
Baru saja Kiara akan menjawab ucapan Dika, ponsel Dika sudah berdering, dengan sangat malas Dika merogoh saku celananya untuk mengambil handphone nya, dan tertera nama Rey disana, dan Dika pun langsung saja menerima panggilan telpon itu.
Dika📞: "Halo.., ada apa Rey...?"
Rey📞: "Lama amat Lo, gue udah jamuran nungguin Lo dari di teras nih."
Dika📞: "Harus sekarang ya brangkatnya?"
Rey📞: "Lo lagi ngapain sih, ini kita udah telat! Lo lupa kalo hari ini kita ada rapat penting?"
Dika📞: "Astaga gue lupa, ya udah gue turun sekarang."
Setelah mematikan sambungan telpon dengan Rey, Dika menghela nafas panjang, karna rencananya untuk tidak ke kantor gagal total. Dika menatap Kiara dengan wajah cemberut.
"Sayang...." ucap Dika manja dan memeluk erat Kiara.
"Udah sana berangkat, kasihan Rey pasti udah nunggu di luar kan?
Yuk kita turun sarapan." ucap Kiara dan langsung mengecup bibir Dika sekilas, dan menggandeng tangan Dika untuk keluar dari kamar.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, Kiara mengantar Dika dan ketiga anaknya ke teras rumah.
"Sayang mas berangkat ya, mungkin hari ini mas akan pulang larut, jadi jangan tungguin mas buat makan malam ya." ucap Dika dan langsung mengecup pucuk kepala Kiara dengan sayang.
"Iya mas, mas hati-hati ya, jangan telat makan." ucap Kiara mengambil tangan Dika dan langsung menciumnya.
"Bunda kami berangkat ya, muach...!" ucap Jelita dan terus mencium pipi Kiara dan di ikuti oleh kakak dan abangnya.
Setelah mobil Dika sudah tak terlihat lagi, Kiara masuk ke dalam rumahnya, dan langsung menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan diri, Kiara turun lagi menuju dapur untuk membuat kue karna sebentar lagi ibu dan kakaknya akan datang datang kerumahnya.
Dengan perasaan senang Kiara melakukan aksinya dengan di bantu beberapa asisten rumah tangganya sehingga tak terasa kue yang di buat sudah jadi dan sudah tertata sangat cantik.
Ya, butik mama Nadin sudah mama Nadin berikan pada Kiara semenjak Kiara kembali lagi kesini, karna mama Nadin hanya ingin fokus untuk suami dan juga cucunya saja, tapi Kiara tetep melaporkan apa pun yang terjadi di butik pada mama Nadin.
"Non Kiara, di depan ada non Nina datang ingin bertemu dengan nona." ucap bik Asih.
"Baik bik, bibik lanjutin ini ya bik, dan buatkan minum untuk Nina ya bik." ucap Kiara dan langsung mencuci tangannya sebelum keluar dari dapur menemui Nina yang berada di ruang tamu.
__ADS_1
"Hay Nin...," sapa Kiara dan langsung duduk di sofa depan Nina.
"Iya buk, ini saya mau minta tanda tangan ibu sama mau ngasih tau ibu, kalo ada pesanan gaun pengantin untuk bulan depan, dan dia memesan gaun yang seperti ini buk." ucap Nina dan menyerahkan gambar rancangan gaun yang dipesan.
Di saat Kiara tengah melihat gaun yang akan di siapkan, bel rumahnya kembali berbunyi, dan Kiara pun langsung berjalan membukakan pintu untuk tamunya itu, dan yang datang ternyata ibu dan kakaknya.
"Ibu.....," ucap Kiara dan langsung memeluk ibunya erat.
"Cuma ibu doang nih yang peluk.." goda Kevin.
"Kakak..., aku juga kangen sama kakak." ucap Kiara dan langsung memeluk kakak tersayangnya itu.
Kevin pun langsung membalas pelukan Kiara juga dengan erat, karna dia juga sangat merindukan adik tersayangnya itu.
"Mari masuk yuk...," ucap Kiara dan menggandeng tangan ibu dan kakaknya masuk ke ruang tamu tempat Nina berada.
Saat sudah sampai di ruang tamu, pandangan Kevin langsung tertuju pada sosok perempuan yang lagi sibuk dengan kertas yang ada di pangkuannya itu.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....