Menikah Lagi Karena Wasiat

Menikah Lagi Karena Wasiat
Kaget Berjamaah...


__ADS_3

Setelah laki laki itu pergi, Kiara pun di papah Dika masuk ke rumah dan duduk di ruang keluarga. Untuk mama Nadin dan papa Juna lagi tidak ada di rumah, kalo sampe mama Nadin atau papa Juna tau apa yang terjadi saat ini mereka pasti akan sangat kecewa terhadap cucunya itu yang selama ini selalu menjadi kebanggan ya.


"Gi tolong ambilkan handphone ayah di kamar." titah Dika dan langsung saja Gio berjalan menuruti ucapan ayahnya karna tau saat ini kondisi rumah sedang genting.


Tak lama datang lah Gio membawakan handphone Dika dan langsung menyerahkan nya tanpa bertanya.


"Mas... apa yang terjadi pada anak kita mas..?" tanya Kiara terisak karna tak menyangka anaknya itu bisa sampe berbuat seperti itu.


"Sabar sayang, kita tanyakan pada putra kita apa yang terjadi dan papa yakin putra kita tidak salah." ucap Dika menenangkan Kiara dan sebenarnya ia pun juga tak tau apa yang terjadi pada putra itu.


Tut..... Tut..... Tut.....


"Halo yah..." Ucap Elio di sebrang sana.


"Lagi apa nak?" tanya Dika.


"Ini lagi ngobrol ngobrol yah sama semuanya. Ada apa yah tumben telpon malam malam, kangen ya.." ucap Elio meledek.


"Iya ayah kangen kamu, besok kamu pulang ya nanti di jemput helikopter ajak yang lain." ucap Diki lembut.


"Baik yah.." jawab Elio.

__ADS_1


"Ya udah ayah tutup dulu telponnya ya, salam sama yang lain, jangan begadang nak." ucap Dika tak memberitahu tujuan nya menyuruh pulang anak anaknya.


"Iya yah nanti kakak sampaikan salam juga buat bunda dan si bontot." ucap Elio dan setelah itu sambungan telpon pun berakhir.


"Mereka akan pulang besok sayang, besok kita tanyakan pada kakak apa yang terjadi dan siapa wanita itu." ucap Dika.


"Jangan terlalu di pikirkan kita hadapi masalah ini sama sama dan cari jalan keluar untuk masalah ini ok.!" lanjut Dika lagi dan membawa tubuh Kiara dalam pelukannya.


"Iya mas, aku hanya takut saja jika ucapan bapak tadi itu benar." ucap Kiara dalam pelukan hangat Dika.


.


Sesampainya di rumah ketiganya sudah di tunggu di rumah keluarga.


Kini semuanya duduk dalam diam saat melihat wajah tak bersahabat Dika, dan mereka semua tau bahwa ada sesuatu yang akan di sampaikan Dika dan itu sangat penting.


"Ada apa Dik, kenapa wajah kamu tegang begitu?" tanya mama Nadin yang tak sabar menunggu sedari tadi.


"Ada sesuatu yang mau Dika tanyakan pada kakak dan itu sangat penting mah." jawab Dika.


"Masalah kantor?" bukannya kantor baik baik saja ya?" tanya papa Juna ikut bersuara.

__ADS_1


"Bukan pah, ini lebih penting dari itu." jawab Dika menghela nafas panjang.


"Kak, ayah boleh tanya?" tanya Dika lembut.


"A... Apa yah.."jawab Elio gugup.


"Tolong jawab pertanyaan ayah dengan jujur, karna jawaban kamu sangat penting dan ini menyangkut nama baik keluarga kita." ucap Dika menatap putra keduanya lembut.


"Kamu punya pacar?" tanya Dika dan jawab anggukan oleh Elio.


"Apa kamu pernah melakukan hubungan yang di luar batas pada pacar kamu itu nak?" tanya Dika langsung.


"Maksud ayah?" tanya Elio gak ngerti.


"Kemarin ada seorang laki laki datang kesini marah marah, dia kesini mencari kamu untuk minta pertanggung jawaban kamu dan kami kamu tidak mau bertanggung jawab maka masalah ini akan di bawa ke pihak berwajib." ucap Dika seketika membuat yang lain kaget tapi tidak dengan Kiara yang sedari tadi menatap putranya dengan gugup menanti jawaban putranya bahwa itu tidak benar.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2