
Gak usah Bu, saya pulang naik taksi saja sama Risa." jawab Nina menolak halus apa yang Kiara perintahkan tadi.
"Udah malam ini, gak baik buat perempuan naik taksi malam-malam begini." ucap mama Nadin membenarkan ucapan Kiara.
"Tapi Bu,?" ucap Nina terhenti saat Kiara mulai menangis dan a¹merengek sama Dika.
"Hiks.... Hiks.... Hiks..., mas Nina gak mau dengerin permintaan aku." ucap Kiara sambil menangis memotong ucapan Nina.
"Udah, aku dan Diki antar pulang Nina dan Risa, jadi kamu berhenti nangis ya dek." ucap Kevin langsung setelah mendengarkan adiknya menangis.
"Ya udah, kalo gitu kita pamit ya." ucap Nina dan di ikuti oleh Risa, Diki dan Kevin di belakangnya menuju parkiran.
Di ruang rawat Kiara, mama Nadin dan papa Juna serta Bu Wati di minta pulang sana Dika, karna Dika ingin agar para orang tua bisa pulang dan istirahat di rumah kasihan Angel di rumah hanya dengan asisten rumah tangganya saja, dan para orang tua pun akhirnya menuruti apa yang di bilang Dika, karna kasihan sama ketiga cucunya di rumah.
Saat ini di kamar rawat Kiara hanya ada Dika saja yang ada karna Kevin dan Diki belum juga kembali dari mengantar para gadis incarannya.
"Mas...," panggil Kiara, karna saat ini Dika tengah memeriksa email yang dikirim Rey untuk rapat besok.
"Ya sayang..," ucap Dika langsung menaruh handphonenya dan bangun dari duduknya berjalan menuju Kiara yang tengah menatapnya dengan tatapan yang tak bisa Dika artikan.
"Ada apa hem..?" ucap Dika sambil membelai kepala Kiara sayang.
__ADS_1
"Mas, a..., a.., aku mau kamu." ucap Kiara malu-malu, karna keinginannya untuk 'itu' sangat kuat sehingga mengalahkan rasa malunya.
"Hah...?" ucap Dika kaget, karna tak biasanya Kiara meminta 'itu' terlebih dahulu selama menikah, bahkan saat Dika memintanya pun Kiara masih saja malu saat mereka sudah menyelesaikan urusannya itu.
"Mas gak mau?" tanya Kiara dengan mata sudah berkca-kaca.
"Ehh...., bukan gitu sayang, kan tadi dokter bilang kalo untuk sementara waktu, mas di suruh puasa dulu, karna kandungan kamu masih lemah sayang, kan tadi kamu habis jatuh, jadi tunggu sampai janinnya kuat dulu ya, baru mas tengokin dedek bayinya." ucap Dika menolak secara halus agar tidak terjadi sesuatu sama Kiara dan juga bayinya.
"Tapi aku pengen mas." ucap Kiara lirih.
"Sayang, mas juga selalu pengen kalo melihat kamu, karna apa? karna mas sangat mencintai kamu, tubuh kamu sudah bagaikan candu buat mas, tapi untuk sementara waktu mas rela puasa demi kebaikan kamu dan dedek bayinya, nanti kalo dedek bayinya udah bisa mas tengokin, mas janji, akan menuruti kapan pun kamu minta dengan senang hati mas akan lakukan." ucap Dika ngasih pengertian pada Kiara meski dia tak tega menolak permintaan Kiara, karna rasa takut akan terjadi sesuatu yang tak di inginkan membuat Dika mau tak mau harus menolak permintaan Kiara untuk yang pertama kali.
"Ya udah deh, tapi mas janji ya, kapan pun aku minta mas gak akan menolak keinginan aku." ucap Kiara akhirnya mengalah.
"Mau..." ucap Kiara manja, dan Dika pun langsung naik ke tempat tidur dan berbaring di samping Kiara memeluk kira sambil mengusap punggung Kiara agar Kiara cepat tidur dan nyenyak.
