
Seminggu setelah Kiara memberi tahu dimana di tinggal saat ini, Diah hari yang lalu Kiara dapat kabar dari mama Nadin kalo hari ini, mama Nadin akan datang kerumahnya, karna tadi mama Nadin sudah memberitahu kalo dirinya sudah sampai di bandara, dan akan langsung kerumah Kiara.
Setelah mendapat telpon dari mama Nadin, Kiara langsung bergegas bangun dan langsung mencuci muka nya karna Kiara akan pergi ke pasar untuk membeli bahan masakan untuk membuatkan makanan kesukaan mama Nadin serta membelikan jajanan pasar yang sangat mama Nadin sukai.
Setelah datang dari pasar, Kiara langsung memulai memasak di bantu pengasuh si kembar, bi Tini membantu Kiara memasak, bi nur membantu Kiara membersihkan rumah, dan bi Ningsih membantu Kiara mencuci pakaian, karna si kembar belum bangun jadi para pengasuh mengerjakan tugas mereka masing-masing, meski Kiara tak pernah menyuruhnya.
Setelah selesai memasak dan menghidangkan makanan di meja makan, Kiara pergi ke kamar dan membangunkan buah hatinya karna sebentar lagi mama Nadin akan sampai di rumahnya.
Dengan penuh kasih sayang Kiara membangunkan anak-anaknya dan memandikan mereka secara bergantian, karna kalo ketiganya di mandiin secara bersama mereka yang ada cuma main air dan akan susah kalo di suruh berhenti kalo salah satunya belum menangis.
Setelah selesai mendandani anak-anakbya, Kiara menyerahkan anaknya pada pengasuh masing-masing untuk di berikan sarapan, karna Kiara akan membersihkan diri agar Kiara bisa menyambut mama Nadin dengan ke adaan sudah bersih dan tidak bau masakan.
Setelah selesai membersihkan diri, Kiara keluar dari kamarnya dan menuju meja makan untuk menemui buah hatinya, namu pas Kiara sudah sampai di meja makan, disana tampak sepi tak ada seorang pun, Kiara pun langsung berjalan ke taman belakang rumahnya, karna anak-anaknya paling suka berada di taman rumahnya, karna tempatnya yang asri juga terdapat banyak bunga yang di hinggapi kupu-kupu yang mencari madu.
"sayang, udah habis makannya nak?" tanah Kiara pada ketiga anaknya.
"sudah Bun...!" jawab mereka kompak.
"Susunya habiskan ya nak, bunda ke depan dulu ya," ucap Kiara dan mencium pipi si kembar.
"Ya Bun,." jawab mereka lagi, karna mereka lagi asik melihat kupu-kupu yang berterbangan di atas bunga-bunga yang mekar.
Kiara pun masuk kedalam rumahnya, dan berjalan menuju dapur, karna Kiara berniat akan mengambil buah potong untuk menemaninya mendesain baju yang akan dia buat.
Setelah mendapatkan apa yang ia mau ambil di dapur, Kiara berjalan menuju ruang tamu dan langsung duduk di sana sambil tangannya memulai menggambar baju, baru juga Kiara menggoreskan pensil di buku gambar yang ia pegang, pintu rumahnya sudah terdengar ada yang mengetuk.
Kiara menaruh buku gambar yang ia pegang di meja depan tempatnya duduk dan berjalan menuju pintu dan membukakan pintu.
Kiara sudah menebak kalo yang datang itu mama Nadin, dan benar saja tebakan Kiara benar, yang datang adalah mama Nadin seorang diri berdiri di depan pintu rumahnya.
__ADS_1
"Mama...!" ucap Kiara dan langsung memeluk mama Nadin.
Mama Nadin yang mendapat sambutan pelukan dari Kiara, langsung membalas pelukan Kiara dengan erat, karna mama Nadin juga sangat merindukan menantunya itu yang sudah di anggap anaknya sendiri.
Setelah cukup lama berpelukan, Kiara melepaskan pelukannya, dan mengajak mama Nadin ke ruang tamu.
