Menikah Lagi Karena Wasiat

Menikah Lagi Karena Wasiat
Dag Dig Dug...


__ADS_3

Setelah sampai di ruangan yang di maksud suster tadi, Dika terdiam sambil mengontrol perasaannya, Dika masih mengontrol perasaannya dan juga menyiapkan mental jika nanti Kiara tak mengenalinya, Dika berjanji akan membuat Kiara jatuh cinta kembali padanya.


Setelah bisa menguasai hatinya, Dika secara perlahan membuka pintu ruangan itu, dan nampak lah Risa duduk di samping tempat tidur Kiara, dan juga Diki yang tengah duduk di sofa sambil melihatnya, secara perlahan Dika mendekati Kiara dengan hati yang cemas, karna sejujurnya Dika tidak siap jika nanti Kiara melupakannya.


"Silahkan pak Dika." ucap Risa berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Diki berada.


"Kak, karna Lo udah di sini, gue mau cari makan dulu sama Risa ya, belum makan gue." ucap Diki pada Dika.


"Ya udah, kalian makan aja, habis itu langsung pulang aja, biar gue yang jaga Kiara sendiri malam ini, gue pingin berdua sama Kiara." ucap Dika entah kenapa dia ingin sekali menghabiskan malam dengan istrinya itu.


Diki dan Risa yang mendengar ucapan Dika mengira jika keduanya ingin melepas rindu setelah beberapa hari Kiara tak sadarkan diri, dan keduanya pun hanya menjawab ucapan Dika dengan menganggukkan kepala saja, dan setelah itu keduanya pun keluar dari ruang rawat Kiara menuju tempat parkir untuk mengambil mobil dan pergi mencari makan malam.

__ADS_1


Namun apa yang ada dalam pikiran Diki dan Risa sangat berbeda dengan apa yang ada dalam pikiran Dika, karna Dika berpikir akan menghabiskan malam ini berdua sebelum nanti ia menerima kenyataan kalo Kiara melupakannya, setidaknya ada sedikit obat buat dia menghadapi hari esok.


"Sayang, mas datang, mas sangat berharap bahwa apa yang di prediksi dokter tentang kamu itu tidak terjadi, karna mas sangat tidak ingin kamu melupakan mas dan juga anak-anak kita."ucap Dika sambil satu tangannya mengusap kepala Kiara dan satunya memegang erat tangan Kiara.


Kiara yang mendengar ucapan Dika pun perlahan membuka matanya, dan betapa terkejutnya Dika saat melihat istrinya itu membuka matanya, satu sisi dia sangat bahagia, tapi sisi lain ia takut, takut pada kenyataan Kiara akan melupakannya.


"Sayang, kamu sudah sadar? mana yang sakit? mau mas panggilkan dokter?" ucap Dika sambil menahan haru di hatinya saat melihat istrinya sadar dari tidur panjangnya.


"Ka Kamu i ingat mas?" tanya Dika terbata.


"Mas suami Kiara dan juga ayah untuk ketiga buah hati kita." ucap Kiara lembut sambil menggenggam erat tangan Dika.

__ADS_1


"Kamu tidak lupain mas sayang?, kamu tidak lupa ingatan kan?"tanya Dika girang sambil memeluk Kiara dan Kiara pun membalas pelukan suaminya itu.


"Bagaimana aku bisa lupain kamu mas, kalo aku sayang banget sama kamu!." ucap Kiara lembut masih dalam pelukan Dika.


Stelah lama keduanya berpelukan, Dika pun melepaskan pelukannya, dan menatap wajah Kiara dalam, sampai tak terasa jika wajahnya kini sudah berada tepat di depan wajah Kiara, secara perlahan Dika mengikis jarak dan langsung saja melabuhkan bibirnya di benda kenyal milik istrinya itu, Kiara yang tau maksud suaminya itu secara perlahan menutup matanya dan menikmati apa yang tengah di lakukan suaminya itu, karna semenjak hamil Kiara sangat menyukai apa pun yang di lakukan suaminya itu terhadap dirinya bahkan tak jarang Kiara yang memintanya.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Tak kasih panas dikit ya, hehehe nanti tak sambung lagi....


__ADS_2