Menikah Lagi Karena Wasiat

Menikah Lagi Karena Wasiat
Dadakan...


__ADS_3

Dika yang mendapat pertanyaan ini dari Kiara hanya diam, karna jujur saat ini Dika tidak ingin Kiara tau dulu tentang kondisi ibu Wati yang tengah menjalani operasi , karna Dika takut Kiara akan syok.


"Mas, kenapa diam? apa yang terjadi pada ibu mas?" tanya Kiara lagi.


"Sayang, dengerin mas ya, kondisi ibu saat ini sudah baik, bahkan lebih baik dari kamu sayang, tapi." ucap Dika menggantung.


"Tapi kenapa mas?" tanya Kiara penasaran.


"Saat ini ibu lagi melakukan operasi sayang, operasi pemasangan pen di pahanya dan pemakaian gips pada tangan ibu yang retak." ucap Dika memberi tahu tentang kondisi ibu Wati pada Kiara karna Dika tak tega melihat raut wajah Kiara yang penasaran dan juga ketakutan, takut terjadi sesuatu sama ibu Wati.


"Beneran cuma itu mas, gak ada yang parah kan mas?" tanya Kiara yang masih belum yakin.


"Iya sayang, bener, nanti kita Vidio call kak Kevin ya, kalo ibu sudah selesai operasi biar ku bisa lihat kondisi ibu, dan jangan minta untuk ketemu langsung dulu, karna kondisi kamu dan si kecil masih lemah sayang." ucap Dika seakan tau apa yang di maksud Kiara.

__ADS_1


"Tapi mas.." ucap Kiara terpotong saat jari Dika sudah berada di mulutnya menghentikan dia bicara.


" Sssstttt... Mas tidak menerima penolakan sayang, mas lakukan ini juga buat kebaikan kamu sayang, nanti kalo kondisi kamu sudah membaik, mas yang akan antarkan kamu ke ruangan ibu, mas ngerti apa yang kamu rasakan, tapi mas juga tidak ingin kamu kenapa kenapa hem!" ucap Dika lembut tapi tak bisa di bantah.


"Baik lah mas, tapi mas janji ya, akan antar aku kesana saat kondisi aku sudah membaik." ucap Kiara yang mengerti maksud larangan Dika untuk nya.


"Iya sayang, mas janji!, makanya kamu harus cepat sembuh, agar si kecil lebih kuat." ucap Dika sambil mengusap perut Kiara yang sudah mulai membuncit.


.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya makan yang di pesan Risa dan Diki pun tiba, dengan segera keduanya menyantap makan tersebut karna perutnya sudah keroncongan.


Dan setelah makan habis, Diki pun memesan pada pelayan dua es krim untuk menemani mereka ngobrol, karna Diki mau mengutarakan perasaannya pada Risa.

__ADS_1


"Sa, ada yang mau aku bicarakan sama kamu." ucap Diki sambil menatap bola mata Risa yang sangat Diki sukai.


"Mau bicara apa Ki?" tanya Risa lembut.


"Sa, aku bukan pria romantis yang bisa membuat hati kamu meleleh dengan ucapan manisnya, dan aku juga bukannya tak bisa menyiapkan dinner romantis untuk kita makan malam, tapi untuk saat ini keadaan yang tak memungkinkan, karna dua anggota keluarga aku lagi berada di rumah sakit, dan kamu tau itu. Tapi perasaan aku ke kamu tidak bisa lagi menunggu, karna jujur aku gak suka saat kita bersama dan kamu malah sibuk dengan handphone kamu dan bikin kamu tertawa, aku cemburu Sa, jadi, maukah kamu jadi pendamping hidupku selama ya?" tanya Dika mengutarakan apa yang ia rasa.


"Aku tidak meminta kamu jadi pacar aku, karna aku tidak mencari pacar, aku mau serius sama kamu, aku mau nikahin kamu saat suasana sudah seperti semula, dan maaf aku tidak membawa cincin untuk melamar kamu, karna nanti kita cari bersama untuk acara lamaran kita yang sebenarnya." ucap Dika lagi dan membuka kotak beludru berwarna merah yang isinya kalung.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2