Menikah Lagi Karena Wasiat

Menikah Lagi Karena Wasiat
Mulai Bergerak...


__ADS_3

Setelah hari itu, kini semua keluarga nampak lebih memilih sering makan di luar atau delivery order untuk lebih berhati hati dalam makan atau minum dirumah, bahkan ada beberapa dari pelayan rumah merasa heran kebiasaan para majikannya yang tidak seperti dulu yang selalu makan dan minum buatan sendiri ketimbang beli karna merasa makanan yang di masak dirumah lebih enak dan sehat, tapi semua itu sekarang bagai tak berlaku lagi buat majikannya, karna sudah lebih dari dua Minggu para pelayan hanya masak untuk di makan para pelayan saja di dapur belakang Kudus dapur pelayan, sedangkan di dapur majikannya sama sekali tak ada lagi kegiatan makan dan minum kecuali sarapan yang dan harus mama Nadin atau ibu Wati yang masak, dan tidak lagi melibatkan pelayan untuk membantu majikannya itu di dapur, dan hanya boleh ke dapur saat para majikannya sudah tidak ada di meja makan, sebuah peraturan yang baru yang di papa Juna setelah pulang dari makan malam waktu itu.


"Mas, kenapa akhir akhir ini aku merasa kaya ada yang mengawasi ya mas, kok aku merasa di balkon kamar kita kaya ada yang ngelihatin terus, aku sudah berusaha berfikiran positif tapi semakin hari aku semakin merasa ada yang terus ngawasin aku, bahkan beberapa kali aku melihat ada yang berbeda dari beberapa tanaman yang ada di balkon yang tempatnya berubah ubah." ucap Kiara pada Dika yang saat ini sedang berada di pelukan Dika dengan manja se habis melakukan ritual suami istri yang tak pernah lewat semalam pun, karna Dika tidak akan bisa tidur sebelum dia bisa bercocok tanam terlebih dahulu untuk merilekskan pikirannya.


Dika yang mendengar ucapan Kiara langsung saja menatap Kiara dengan tajam sambil membetulkan posisinya tapi di cegah sama Kiara, karna Kiara yakin saat ini mereka masih di awasi maka dari itu Kiara bicara agak berbisik.

__ADS_1


"Mas jangan bangun, tetap seperti ini, karna aku yakin saat ini mereka masih mengawasi kita, maka dari kita bicara pelan pelan saja dan santai seperti ini, agar tak menimbulkan kecurigaan." ucap kira sambil menarik Dika. agar kembali berbaring dan memeluk Kiara seperti tadi.


Dika pun menuruti ucapan Kiara dan langsung berbaring sambil memeluk tubuh polos Kiara dalam dekapannya sambil ikut berbisik menjawab pertanyaan Kiara.


"Sudah darai kapan kamu merasakan di awasi sayang?." tanya Kiara sambil membelai lembut kepala Kiara.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Kiara, otak Dika langsung berpikir untuk mengecek cctv karna mereka sudah bergerak sejauh ini masuk kedalam are rumahnya, Dika pun berniat bangun namun di urungkan saat dia melihat bayangan yang ada di balik gorden pintu pembatas kamar dan balkonnya, karna saat itu kamar dalam ke adaan gelap habis pertempuran suami istri itu, dengan segera Dika melepaskan Kiara dalam dekapannya, dan langsung menyambar pakaian yang tercecer di lantai dan dia pun meminta Kiara untuk melakukan hal yang sama dan berdiri di samping pintu kamarnya dengan membawa tongkat baseball sedangkan Dika langsung mengambil pistol yang sengaja dia taruh di laci samping tempat tidurnya untuk berjaga jaga.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2