
"Sayang, makan apa itu? mas beliin aja ya, kamu kan tau mas gak bisa masak, lagian mas juga gak tau makan itu kaya apa dan bagaimana rasanya." ucap Dika mencoba menolak secara halus permintaan Kiara yang Dika rasa mustahil untuk Dika lakukan.
"Gak mau, maunya harus cireng dan harus mas yang buat." ucap Kiara cemberut dan hampir menangis.
"Tapi mas gak tau itu makanan apa sayang, lagian mas kan gak bisa masak, gimana kalo kita minta bik asih aja yang buat?." ucap Dika dan langsung membuat Kiara menangis.
Dika yang melihat istrinya menangis langsung saja menarik kepala Kiara ke dalam dekapannya, dan berpikir gimana caranya dia membuat makanan yang di minta istrinya itu.
"Ya udah, kita lihat cara membuatnya dan bahan-bahannya di internet aja yuk, cari tutorialnya biar mas bisa bikin cireng buat kamu." ucap Dika setelah berpikir dan hanya internet jawaban yang ia dapat agar bisa membuatkan makanan yang di minta Kiara.
"Yuk, mana handphone mas, kita lihat sekarang dan habis itu kita beli bahan-bahannya." ucap Kiara bersemangat dan tangisnya tadi hilang sekejap mata.
Setelah melihat cara membuat cireng, langsung saja Kiara mengajak Dika untuk pergi ke super market untuk membeli bahan-bahan yang yang di butuhkan untuk membuat cireng, dan setelah itu mereka pun langsung Pelang kerumah dengan Kiara yang semangat empat lima akan menyaksikan sang suami membuat cireng buat dirinya.
__ADS_1
.
Setelah sampai rumah Dika pun langsung dipaksa ke dapur untuk langsung membuatkan cireng dan di saksikan Kiara langsung, Dika hanya bisa pasrah menerima permintaan istrinya, karna Dika sebisa mungkin akan menuruti apa pun permintaan Kiara selama dia mampu.
Setalah sekian lama menunggu dan menyaksikan perjuangan suaminya membuatkan cireng, Kiara sangat senang saat pertama kalinya masukkan cireng itu kedalam mulutnya lengkap dengan bumbu kecap dengan irisan cabe rawit itu dan rasanya sangat Kiara suka.
"Mas, ini rasanya enak sekali, mas mau coba? enak banget Lo, tapi jangan banyak ya." ucap Kiara dan Dika yang penasaran dengan hasil buatannya pun menyicipi cireng buatannya itu, tapi saat baru saja cireng itu masuk dalam mulutnya Dika langsung berlari ke wastafel untuk mencuci mulutnya yang terasa kebakar dengan rasa pedas yang memenuhi mulutnya itu.
"Sayang jangan dimakan, itu pedas sekali, nanti kamu sakit perut nanti." ucap Dika dan langsung menarik piring yang berisi cireng itu menjauh dari hadapan Kiara.
"Jangan dimakan sayang, ini tu pedas sekali, nanti kamu bisa sakit perut." ucap Dika.
"Mas jahat.. hiks.. hiks..." ucap Kiara sambil menangis.
__ADS_1
Mama Nadin dan papa Juna serta ibu Wati yang baru datang langsung kaget saat mendengar Kiara menangis dan bilang Dika jahat dengan segera mereka menghampiri Kiara dan Dika masih dalam masing-masinh menggendong Angel yang tertidur karna kelelahan.
"Ada apa ini..? kenapa Kiara menangis Dik?" tanya mama Nadin panik.
"Mah, lebih baik mama bawa dulu Angel ke kamarnya, habis itu baru aku jelasin." ucap Dika dan para orang tua pun berlalu ke kamar Angel untuk menidurkan dan habis itu mereka pun langsung berjalan menuju meja makan untuk minta penjelasan kenapa Kiara bisa menangis seperti itu.
"Sayang jangan nangis ya, cup..., cup..., cup.." ucap mama Nadin dan langsung memeluk Kiara.
"Mah,, mas Dika jahat.... Hiks... hiks... hiks..." adu Kiara pada mama Nadin.
.
.
__ADS_1
Bersambung....-