
"Apa..?" ucap mereka secara bersamaan karna saking kagetnya mendengar permintaan Kiara.
"Jangan gila kak, gue baru juga kenal sama Risa masih mau pendekatan dulu, mana bisa gue ajak dia tunangan gitu aja." ucap Diki menolak keinginan Kiara.
"Iya gue juga gitu, apa lagi gue baru ketemu Nina hari ini, mana mau dia ajak gue tunangan, yang ada dia ngejauhin gue." timpal Kevin yang juga menolak keinginan Kiara.
"Yang bener Kiara minta mereka tunangan Dik?" tanya mama Nadin.
"Benar ma, tadi juga aku sempat nolak keinginan Kiara itu, tapi belum juga aku selesai bicara, udah nangis duluan dia mah " ucap Dika.
"Ya udah gini aja, coba nanti biar mama aja yang ngomong sama Risa dan Nina, biar mama ngasih penjelasan agar mereka ngerti, atau paling tidak pura-pura bertunangan depan Kiara saja kalo mereka menolak untuk serius." ucap papa Juna memberi saran.
"Bener tu kata papa, nanti biar mama saja yang ngomong sama mereka berdua." ucap mama Nadin.
Setelah pembicaraan itu, Dika kembali lagi ke kamar untuk melihat Kiara, tapi saat lewat depan pintu ketiga buah hatinya, tak sengaja Dika mendengar tangisan putrinya yang sedang di bujuk sama kakak-kakaknya, langsung saja Dika masuk menghampiri buah hatinya itu.
"Ada apa ini? kenapa putri ayah nangis hem?" tanya Dika saat baru membuka pintu dan langsung berjalan menuju putrinya yang menangis duduk di pinggiran kasur dan sedang di bujuk sama kakak dan abangnya berjongkok di bawahnya.
Ketiganya hanya diam saja saat Dika bertanya, tak ada yang berani menjawab pertanyaan ayahnya.
"Kenapa tak ada yang mau menjawab pertanyaan ayah hem? Abang jawab pertanyaan ayah, kenapa adek nangis?" tanya Dika pada putra sulungnya.
"Itu, yah, adek nangis karna takut nanti ayah sama bunda gak sayang lagi sama kami karna ada adek bayi lagi." ucap Abang Elo.
__ADS_1
"Enggak sayang, ayah, bunda gak akan membeda-bedakan kalian, kalian itu anak-anak ayah sama bunda, harta kami, buah cinta bunda dan ayah.
Ayah sama bunda itu sayang banget sama kalian, gak mungkin ayah dan bunda gak akan sayang sama kalian meskipun ada adek bayi lagi, adanya adek bayi itu akan menambah rame rumah ini, apa kalian gak ingn punya adek lagi?" ucap Dika menjelaskan dan juga bertanya pada buah hatinya yang sedang sedih.
"Kami ingin ayah, tapi kami juga takut nanti ayah bunda tak sayang lagi pada kami." jawab kakak Elio.
"Tidak sayang, ayah bunda akan tetap menyayangi dan mencintai kalian sampai kapan pun, kalian itu anak-anak ayah bunda, jadi jangan pernah berpikir kalo ayah bunda bakal gak sayang lagi sama kalian karna adanya adek bayi ya, rapat kalian di hati ayah dan bunda itu punya tempat masing-masing, jadi jangan ragukan kasih sayang ayah bunda ya." ucap Dika sambil memeluk ketiga buah hatinya itu.
"Iya ayah." jawab ketiganya.
"Boleh ayah minta tolong pada kalian?" tanya Dika pada ketiga buah hatinya setelah melepaskan pelukannya.
"Apa ayah.." jawab ketiganya berbarengan.
"Baik ayah,." ucap ketiganya.
"Makasih ya sayang, udah mau bantuin ayah buat jagain Buda dan adek bayi, ayah tambah sayang sama anak-anak yang yang cantik dan ganteng ini." ucap Dika senang.