Benar saja, tak lama Dika sudah mendengar dengkuran halus dari Kiara, dan Dika pun perlahan-lahan bangun dan berusaha melepaskan pelukan Kiara, karna Dika berniat akan melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai,
Setelah cukup lama berusaha melepaskan pelukan dari Kiara, akhirnya Dika bisa lepas juga dan bertepatan dengan kedatangan Diki, Kevin dan juga Rey yang baru kembali dari membeli makanan untuk teman ngobrol di rumah sakit sambil menunggui kira semasih belum ngantuk.
Baru saja buka pintu kamar rawat Kiara Dika langsung menyuruh mereka untuk diam, dan berjalan keluar dan mengajak mereka duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruang rawat Kiara agar tak mengganggu tidur Kiara.
__ADS_1
"Udah lama tidurnya Kiara?" tanya Kevin saat mereka sudah duduk di kursi depan ruang rawat Kiara.
"Belum, baru aja tidur," ucap Dika dan mengambil makanan ringan yang ada di sebelahnya.
"Gimana pendekatan kalian pada kedua karyawan Kiara?" tanya Dika pada Diki dan Kevin karna bukan cuma Kiara yang peka terhadap Kevin dan Diki.
"Baru juga kenalan, tapi gue akan terus berusaha agar dia bisa jadi ibu buat anak-anak gue jelek." ucap Diki mantap.
"Bagus.., gue dukung, tapi Lo harus jadi laki-laki sejati, jangan kaya gue yang bajingan menyakiti orang yang tulus mencintai dan menerima gue dan akhirnya pergi ninggalin gue karna tau kebusukan gue di belakangnya, yah, meski sekarang Kiara sudah bisa maafin gue tapi tetep aja gue mereda tidak pantas bersanding dengan Kiara dari segi manapun, dan Lo tau itu." ucap Dika menasehati adiknya yang sedang berusaha mengejar cintanya.
"Udah lah Dik, gak usah di ingat lagi kejadian yang sudah berlalu, yang perlu Lo lakuin sekarang adalah, bagaimana buat Kiara dan juga Angel serta anak yang Kiara kandung bahagia lahir batin, anggap saja Lo menebus apa yang udah Lo lakuin dulu dengan memberikan seluruh hidup Lo buat keluarga kecil Lo, karna dengan Lo melakukan itu akan buat hidup Lo akan bahagia lahir batin dengan melihat orang-orang yang sayangi bahagia dengan apa yang sudah Lo lakuin, gak perlu Lo jauh-jauh keluar negri kerja cari uang yang akhirnya meninggalkan mereka, cukup Lo pulang tepat waktu dan sekali-kali Lo belikan oleh-oleh berupa martabak atau apa gitu, itu lebih dari cukup buat Kiara dan anak-anak Lo, karna sebenarnya Kiara dan anak-anak Lo itu hanya membutuhkan kasih sayang yang penuh dari Lo, suami dan juga ayah mereka." ucap Kevin menasehati Dika.
Karna selama ini, beberapa kali dia melihat hubungan Dika dan Kiara agak renggang dengan kesibukan Dika yang kadang pergi keluar kota bahkan keluar negri meninggalkan Kiara dan anak-anaknya dalam jangka waktu lumayan lama.
"Bener tuh kak, gue juga sempat lihat mbak Kiara beberapa kali menangis karna Lo perginya lama." ucap Diki membenarkan ucapan Kevin.
"Padahal gue kerja buat mereka, agar kebutuhannya bisa gue penuhi semua, gue ingin memberikan yang terbaik buat mereka, makanya gue rela berjauhan dari mereka, meski hati gue selalu menjerit setiap kali gue menahan rindu dengan mereka, terutama Kiara, karna gue paling gak bisa jauh dari dia, tapi gue tahan demi kebahagiaan mereka pikir gue." ucap Dika lirih menyesali perbuatanya yang sering meninggalkan Kiara akhir-akhir ini karna pekerjaannya yang banyak yang tak bisa mengajak Kiara ikut bersamanya seperti dulu-dulu.
.
.
__ADS_1
Bersambung...