"Ma masuk yuk, kita ngobrol di ruang tamu saja, pasti mama sangat capek kan?" tanah Kiara
"Capek mama hilang setelah mama melihat putri mama baik-baik saja nak." ucap mama Nadin, dan di jawab senyuman oleh Kiara.
"Mama apa kabar? kok mama datangnya sendiri, papa gak ikut?" tanya Kiara.
"Gak sayang, kan mama langsung dari Belanda kesini biar gak di ketahui oleh Dika, lagian kan papa tinggal di Jakarta sama Dika jadi papa gak tau kalo mama pulang Ahri ini." jawab mama Nadin.
"Mama gak bilang pulang gitu mah?" tanya Kiara.
"Mama gak bilang kalo mama pulang hari ini, mama cuma bilang akan pulang, tapi tidak memberi tahu pastinya sayang, karna mama ingin langsung ketemu kamu dulu sama si kembar, iya si kembar mana? pasti sekarang dia sudah besar ya?" tanya mama Nadin.
"Gak usah sayang, biar mama saja yang kesana lihat si kembar main,." ucap mama Nadin.
Kiara pun mengajak mama Nadin ke taman belakang rumahnya, dan melihat si kembar lagi main kejar-kejaran sama pengasuhnya untuk mengejar kupu-kupu yang lagi berterbangan di atas kepala mereka.
Mama Nadin yang melihat itu sangat terharu, karna melihat keceriaan si kembar yang tumbuh sangat sehat, karna si kembar badannya agak gemuk dan putih, apa lagi pipinya kaya bakpao itu sangat persis seperti Dika waktu masih kecil, mama Nadin menangis haru menyaksikan kebahagiaan si kembar, dan mama Nadin pun langsung mem Vidio kan kegiatan si kembar itu, karna mama Nadin akan perlihatkan pada papa Juna kalo menantu dan cucu-cucunya keadaannya sangat baik dan sehat.
"Ma kok nangis?" tanya Kiara.
"Mama bahagia melihat keceriaan mereka, melihat wajah si kembar, mereka sangat mirip dengan Dika, mereka persis seperti Dika waktu masih kecil, Dika sama persis seperti mereka gemuk dan menggemaskan." ucap mama Nadin.
"Kita temui mereka yuk mah, biar mereka kenal dengan Oma nya." ajak Kiara.
__ADS_1
"Sayang, sini dulu nak, ada yang ingin bunda kenalin pada kalian." ucap Kiara memanggil anaknya.
Ketiganya langsung menghampiri Kiara saat mendengar suara bundanya ingin mengenakan seseorang pada mereka.
"Bunda...." ucap mereka bersamaan sambil berlari.
"Sayang jangan lari-lari, nanti jatuh kan sakit." ucap Kiara menangkap ketiga buah hatinya dalam pelukannya.
"Sayang, kenalin ini Oma, nenek kalian dari ayah, kenalan dulu sayang." pinta Kiara pada anaknya.
"Hay sayang, ke Alon ini Oma Nadin, ibunya yah kalian," ucap mama Nadin memperkenal kan diri pada si kembar.
"Salim sayang..." pinta Kiara pada anaknya.
Dan di kembar pun langsung Salim pada Oma, dan di balas pelukan hangat dari mama Nadin.
"Ada yang mau coklat gak?" tanya mama Nadin pada si kembar.
"Boleh bun?" tanya Abang Elo.
"Boleh sayang, kan Oma kalian yang mau ngasih coklat, bunda juga mau nih." ucap Kiara pada anak-anaknya.
"Mau Oma, mau...!" ucap ketiganya.
"Ini Oma punya banyak, jadi jangan berebutan ya sayang," ucap mama Nadin dan memberikan banyak coklat untuk si kembar yang ia bawa di dalam tasnya.
"Bilang apa sayang..?" tanya Kiara pada ketiga anaknya.
"Makasih Oma," ucap mereka berbarengan dan menghadiahkan kecupan di pipi mama Nadin.
__ADS_1
Mama Nadin yang mendapat kecupan dari si kembar langsung saja mama Nadin membalas dengan mencium pipi si kembar balik.
Bersambung.....