"Ayah, adek mau es krim." pinta si cantik dengan nada manja seperti biasanya.
"Ya udah ayok kita beli dulu, siapa yang mau ikut...?" tanya Dika sambil bangun dari duduknya.
"Aku ayah." ucap ketiganya lagi sambil bangun dari duduknya dan berlari keluar seperti biasanya kalo sudah mau di ajak belanja sama ayahnya pasti akan sangat semangat, karna Dika tak pernah melarang anaknya mau beli apa pun sesuka hatinya, karna Dika jarang bisa menemani anak-anaknya belakangan ini karna kerjaannya banyak dan juga sering pergi keluar kota bahkan keluar negri.
__ADS_1
"Kalian tunggu di teras dulu ya, ayah mau ke kamar dulu ambil dompet sama kunci mobil." ucap Dika pada dan di jawab anggukan sama ketiganya, dan Dika pun langsung menuju kamarnya untuk mengambil dompet dan kunci mobil.
Tapi saat baru membuka pintu kamar, Dika di kagetkan dengan Kiara yang tengah menangis , sambil memeluk lututnya duduk di lantai, dengan segera Dika berjalan ke arah Kiara dan langsung berjongkok depan Kiara sambil memegang pundak Kiara.
"Ada apa sayang? kenapa duduk disini sambil menangis hem?" tanya Dika sambil mengangkat wajah Kiara.
Kiara yang melihat Dika di depannya, langsung saja Kiara menghambur ke pelukan Dika, bahkan memeluk Dika sangat erat.
"Mas dari mana? tapi aku tidur dan bermimpi mas akan ninggalin Akau lagi kaya dulu." ucap Kiara di sela-sela tangisannya.
"Mas tadi habis bicara sama Diki dan kak Kevin tentang keinginan kamu, habis itu mas ke kamar anak-anak sebentar." ucap Dika menjelaskan dari mana dia tadi.
"Itu tidak akan terjadi sayang, mas tidak akan meninggalkan kamu, karna mas sangat mencintai kamu, kamu tau itu kan." ucap Dika lagi menjawab kegelisahan hati Kiara.
"Beneran mas gak akan tinggalin aku lagi?" tanya Kiara masih ragu.
"Dulu mas pergi karna mas tidak mencintai kamu, dan mas juga gak tau kamu lagi hamil, tapi kalo sekarang, mas sangat, sangat, dan sangat mencintai kamu, jangankan pergi ninggalin kamu, mas pergi untuk kerja keluar kota saja mas terpaksa ninggalin kamu demi masa depan kalian, mas rela menahan rindu saat berjauhan dari kalian, terutama kamu, mas Paling tidak bisa berjauhan sama kamu, makanya saat kita jauh, mas akan selalu menyempatkan waktu untuk menghubungi kamu, karna mas gak bisa sehari tanpa mendengar suara kamu sayang, jadi mas mohon jangan ragukan cinta mas sama kamu ya, karna cinta mas sama kamu itu sangat besar melebihi sayang mas pada diri sendiri." ucap Dika menjelaskan bahwa dia sangat mencintai Kiara dan tidak akan meninggalkan Kiara.
"Maafkan aku mas, karna sempat meragukan cinta kamu, aku cuma gak mau kamu ninggalin aku lagi kaya dulu, dulu aku kuat karna aku gak mikirin perasaan aku pada mu yang tidak besar, waktu itu aku hanya berpikir aku kuat tanpa kamu, tapi kalo sekarang, aku gak bisa tanpa kamu mas, aku sangat mencintai kamu, dan aku gak mau kamu ninggalin aku lagi kaya dulu." ucap Kiara mengeluarkan apa yang ia rasakan, sedikit trauma akan ditinggalkan Dika lagi seperti waktu hamil si kembar dulu.
.
Bersambung...
__ADS_1