Menikah Lagi Karena Wasiat

Menikah Lagi Karena Wasiat
Kehangatan Keluarga.


__ADS_3

Setelah beberapa hari Kiara di rawat di rumah sakit, akhirnya hari ini Kiara di perbolehkan pulang, dan harus berhati-hati, meski ke adaan Kiara dan janinnya sudah baik-baik saja, tapi dokter tetep menyarankan untuk tidak melakukan pekerjaan apa pun untuk sementara waktu sampe usia kandungan Kiara memasuki usia tiga bulan kedepannya.


Saat ini Kiara dan Dika sudah ada di dalam mobil menuju rumah, dan pada saat berada di lampu stopan, Kiara meminta berhenti di pinggir karna Kiara melihat ada tukang rujak yang mangkal di dekat lampu stopan.


"Mas nanti habis lampu merah ini, berhenti di depan ya, aku mau beli rujak yang itu." pinta Kiara sambil menunjuk tukang rujak yang di maksud.


"Jangan beli rujak di sana ya sayang, gimana kalo buat saja rujak di rumah, tadi pagi ibu dan mama ke pasar udah beliin buah untuk kamu pake rujak, kata mama ada mangga moda loo," ucap Dika, karna Dika tak ingin Kiara memakan rujak dari tukang rujak itu, takut gak bersih dan bikin Kiara sakit perut nantinya.


"Gak mau mas, aku maunya yang itu, nanti buah yang udah di beli mama sama ibu pake nanti malam saja." ucap Kiara,


"Tapi sayang, nanti kamu sakit perut gimana? kan rujak itu belum tentu di cuci bersih sama Abang tukang rujaknya, mas gak mau kamu sakit perut, baru juga pulang dari rumah sakit, emang mau lagi balik masuk rumah sakit." ucap Dika mengeluarkan apa yang dia rasakan.


"Tapi aku maunya makan rujak yang itu mas." ucap Kiara lirih dengan mata yang sudah berkaca-kaca sambil menundukkan kepalanya.


Dika yang mendengar suara lirih Kiara, langsung saja melihat Kiara yang berada di sampingnya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat Kiara yang sudah hampir menangis karna dia melarang Kiara memakan rujak dari tukang rujak yang ada di depannya itu.


Dengan berat hati Dika melajukan mobilnya pelan dan berhenti tepat di depan tukang rujak yang banyak pembelinya itu, karna Dika tak ingin melihat Kiara sedih karna keinginannya tak terpenuhi.


"Mau mas belikan apa kamu pergi kesana sendiri?." tanya Dika saat mobilnya sudah berada tepat di depan gerobak tukang rujak itu.


Kiara yang mendengar ucapan Dika langsung saja mendongakkan kepalanya dan melihat di samping kirinya ternyata tepat di depan gerobak rujak yang ia pingin itu.


"Mas...." ucap Kiara terhenti karna sudah di potong ucapannya lebih dulu sama Dika.

__ADS_1


"Mas gak mau lihat kamu sedih sayang, tapi ini untuk yang terakhir kalinya ya." ucap Dika sambil mengelus pucuk kepala Kiara.


"Makasih mas," ucap Kiara dan memberikan senyum semanis mungkin.


"Ya udah, mau mas belikan apa kamu yang beli sendiri, tapi mas ikut di belakang kamu?." tanya Dika.


"Mas aja yang beliin, soalnya Beby nya minta ayahnya yang beliin." ucap Kiara sambil menundukkan kepalanya malu.


"Ya udah mas beliin, buahnya mas pisah sama bumbunya ya, biar gak kepedasan nanti kamu makan kalo di campur." ucap Dika.


"Iya mas, tapi aku mau buahnya, cuma jambu, mangga sama pepaya aja ya, tapi pepayanya yang udah matang biar manis." ucap Kiara memberi tahu keinginannya, dan Dika pun langsung mengiyakan dan langsung turun dari mobil trus berjalan ke arah gerobak rujak tersebut.


Setelah mendapatkan rujak yang di inginkan Kiara, Dika pun langsung melajukan mobilnya pulang, karna Kiara tak ada lagi yang mau di beli, setelah beberapa saat, akhirnya mobil Dika memasuki pekarangan rumahnya, dan sudah di sambut oleh seluruh penghuni rumah termasuk para bibi yang bekerja di rumah itu.


