
Di ruangan Kiara hanya ada Risa yang menemani Kiara, karna Diki tengah keluar untuk bertemu dengan Rey, Risa duduk di samping tempat tidur Kiara dan tanpa di sangka Kiara membuka matanya secara tiba-tiba, dan itu sangat mengejutkan bagi Risa.
"Mba sudah bangun..?" tanya Risa bahagia.
"Aku di mana?" tanya Kiara bingung karna dia melihat seluruh ruangan putih semua.
"Mba ada di rumah sakit mba, mba apa mba mau minum?" tanya Risa lagi dan di jawab anggukan oleh Kiara dan Risa pun dengan segera mengambil air yang ada di samping tempat tidur Kiara dan langsung di minum habis sama Kiara.
"Mba, mba kenal saya?" tanya Risa memastikan apa Kiara lupa ingatan apa tidak.
"Kamu kan Clarisa pacarnya Diki, dan juga karyawan saya di butik, mana mungkin saya lupa sama karyawan saya sendiri." jawab Kiara lembut sambil tersenyum.
"Syukurlah kalo mba masih bisa mengenali saya, karna saya takut mba lupa sama semuanya." ucap Risa.
__ADS_1
"Tidak, saya ingat semuanya, dan kemana yang lain? dan bagaimana kondisi ibu?" tanya Kiara khawatir dengan kondisi ibunya.
"Astaga, saya lupa ngabarin semuanya kalo mba sudah sadar, bentar ya mba, saya telpon Diki dulu." jawab Risa menepuk kepalanya dan segera mengambil handphone nya untuk menghubungi Diki.
.
Di tempat lain, Dika tengah duduk di cafe depan rumah sakit dengan Edo, jujur Dika sayang sama Edo karna Edi sahabat sekaligus sepupunya yang paling baik, tapi dia tidak menyangka orang yang selama ini baik padanya itu berbuat jahat pada keluarganya terutama istrinya, ingin rasanya Dika membuat perhitungan pada orang yang saat ini ada di hadapannya, tapi dia tidak bisa melakukan itu, karna begitu banyak jasa Edo untuk dirinya di masa lalu, dan hanya Edo yang tau dan mengerti dirinya bahkan Rey pun tidak tau apa yang pernah terjadi pada Dika, karna pada saat itu Dika tengah kacau karna kehilangan Kiara dulu waktu Kiara pergi selama tiga tahun, dan hanya Edo yang mengerti dirinya.
"Do, Lo tau dari mana istri gue di rawat disini?" tanya Dika dengan nada biasa saja.
"thanks ya Lo udah mau jenguk istri gue, jujur gue sedih banget lihat kondisi istri gue, apa lagi anak-anak di rumah terus nanyain ibunya, bahkan sempet gak mau makan karna kangen ibunya, gue bingung harus gimana, gue sayang banget sama Kiara, gue gak mau kehilangan dia, Lo tau kan betapa hancurnya gue saat dia ninggalin gue dulu, apa lagi saat ini Kiara lagi hamil, gue gak mau kehilangan dia lagi," ucap Dika sendu, sengaja memang Dika bicara begitu agar Edo mengerti perasaanya, dan berhenti berniat jahat pada istrinya.
"Sabar dulu aja, gue yakin Kiara bakal sadar kok." ucap Edo sambil menepuk pundak Dika.
__ADS_1
"Gue gak tau, tapi gue takut kalo Kiara sadar dan melupakan gue, terutama anak-anak gue, gue gak bisa bayangin Kiara lupain gue, gue gak bisa hidup tanpa Kiara." ucap Dika mengeluarkan isi hatinya.
"Apa? Kiara amnesia?" tanya Edo kaget.
"Kata dokter, kalo Kiara tidak sadar selama dua puluh empat jam kemungkinan Kiara akan amnesia, dan ini sudah lebih dari dua puluh empat jam, dan Kiara masih belum sadar juga." ucap Dika semakin mengeluarkan isi hatinya.
Edo yang melihat cinta dimata Dika untuk Kiara begitu besar langsung bengong dan berfikir.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
.
Maaf ya telat up nya..