Menikah Lagi Karena Wasiat

Menikah Lagi Karena Wasiat
Kejujuran Rey


__ADS_3

Hari ini Kiara tak pergi ke butik, Kiara menghabiskan waktunya dengan membuat kue nastar kesukaannya semenjak hamil, karna dulu Kiara tak suka dengan buah nanas, tapi kini menjadi sangat suka meskipun hanya bisa menikmati dari selainya saja, karna orang hamil kan gak boleh makan buah itu,


Setelah selesai membuat kue nastar, Kiara menikmati kue buatannya itu di gazebo belakang rumah dekat kolam renang,


dengan ditemani secangkir teh jahe madu juga alunan lagu dari handphone nya membuat Kiara merasa senang,


Sampe sore hari Kiara masih betah berada disana, jika tidak kehadiran Rey yang datang berkunjung setelah ia pulang kantor membawakan bakso mercon pesenan Kiara tadi siang,


"Ibu hamil di larang lo berada di luar menjelang malam, masuk gih tar masuk angin lo..." Kata Rey mengingatkan


"Kamu bikin kaget tau gak,, iya ini mau masuk kok,,, mana pesenan aku?" Tanya Kiara


"Ini bakso mercon pesenan kamu, cepetan makan biar gak keburu dingin," Jawab Rey sambil menyerahkan bungkusan yang ia bawa

__ADS_1


"Makasi Rey,, sebagai gantinya kamu boleh makan kue nastar yang tadi aku bikin, tadinya itu semua buat aku, tapi karna kamu sudah baik sama aku membelikan bakso yang aku inginkan jadi kamu boleh makan kue itu," Ucap Kiara


"Bener nih aku boleh makan, nanti kamu marah lagi setelah aku makan kue itu" kata Rey yang takut makan kue nastar yang di bilang Kiara, pasalnya beberapa waktu yang lalu saat masih di Surabaya Kiara juga pernah seperti itu mengijinkan Rey makan kuenya tau - tau setelah kuenya habis Kiara marah sama Rey dan menyuruh Rey untuk mengembalikan kue yang sudah di makan itu, dan dengan terpaksa Rey kembali lagi ke supermarket untuk membelikan kue yang tadi Rey makan.


"Beneran,,, di jamin gak kaya gitu kok,, soalnya aku sudah bikin banyak kue nastar, jadi kalo kamu makan gak akan habis he..he... he.." Jawab Kiara sambil ketawa


Rey pun akhirnya memakan kue buatan Kiara itu dengan di temani secangkir kopi di ruang tamu bersama Kiara yang juga memakan bakso mercon yang di bawakan Rey tadi.


Rey yang melihat betapa lahapnya Kiara memakan bakso itu jadi kefikiran, gimana jika Kiara menginginkan sesuatu tengah malam kaya waktu mereka di Surabaya, siapa yang akan Kiara mintain tolong, mengingat kamar pembantu dan juga supirnya ada di rumah belakang yang memang di buat terpisah dengan rumah majikannya, merasa kasihan dan dia pun berencana untuk memberi tahu keadaan yang sebenarnya pada orang tua Dika.


Setelah selesai menikmati kue nastar buatan Kiara, Rey berpamitan pulang pada Kiara dan menitipkan Kiara pada bik Asih pembantu rumah itu.


*

__ADS_1


Setelah sampai di rumahnya, Rey langsung masuk kekamar nya dan bergegas ke kamar mandi untuk menyegarkan otak dan tubuhnya,


setelah selesai membersihkan diri dan juga berganti pakaian, Rey berjalan ke arah balkon rumahnya untuk menghubungi orang tua Dika


Rey : "Tut... Tut.. Tut..."


Juna : "Halo Rey"


Rey : "Halo om,, gimana kabar om, tante dan juga Diki disana? Semua baik - baik saja kan?"


Juna : "Kami semua disini baik - baik saja semua Rey, ada apa kamu tumben nelpon om, kalo waktu jakarta ini kan sudah malam, berarti ini pasti bukan masalah kerjaan kan yang mau kamu bilang sama om?" Tebak Juna karna Juna sudah sangat hapal betul dengan kelakuan Dika dan juga Rey


Rey : "Iya om,,, Om tau aja"

__ADS_1


dan Rey pun menceritakan semua yang terjadi antara Kiara dan juga Dika bahkan sampai penolakan Dika terhadap anak yang Kiara kandung,


Bersambung,,,


__ADS_2