"Selamat datang sayang." ucap mama Nadin saat melihat Kiara baru turun dari mobil, dan langsung menghampirinya dan menggandeng tangan Kiara mengajaknya masuk kedalam rumah,


"Bunda.." ucap ketiganya berbarengan dan langsung menyerbu Kiara dengan memeluk pinggang Kiara.


Kiara yang melihat anaknya seperti itu juga merasa terharu, apa lagi tadi sempat melihat ketiga buah hatinya dengan mata berkaca-kaca semakin membuatnya sedih, dan kangen yang teramat dalam pada buah hatinya itu.


Kiara langsung melepaskan pelukan anak-anaknya di oinggangnya dan Kiara pun langsung berjongkok agar bisa membawa ketiga buah hatinya dalam pelukannya, dan semua orang yang melihat itu, mereka yang melihat itu merasa terharu dengan kehangatan antara anak dan ibunya itu melepas rindu, begitu juga Dika yang melihat keharuan itu langsung saja ikut berjongkok dan langsung memeluk kesayangannya itu.


"Udah ah, kangen-kangennya di lanjut nanti lagi, sekarang kita masuk dulu, masa terus di teras gini," ucap mama Nadin menyadarkan menantu dan anaknya yang lagi melepas rindu.

__ADS_1


"Ya udah yuk, kita kedalam dulu, kasihan bunda nanti kecapean kan bunda baru pulang dari rumah sakit." ucap Dika pada ketiga buah hatinya itu setelah mereka mereka melepaskan pelukannya itu.


"Ayo bunda, adek mau dekat-deket terus sama bunda, soalnya Ade masih kangen sama bunda." ucap si cantik dan menggandeng tangan kiri Kiara masuk kedalam rumah dan menuju ruang tamu agar bisa duduk bersama dengan keluarga besarnya.


"Abang juga masih kangen sama bunda." ucap Abang Elo dan langsung menautkan tangannya di tangan kanan Kiara.


"Kakak juga." ucap kakak Elio yang tak mau kalah mengungkapkan isi hatinya pada bundanya kalo dia juga masih kangen seperti saudara-saudaranya itu, dan mengekori Kiara dari belakang sambil memegang ujung baju Kiara agar bisa juga ikut menyentuh Kiara seperti saudara kembarnya.


"Ya udah sini duduk di dekat bunda seperti biasa ya, tapi gak boleh duduk di pangkuan bunda, karna sekarang di perut bunda ada adik kalian." ucap Dika menyuruh buah hatinya duduk di dekat Kiara dengan posisi Abang Elo berada bawah di antara kaki Kiara dengan kepala di sandarkan di salah satu kaki Kiara, dan kakak Elio berada di sisi kanan Kiara, dan si cantik berada di sisi kiri Kiara dan Dika duduk di samping putri cantiknya itu.


Mereka semua ngobrol cukup lama, sampai tak terasa waktu sudah menunjukan sudah waktunya makan siang, dan dengan segera mama Nadin dan Bu Wati pergi ke dapur untuk membuat hidangan makan siang di bantu para bibi yang bekerja di rumah itu.


"Mas rujak aku mana?." tanya Kiara yang baru ingat rujaknya setelah sekian lama mereka ngobrol di ruang tamu sama keluarganya.


"Yah mas lupa, kayaknya masih ketinggalan di mobil deh, mas lihat dan ambil dulu ya." ucap Dika dan langsung berjalan menuju garasi mobilnya untuk mengambil rujak Kiara, tapi saat Dika baru berada di teras rumahnya, Dika melihat rujak Kiara sudah tergeletak di halaman rumahnya dengan keadaan sudah terbuka dan hancur, mungkin terlindas mobil Dika tadi.


Dengan wajah yang rasa bersalah Dika masuk lagi ke dalam rumah dan memberi tahu Kiara kalo rujaknya sudah tidak ada dan terlindas mobilnya tadi.


"Sayang, maaf rujaknya tadi kayaknya jatuh deh saat nurunin barang-barang kita dari rumah sakit, terus tak sengaja terlindas mobil mas tadi saat masukin mobil ke garasi." ucap Dika jujur apa adanya.


"Yah mas..." ucap Kiara sedih setelah mendengar penjelasan Dika.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2