
Semua orang terkejut saat melihat jendela kamar Kiara sudah pecah dan kacanya sudah berserakan di lantai, dengan segera Dika langsung berjalan menuju Kiara dan segera memeluk Kiara yang tengah ketakutan sambil menangis.
"Sayang kamu tidak apa apa kan?" tanya Dika khawatir.
"Mas, jendelanya pecah mas." ucap Kiara yang berada di pelukan Dika.
Mama Nadin yang melihat Gio masih menangis dengan segera mengambil alih Gio dari gendongan Kiara dan segera membawa pergi dari kamar Kiara, mama Nadin terus berusaha menenangkan Gio yang menangis kencang karna kaget sambil bejalan menuju taman tempat ketiga Angel itu menunggu para orang tua bersiap.
"Oma, adik kenapa kok nangisnya kencang banget?" tanya Elo yang melihat kedatangan mama Nadin yang membawa Gio yang masih menangis.
"Adik kaget sayang, tadi lagi tidur di kagetkan, makanya jadi gini, nangis karna kurang tidur." ucap mama Nadin sambil menimang Gio yang mulai tenang karna usapan sang kakak di kepalanya.
Ya Elo memang paling menyayangi Gio dan juga paling dekat dengan Gio sehingga Gio bisa anteng seharian kalo sudah bersama sang Abang.
__ADS_1
"Oma, biar adik sama Abang aja ya." pinta Elo yang ingin menjaga adiknya dan rela meninggalkan gamenya demi menjaga sang adik.
"Ya udah, Abang pangku dulu ya, Oma ambilin kasur adik dulu biar adik bisa berbaring disini." ucap mama Nadin dan memberikan gio yang sudah tenang kepada Elo dan menaruhnya di pangkuan Elo dan setelah itu, mama Nadin pun masuk lagi kedalam rumah untuk mengambil kasur kecil untuk Gio, sekalian melihat ke adaan Kiara di dalam.
.
"Dik, mending kamu ajak Kiara ke ruang keluarga dulu, biar bisa tenang, dan masalah jendela, nanti biar di urus Rey agar mengecek cctv di halaman untuk mencari tau siapa yang sudah melakukan ini." ucap papa Juna dan Dika pun langsung membawa Kiara keluar dari kamar, dan setelah itu papa Juna langsung menghubungi Rey untuk mengurus masalah jendela.
Setelah selesai menelpon Rey, papa Juna pun lanjut menelpon keluarga Nina dan Risa untuk memundurkan beberapa jam acara pernikahannya karna ada masalah sedikit, tapi tidak memberi tahu yang sebenarnya agar di sana tidak panik saat keluarga papa Juna belum tiba padan yang sudah di tentukan sebelumnya.
.
.
__ADS_1
"Sayang, kami baik baik saja kan, mas akan mencari tau siapa yang sudah melakukan ini pada keluarga kita, kamu tidak perlu takut ada mas yang akan selalu menjaga kamu dan juga anak anak.
"Aku takut mas, aku takut nanti bakal melukai keluarga kita." ucap Kiara masih memeluk Dika erat.
"Mas anak anak mana?" tanya Kiara panik karna tak melihat ke empat anak anaknya.
"Mereka lagi di taman belakang sayang, tadi mama ajak Gio ke taman belakang untuk mencari Abang, kan Gio paling anteng kalo sudah sama Abang nya." ucap mama Nadin yang berjalan ke arahnya dan langsung menjawab pertanyaan Kiara.
"Mah, bisa minta tolong, suruh mereka semua kesini gak mah, Kiara pingin liat mereka semua mah." pinta Kiara pada mama Nadin.
"Ya sudah kalo begitu mama panggil mereka dulu ya, kamu gak usah khawatir lagi ya." ucap mama Nadin sambil mengelus kepala Kiara dan setelah itu pergi menuju taman belakang.
.
__ADS_1
.
Bersambung....