
Dika melangkah menuju dapur dan saat sampai di dapur, Dika melihat mama Nadin sedang berbicara dengan bik Asih.
"Mah..." sapa Dika.
"Iya... mau ngambil minum?." tanya mama Nadin.
"Gak mah, mau masak buat Kiara, tadi dia mau masak, tapi aku larang, kasian lihatnya, apa lagi lihat perutnya yang besar itu buat aku gak tega mah." ucap Dika sendu.
"Itulah perjuangan seorang istri untuk bisa memberikan penerus buat suami!, makanya, kamu sayangin dia, dia selama ini berjuang sendiri untuk anak kamu, begitu sulit dia melewati hari-hari seorang diri tanpa adanya suami dan keluarga, meskipun ada Rey yang siap selalu untuk Kiara saat Kiara butuh bantuan, tapi jarang Kiara merepotkan Rey Karna bukan Rey yang pantas buat bertanggung jawab atas dirinya, hanya di saat Kiara tak bisa melakukan atau memenuhi ngidamnya saja dia minta tolong sama Rey untuk membelikan apa yang dia mau, yang seharusnya itu tugas kamu!." ucap mama Nadin lembut memberitahu seberapa besar perjuangan Kiara tanpa dirinya.
Dika yang mendengar penuturan mamanya hanya diam dan air matanya lolos begitu saja tanpa permisi melewati pipi mulus Dika.
"Tidak mudah menjadi Kiara di saat dirinya tengah hamil namun kehamilannya di tolak oleh suaminya sendiri, dan dia harus berjuang sendiri untuk mempertahankan anak yang ada dalam rahimnya tanpa ada orang tua ataupun mertuanya untuk menyemangati dirinya untuk bertahan.
Kalo mama yang berada di posisi Kiara pasti mama tidak mampu untuk menjalani seorang diri!, jaga Kiara dengan baik Dika, sudah banyak luka yang dia alami selama ini!, dia adalah wanita yang hebat! mama yakin dia akan menjadi istri yang baik dan juga jadi ibu yang hebat buat anak-anak kamu kelak!." Lanjut mama Nadin lagi.
"Mah, Dika nyesel udah ninggalin Kiara buat Natali mah, Dika laki-laki yang gak pantas buat Kiara yang sangat baik untuk Dika, Dika malu mah!." Ucap Dika dengar air mata yang mengalir deras dari matanya.
"Makanya buat dirimu pantas buat Kiara, jangan lagi kamu ulangi kesalahan yang sama, buat dia bahagia, karna kebahagian istri adalah surganya rumah, kalo kamu membuat istrimu sedih, kecewa, menangis, dan kamu sakiti, maka rumah yang kamu bangun akan menjadi neraka buat kamu! buat istri dan anak kamu bahagia maka rezeki pun akan mengalir dari penjuru arah, dan semua masalah harus kamu bicarakan sama dia, jangan ada yang kamu tutupi atau kamu sembunyikan, belajarlah jujur, terbuka pada pasangan, maka semua masalah yang kamu hadapi akan terasa ringan dan akan segera mendapatkan jalan keluar!." lanjut mama Nadin memberikan wejangan buat Dika.
__ADS_1
"Iya mah, Dika akan berubah, Dika akan buat diri Dika pantas bersanding dengan Kiara!." ucap Dika.
"Ya udah sekarang kamu kalo mau masak- masak gih, bentar lagi jam makan malam, kamu buatkan Kiara nasi goreng seafood aja, karna Kiara paling suka sama nasi goreng seafood!." Ucap mama Nadin.
"Lo,,,, kok sama makanan kesukaannya?." Tanya Dika.
"Lah kan Kiara hamil anak kamu Dik, ya jelas lah anaknya sama kesukaannya sama bapaknya, itu tu makanan yang Kiara minta saat dia mau makan masakan mamah." ucap mama Nadin sambil mengeluarkan bahan makanan buat bikin nasi goreng seafood buat Kiara yang akan di bikin Dika.
