
Rianti yang mendengar tuduhan dan juga pertanyaan Dika hanya menjawab dengan senyuman, karna Kiara tau kalo suaminya itu tengah cemburu dan takut banget akan kehilangan dirinya.
"Mas, aku senyum sama dia karna aku bersyukur dia sudah sadar dengan apa yang seharusnya dia perjuangkan dan pertahankan dan apa yang harus dia lupakan dan juga ikhlaskan, tak ada sedikit pun niat aku untuk kembali padanya, justru aku meminta pada dia untuk mengikhlaskan aku dengan kamu mas, sudah tak ada lagi rasa yang tersisa untuk dia, dan juga seluruh hati aku sudah terisi dengan kehadiran kamu dan anak-anak, jadi sudah tak muat lagi untuk menyimpan nama dia dalam hati aku mas." jelas Kiara lembut sambil menatap dalam mata Dika dan menggenggam erat tangan Dika.
Dika yang mendengar penjelasan Kiara jadi sedikit lega, Dika percaya pada istrinya Kiara, tapi tidak dengan laki-laki itu, karna tadi Dika sempat melihat sorot mata laki-laki itu saat tersenyum pada Kiara saat mau keluar restoran, masih menyimpan perasaan yang dalam untuk istrinya itu, makanya dia sampe tega menuduh Kiara seperti tadi karna rasa takut akan kehilangan Kiara sangat besar dan dia tak mau lagi kehilangan Kiara untuk kedua kalinya, cukup sekali saja Kiara meninggalkan dirinya, dan itu sangat menyakitkan buat Dika.
"Benar apa yang kamu bilang itu sayang?" tanya Dika lagi.
"Benar mas, aku udah gak ada rasa apa pun sama dia, semua cinta dan sayang aku sudah semuanya buat kamu dan anak-anak mas, dan kamu, adalah satu-satunya laki-laki yang sangat aku cintai, dan aku juga gak mau berpisah dari kamu mas." ucap Kiara meyakinkan kegundahan hati Dika.
__ADS_1
"Makasih sayang, mas juga gak mau kehilangan kamu, cukup sekali kamu ninggalin mas, dan itu sangat menyakitkan buat mas, mas gak mau lagi merasakan hal yang sama, karna mas sangat mencintai kamu, sangat sangat mencintai kamu sayang." ucap Dika mengeluarkan isi hatinya.
"Iya mas, aku jiga sangat mencintai mas, jadi mas jangan ragu akan perasaan aku pada mu, karna cuma kamu satu-satunya laki-laki ayah dari anak-anak ku, dan gak mau yang lain." ucap Kiara dan langsung memeluk Dika erat.
Dika yang mendengar pernyataan Kiara jadi senang, dan Dika pun langsung membalas pelukan Kiara tak kalah erat.
.
Diki yang tau situasi saat ini hanya bisa pasrah di ajak mengikuti Nina, meskipun Diki jarang ketemu sama Kevin, tapi mereka sudah sangat dekat, karna baik Kevin dan Diki itu orangnya mudah bergaul, jadi tak sulit untuk mereka menyesuaikan diri satu sama lain.
__ADS_1
"Kak, kenapa gak kita samperin aja dia, terus ajakin nonton kan kakak jadi bisa lebih dekat dengan dia." ucap Diki pada Kevin.
"Entahlah, gue merasa gimana gitu mau dekat dengan dia, lagian gue juga gak kenal sama dia." ucap Kevin tapi matanya masih terus memperhatikan Nina dari jarak yang lumayan jauh.
"Makanya kenalan, gue yang ngenalin ya, gue udah kenal lama sama Nina, gimana kak?." saran Diki pada Kevin.
Setelah beberapa saat mempertimbangkan saran Diki, akhirnya Kevin pun mau ikut saran Diki, dan entah mengapa Kevin begitu tertarik pada sosok Nina yang Kevin tak tau bagaimana sifatnya, dan apakah Nina itu udah punya pasangan atau masih sendiri sama seperti yang Kiara bilang tadi siang.
.
__ADS_1
Bersambung....