
Dengan segera Dika langsung melepaskan pelukannya dari Natali dan segera bangun menuju Kiara yang masih diam mematung melihat apa yang Dika lakukan, Kiara memang sengaja tak pergi setelah melihat Dika tengah pelukan dengan perempuan hamil itu, karna Kiara ingin Dika menjelaskan apa yang barusan dia lihat.
"Sayang, kamu jangan salah paham dulu, mas bisa jelasin, ini tak seperti yang kamu lihat, mas tak ada hubungan apa pun lagi dengannya setelah mas kembali waktu itu, mas hanya milik kamu, dan tak akan pernah terbagi lagi." ucap Dika menjelaskan.
Kiara masih diam dan memandang Dika dengan tajam meskipun air matanya masih mengalir.
"Ok, sekarang mas jelaskan semuanya biar kamu gak salah paham sama mas." ucap Dika.
"Dia Natali mantan pacar mas, tapi mas sudah tak ada hubungan apa pun lagi dengan nya semenjak mas kembali sama kamu, karna cuma kamu yang mas cintai, dia awalnya datang kesini untuk meminta pertanggung jawaban atas kehamilannya, tapi mas gak mau tanggung jawab karna anak yang dia kandung bukan anak mas, dan anak yang dia kandung adalah selingkuhannya waktu dia masih jadi pacar mas, mas tadi meluk dia cuma buat ngasih semangat karna dia sedang rapuh dan dia juga tak punya keluarga lagi di dunia ini, dan pacarnya dia ninggalin dia saat tau dia lagi hamil anaknya." ucap Dika panjang lebar menjelaskan.
"Apa mas? tanggung jawab atas kehamilannya?" tanya Kiara.
"Iya sayang, tapi mas gak mau, orang itu bukan anak mas kok." jawab Dika.
"Berati selama ini mas sering melakukan itu sama dia?" tanya Kiara menatap Dika tajam.
__ADS_1
"I..., iya itu dulu sayang, waktu mas pergi dari rumah waktu mas gak terima kamu hamil anak mas." jawab Dika gugup.
"Oh jadi, dulu waktu mas pergi ninggalin aku yang lagi hamil, mas enak-enakkan pacaran dan bahkan sampai melakukan hubungan itu, bahkan kamu satu tahun pergi ninggalin aku mas! tega kamu sama aku mas, jahat kamu mas." ucap Kiara marah dan langsung pergi dari ruangan Dika, tanpa mau mendengarkan ucapan Dika lagi.
"Sayang mas minta maaf, mas akui mas salah, tapi mas janji gak akan kaya gitu lagi, mas akan menebus semua kesalahan mas sama kamu dan juga anak-anak kita." ucap Dika sambil mengejar Kiara.
Kiara masih saja tak menghiraukan omongan Dika, Kiara justru langsung keluar dari gedung itu dan langsung menaiki mobil yang sudah menunggu di depan gedung meninggalkan Dika yang masih mengejarnya sambil terus berbicara meminta maaf.
Kiara langsung pergi dari gedung itu menuju rumah, dan langsung mengemasi pakaiannya juga pakaian si kembar, karna dia berniat akan pergi dari rumah itu untuk menenangkan diri sementara waktu.
Kiara juga meminta pada semua pengasuhnya untuk me non aktifkan handphonenya agar tak ada yang menghubunginya, begitu juga dengan pak supir yang Kiara suruh untuk tak memberitahu kemana perginya dirinya beserta anak-anaknya, meski Kiara tak yakin pak supir akan menuruti perintahnya, karna suaminya itu pasti akan memaksa untuk di beritahu Kana dia mengantar Kiara pergi.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, kini mereka sudah sampai di Jogja, Kiara langsung mencari rumah kontrakan untuk mereka tinggal sekarang, karna sudah menjelang sore hari dan dia juga merasakan tubuhnya sangat lelah, lelah hati, dan juga fikiran.
.
__ADS_1
Sedangkan di Jakarta, semenjak Kiara meninggalkan kantor kemarin, Dika langsung pulang menyusul Kiara, namun dirinya terlambat, karna Kiara sudah pergi membawa anak-anaknya serta pengasuh anaknya sebelum Dika datang.
Dika nampak panik setelah mengetahui Kiara pergi meninggalkan dirinya, Dika mencari Kiara ke seluruh Jakarta, bahkan Dika juga mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari Kiara, namun hasilnya tak ada satu pun yang tau di mana Kiara berada, hingga Dika teringat pada sopir yang mengantar Kiara kemanapun.
Dan Dika langsung saja menanyakannya, bahkan Dika sempat mengancam akan memecatnya kalo dia tak mau memberitahu kemana Kiara pergi, dengan terpaksa bapak supir itu memberi tahu kalo dirinya mengantar Kiara ke stasiun kereta api, namun tak tau kemana arah tujuan Kiara, karna Kiara tak memberi tahu kemana tujuannya pada pak supir itu.
Dika yang mendengar Kiara pergi naik kereta, Dika berfikir kalo Kiara akan pulang ke Surabaya, dan hari itu juga Dika langsung pergi ke bandara menggunakan jet pribadinya untuk menyusul Kiara ke Surabaya, namun setelah Dika sampai di Surabaya, Dika masih belum berani masuk ke rumah mertuanya itu, Dika saat ini hanya mengamati dari sebrang jalan, karna nampak dari luar kalo di rumah itu sama sekali tak ada tanda-tanda kehadiran Kiara disana, dia berfikir kalo Kiara masih dalam perjalanan, jadi dia memutuskan untuk menunggunya di sini saja.
Sampai malam hari tiba, Kiara juga belum juga tampak datang ke rumah mertuanya itu, dan itu membuat Dika tambah panik, dan langsung menyuruh anak buahnya yang ada di Surabaya untuk mencari keberadaan anak dan istrinya tersebut.
.
Sudah seminggu Kiara pergi, Dika masih belum bisa menemukan dimana keberadaan istrinya, Dika nampak frustasi mencari keberadaan anak dan istrinya yang sampai saat ini belum juga ketemu, bahkan orang tua Dika tampak sangat marah, dan menyalahkan Dika atas ketidak jujuran Dika pada Kiara sebelumnya, papa Juna juga sudah ikut membantu mencari menantu dan juga cucu-cucunya, mama Nadin yang begitu syok mengetahui kalo Kiara pergi dari rumah dan membawa ketiga cucunya langsung pingsan, dan bahkan sampai sekarang mama Nadin tidak mau berbicara dengan Dika, mama Nadin sangat marah dengan sikap Dika yang tak bisa tegas sama perempuan ular itu.
Mama Nadin akan memaafkan Dika jika Dika sudah berhasil membawa menantu juga cucu-cucunya pulang kerumah lagi, dan itu membuat Dika tambah stres, bagaimana tak stres, udah istri dan anak hilang, orang tuanya marah, bahkan kini mamanya tak mau berbicara dengannya, belum lagi masalah kantor yang begitu banyak berkas yang harus dia pelajari dan juga tanda tangani membuat otak Dika rasanya mau pecah, tapi untung ada Rey yang bisa di andalkan mengantikan dirinya mengurusi urusan kantor, meski tak semuanya, tapi setidaknya Rey bisa menggantikannya meeting dengan beberapa investor yang mau bekerja sama dengan perusahaanya.
__ADS_1
Bersambung....