Karna mama Nadin tau kalo putranya itu tak bisa masak makanya mama Nadin membantu mengeluarkan apa saja yang dibutuhkan buat nasi goreng seafood buat Kiara agar Dika bisa bikin dengan benar dan tentunya enak seperti buatannya karna mama Nadin juga sudah menakar semua bumbu, jadi Dika tinggal mengeksekusi bahan yang sudah di siapkan mama Nadin.
Mama Nadin juga memberi tahu Dika untuk membuat nasi goreng lebih, karna Kiara tak cukup satu porsi kalo untuk nasi goreng seafood, Dika yang mendengar jadi senyum karna dirinya juga begitu dari sampai saat ini, kalo udah di buatin nasi goreng seafood sama mama Nadin pasti dia akan minta lagi minta lagi. Dan itu membuatnya semakin sangat yakin kalo anak yang Kiara kandung adalah seribu persen anaknya.
Kiara berjalan ke dapur dengan hati-hati dan juga pelan, karna Kiara kandungan Kiara sudah sangat besar mengingat dia mengandung kembar tiga juga sudah hamil tua membuatnya mudah capek, saat dia sudah berada sangat dekat dengan dapur tak sengaja dia melihat mama Nadin lagi mengajarkan Dika masak tapi Dika tak mau mamanya mengambil alih memasak, cukup beritahu caranya saja dan biar dia yang memasak, pemandangan itu sangat menyentuh hatinya, membuat dirinya begitu terharu menyaksikan perdebatan antara ibu dan anak itu.
Papa Juna yang melihat menantunya hanya berdiri di dekat dapur jadi penasaran dengan apa yang di lihat Kiara, papa Juna pun mendekati Kiara untuk mencari tahu ada apa, dan betapa bahagianya dia saat melihat istri dan anaknya lagi berdebat cara masak, papa Juna langsung merangkul pundak Kiara sambil tersenyum.
Kiara yang merasa ada yang merangkul pun langsung mendongakkan kepalanya menatap siapa yang telah merangkulnya, Kiara langsung tersenyum saat tau yang merangkulnya adalah papa Juna.
Papa Juna langsung mengajak Kiara berjalan mendekati ibu dan anak yang lagi berdebat itu.
__ADS_1
"Ada apa ini kok ribut?." tanya papa Juna menatap istri dan anaknya bergantian.
"Ini pah anak mu ini di kasih tau cara masak yang bener kok ngeyel!."saut mama Nadin.
"Bukannya aku ngeyel mah, mama cukup kasih tau aja, biar aku yang masak, kan aku pingin Kiara makan masakan aku mah." Saut Dika.
"Udah-udah!, sekarang mana masakannya? aku udah lapar banget mas, anak kamu udah demo dari tadi minta makan." tanya Kiara.
"Bentar sayang, bentar lagi matang! kamu tunggu di meja makan aja ya, duduk disana biar gak capek ok!." ucap Dika dan langsung menuntun Kiara membawanya duduk di kursi meja makan.
Papa Juna dan mama Nadin yang melihat perhatian Dika pada Kiara langsung tersenyum, mereka sangat bahagia melihat perhatian Dika pada istrinya itu, pasalnya mereka sangat merasa kasian dan iba pada Kiara.
Setelah mengantar Kiara ke meja makan, dengan segera Dika balik lagi ke dapur untuk melanjutkan masaknya dengan semangat karna Kiara sudah menunggu di meja makan.
Saat masakan Dika sudah selesai, dengan bangganya Dika membawanya ke hadapan Kiara dan langsung menyuruhnya untuk mencicipi nasi goreng seafood buatannya.
"Mas ini beneran kamu yang masak?."Tanya Kiara.
"Iya sayang mas yang masak, memang kenapa? gak enak ya?." tanya Dika dengan muka khawatir masakannya gak enak dan membuat Kiara gak berselera makan.
__ADS_1
Bersambung....