Menikah Lagi Karena Wasiat

Menikah Lagi Karena Wasiat
Kepanikan Dika.


__ADS_3

"Apa bener yang gue lakuin ini?, apa gue tega lihat penderitaan sahabat gue sendiri karna ulah gue?" tanya Edo dalam hati, Edo terus bengong memikirkan apa kah dia harus meneruskan rencananya atau menyudahinya dan merelakan cintanya sama sepupunya itu.


Dika yang melihat Edo bengong begitu berharap Edo mau menghentikan semuanya karna Dika tidak ingin kehilangan sahabat sekaligus sepupunya itu.


"Do Lo kenapa? Lo baik-baik saja kan?" tanya Dika.


"Ah, gue baik, Dik gue balik sekarang ya, soalnya gue masih ada janji habis ini." ucap Edo karna Edo ingin menghindari Dika dulu karna mau menenangkan hati dan pikirannya dulu.


"Ya udah kalo Lo ada janji, ya udah gue juga mau balik, mau jagain Kiara juga." ucap Dika dan keduanya pun bejalan meninggalkan cafe tersebut setelah Dika membayar minuman yang mereka minum tadi dan berpisah di depan cafe dengan tujuan yang berbeda.


.

__ADS_1


Edo kembali masuk dalam mobilnya, tapi dia belum menjalankan mobilnya, dia masih berpikir dan berperang dalam hati tentang apa yang dia lakuin ini sudah benar atau salah, jujur Edo sangat mencintai Kiara, Kiara adalah cinta pertama Edo, bahkan sampai sekarang Edo tak pernah bisa melupakan Kiara meski tak pernah bertemu belasan tahun, tapi cintanya untuk Kiara masih tetap subur dalam hatinya.


"Ahh...., Apa yang sudah gue lakuin ini, gue udah nyakitin orang yang sangat gue cintai, gue gak bisa lihat dai sama orang lain, tapi gue gak tega melihat dia sakit kaya gini karna ulah gue." teriak Dika dalam mobil mengeluarkan emosinya yang ia pendam sejak beberapa hari lalu.


.


Di rumah sakit, Dika berjalan dengan tergesa-gesa karna dia ingat Kiara tidak ada yang menjaga, pasalnya tadi saat dia datang dia tidak melihat siapa pun berada di depan ruangan Kiara, Dika pun mengira jika Diki tengah pergi membeli makan, karna ini sudah lewat dari waktu makan malam.


Dika dengan wajah penuh kekhawatiran berjalan dengan cepat, tapi pas sampai di depan ICU, Dika menghela nafas panjang sebelum membuka pintu dan masuk melihat ke adaan Kiara, tapi saat baru membuka pintu, Dika di kagetkan karna bukan istrinya yang ada di sana, melainkan orang lain.


Saat sudah berada di depan resepsionis dengan segera Dika bertanya menanyakan keberadaan istrinya mengapa di ruang ICU istrinya tidak ada disana.

__ADS_1


"Sus, suster, pasien yang berada di ruang ICU yang bernama Kiara Larasati kok tidak ada di ruangan, kemana istri saya sus, apa yang sudah terjadi?". tanya Dika panik.


"Mohon tenang tuan, kami periksa dulu datanya." ucap suster itu dan langsung mengecek data pasien yang berada di ruang ICU di laptopnya, dan setelah beberapa saat akhirnya suster itu pun menjelaskan dimana saat ini Kiara berada.


"Tuan, saat ini, pasien atas nama ibu Kiara sudah di pindahkan di ruang perawatan di lantai tiga ruang VVIP nomor delapan belas." ucap suster itu pada Dika.


Dika yang mendengar ucapan suster itu langsung saja mengucapkan terima kasih.


"Terima kasih suster." ucap Dika dan langsung pergi menuju ruangan Kiara, tapi saat di tengah jalan Dika berpikir kenapa Kiara sudah di pindahkan apakah Kiara sudah sadar? apa Kiara ingat sama dirinya atau melupakan dirinya? pertanyaan-pertanyaan itu menghantui pikirannya membuat kaki Dika melemas tapi juga penasaran.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2