembali lagi sama kamu lagi Kiara? jujur sampai saat ini mas masih sangat mencintai kamu, sedikit pun perasaan itu masih sama, tidak pernah berkurang sedikit pun sampai saat ini.
Maaf kan mas, karna mas dulu lebih memilih warisan dari pada kamu, karna pada saat itu mas berfikir, mas akan menceraikan dia saat usia pernikahan mas tiga bulan, dan mas pun sudah mendapatkan ahli waris keluarga mas, jadi kita tidak akan hidup susah kedepannya. karna yang mas Fikirin saat itu adalah bagaimana caranya agar kamu hidup bahagia, berkecukupan tanpa harus kamu susah-susah bekerja seperti saat itu, karna mas hanya karyawan biasa bahkan rumah saja kita ngontrak. mas hanya ingin memberikan kehidupan yang layak buat kamu." ucap Dito menyesal dan menjelaskan maksud dan tujuannya dulu meninggalkan Kiara.
"Maaf mas, aku gak bisa, banyak hati yang harus aku jaga, terutama ketiga anak aku dan juga suami aku, aku gak mau anak-anak aku kehilangan kehangatan keluarganya, lagian perasaan aku sama mas sudah pergi entah kemana pada saat aku melihat foto resepsi pernikahan kamu yang begitu megah tepat pada saat kamu melakukan resepsi waktu itu." ucap Kiara.
"Lagian aku juga merasa sangat berdosa pada mendiang bapak aku, menikah siri sama kamu meskipun tidak sah, karna bapak aku sudah menyiapkan aku jodoh sejak aku masih kecil, yaitu suami aku sekarang.
Aku mohon sama mas, tolong lupakan aku, kalo mas beneran sayang dan cinta sama aku, biarkan aku hidup bahagia sama keluarga aku mas, aku yakin mas pasti akan mendapatkan kebahagiaan mas juga, kalo mas ikhlas menjalaninya." ucap Kiara lagi.
"Kamu menikah karna dijodohin?" tanya Dito
"Iya mas, aku menikah lagi karna wasiat bapak aku, aku gak mau bikin keluarga aku kecewa sama aku terlalu dalam, bahkan sampai saat ini, keluarga aku tidak tau kalo aku pernah menikah sama kamu, karna yang tau hanya keluarga suami aku dan juga suami aku, lagian dulu kita juga tidak mendapatkan restu dari keluarga kami, bertahun-tahun kita berjuang tapi pada akhirnya kita juga harus berpisah, mungkin ini sudah takdir cinta kita berakhir sampai saat itu, dan aku akan selalu berdoa buat kebahagian kamu di setiap aku berdoa, tak pernah lepas aku mendoakan orang-orang yang aku sayang agar mendapatkan kebahagian termasuk kamu mas, karna aku gak mau kamu masih berharap terus sama aku, aku mau kamu lupain aku, kejar kebahagian kamu dengan istri kamu mas." ucap Kiara sambil tersenyum ke arah Dito.
"Sembilan tahun bukan waktu yang sebentar mas, jangan sampai kamu kehilangan istri kamu karna istri kamu sudah tak sanggup menunggu kamu menerima dia dan berpaling pada laki-laki lain yang bisa memberikan dia kebahagiaan. Fikiran ucapan aku mas, aku gak mau kamu menyesal untuk yang kedua kalinya! aku pamit mas," ucap Kiara lagi dan pergi meninggalkan Dito yang termenung dengan kata-kata yang barusan Kiara keluarkan.
Dito hanya diam saja mendengarkan ucapan Kiara, dan dia pun mulai memikirkan istrinya yang setia sampai saat ini, meski selalu ribut setiap hari karna istrinya itu hanya minta sedikit saja perhatiannya, tapi dirinya malah selalu mengabaikan istrinya, bahkan tak jarang Dito juga mengeluarkan kata-kata kasar disaat istrinya meminta untuk tidur di kamarnya, karna pada sampai saat ini Dito selalu tidur di ruang kerjanya, dan akan kembali ke kamarnya di pagi hari hanya untuk mandi dan berganti pakaian saja.
__ADS_1
Setelah cukup lama termenung Dito pun langsung mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi sang istri untuk pertama kalinya, karna selama ini Dito tak pernah menghubungi istrinya, paling istrinya terus yang menghubunginya.
Langsung saja Dito mencari nomor kontak istrinya dan langsung memanggilnya, setelah menunggu beberapa saat akhirnya panggilan itu pun di angkat.
"Halo..., kamu lagi dimana?" tanya Dito pada Anita istrinya.
"Aku masih di restoran tadi nungguin kamu mas, karna mama sudah pulang tadi di jemput sama supir." ucap Anita.
"Kamu tungguin aku disitu jangan kemana-kemana!" ucap Dito dan langsung mematikan panggilan telponnya, setelah itu Dito pun langsung menaruh selembar uang merah di bawah gelas dan Dito pun langsung berlari keluar dari restoran itu menuju restoran sebelumnya untuk bertemu dengan istrinya.
Tanpa fikir panjang Dito langsung berjalan ke arah istrinya dan langsung berdiri di sebelah istrinya, sambil menatap istrinya yang masih belum menyadari keberadaanya yang lagi berdiri disampingnya.
"Anita.." panggil Dito lembut.
Anita yang merasa dipanggil langsung saja dia memalingkan wajahnya, tapi dia langsung kaget karna tidak biasanya Dito memanggil dirinya dengan nada lembut.
"Mas..." ucap Anita tertahan, karna Dito langsung menarik tangan Anita untuk berdiri dan habis itu langsung menarik Anita dalam pelukannya, bahkan sangat erat Dito memeluk Anita untuk pertama kalinya setelah sembilan tahun menikah.
__ADS_1
Kiara yang tak sengaja melihat Dito dan istrinya berpelukan ikut bahagia, karna Kiara berfikir Dito sudah menyadari apa yang seharusnya dia kejar, dan yang seharusnya dikejar dan pertahankan adalah istrinya dan juga rumah tangganya.
"Maafkan aku.." ucap Dito di sela-sela pelukannya.
"Mas kenapa?" tanya Anita heran dan melepaskan diri dari pelukan Dito, meski dia masih sangat ingin berada diperlukan Dito tapi di bingung dengan perubahan Dito setelah bertemu dengan Kiara, pasalnya tak pernah sekali pun Dito seperti ini sama dia.
"Maafkan aku yang selalu mengabaikan kamu, maafkan aku yang selalu menyakiti kamu,, maaf..., maaf untuk semuanya, aku menyesal," ucap Dito menangkup wajah Anita dengan kedua tangannya.
"kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, mari kita mulai pernikahan kita dari awal, aku janji tidak akan menyakiti kamu lagi, tidak akan memperlakukan kamu kaya kemarin-kemarin, dan aku akan tidur di kamar kita seperti apa yang selama ini kamu inginkan, ijin kan aku memperbaiki rumah tangga kita" ucap Dito penuh penyesalan karna selama ini telah mengabaikan istrinya sembilan tahun.
Anita yang mendengarkan kata-kata yang keluar dari mulut Dito, langsung saja air matanya mengalir tanpa permisi di pipinya, karna Anita tak menyangka doa-doanya selama ini di kabulkan sama tuhan, dan dia sangat bahagia sampai air matanya tanpa permisi keluar mengalir begitu saja di wajah cantiknya.
.
.
Bersambung....
__ADS_1