Menikah Lagi Karena Wasiat

Menikah Lagi Karena Wasiat
Bertemu Dito....


__ADS_3

Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit di temani istri tercinta, kini Dika sudah di perbolehkan pulang oleh dokter, dan siang ini Dika akan pulang ke rumah dia sudah sangat ingin bertemu dengan ke tiga anaknya, sebab selama dia berada di rumah sakit, ketiga anaknya itu tidak di kasih ikut kerumah sakit untuk bertemu dengan nya oleh mama Nadin.


Mama Nadin sengaja melarang ketiga cucunya untuk kerumah sakit bertemu Dika, karna mama Nadin ingin memberikan waktu untuk pasangan yang baru ketemu setelah lama terpisah, karna kalo sampai ketiga Angel itu bertemu dengan Kiara, maka mereka tak akan bisa di lepaskan dari pelukan Kiara.


"Mas udah siap?" tanya Kiara pada Dika.


"Sudah sayang, mas sudah kangen banget sama Angel." jawab Dika.


"Ya sudah yuk, Rey sudah di depan nunggu kita, " ucap Kiara dan langsung mengambil tas yang ada di sofa dan menggandeng tangan Dika untuk berjalan keluar.


Dika dan Kiara berjalan keluar dari rumah sakit dengan tangan Dika yang menggenggam erat tangan Kiara, di saat Kiara melewati sebuah kamar, Dito keluar dari kamar tersebut dan langsung melihat Kiara yang tengah tersenyum manis dengan tangan yang terpaut erat, diri yang melihat senyum Kiara untuk orang lain merasa hatinya bagaikan di remas, karna sampai saat ini Dito masih mencintai Kiara, meski rumah tangganya dengan istri pilihan ibunya itu kelihatan baik-baik saja, tapi jauh di dalam lubuk hatinya dia sangat tersiksa karna hidup dengan orang yang tak ia cintai dan melepaskan orang yang ia cintai demi mempertahankan namanya agar tak di hapus dari kartu keluarga.


Deg...


"Kiara..." ucap Dito lirih.


Langkah Kiara semakin dekat dan tanpa sengaja Kiara melihat Dito yang tengah melihatnya dengan mata tajam.

__ADS_1


Deg....


Seketika Kiara berhenti dan menatap Dito yang juga tengah menatapnya, Dika yang melihat Kiara berhenti pun langsung ikut berhenti dan juga mengikuti tatapan mata Kiara, dan Dika langsung melepaskan genggaman tangan Kiara dan langsung merangkul pundak Kiara posesif saat melihat tatapan mata Dito yang penuh kerinduan pada istrinya itu.


Dito yang melihat itu, hatinya bagaikan di remas tak kasat mata, sakit tapi tak berdarah, melihat Kiara di rangkul laki-laki lain, ingin rasanya Dito marah, tapi dia sadar kalo dirinya lah yang meninggalkan Kiara demi memilih keluarga dan menikah dengan wanita pilihan mamanya.


Cinta Dito sama Kiara masih sama seperti yang dulu, tak pernah berubah, bahkan lebih besar lagi, tapi dia tak punya keberanian untuk memperjuangkan cintanya dengan Kiara karna ancaman keluarganya sangat menakutkan untuk Dito.


Kiara yang melihat tatapan mata Dito masih sama seperti dulu lagi, masih sama saat mereka masih jadi suami istri dulu, tatapan penuh cinta dan kasih sayang, dengan segera Kiara memalingkan wajahnya ke wajah Dika yang dia lihat wajahnya sudah memerah menahan kesal, dengan segera Kiara menyentuh tangan Dika yang berada di pundaknya, dan tersenyum manis dengan tatapan penuh cinta pada suaminya itu, agar Dika tak salah paham dengan dirinya, mengira kalo dirinya masih ada rasa dengan Dito.


Dika yang merasa tangannya di sentuh Kiara langsung menatap Kiara, namun hatinya langsung adem saat melihat Kiara tersenyum dan menatapnya penuh cinta langsung saja marahnya meluap begitu saja, saat Dika melihat cinta yang begitu besar untuk dirinya di mata Kiara.


"Kiara,.." jawab Dito.


"Kiara duluan mas,." ucap Kiara dan langsung pergi dari hadapan Dito, tanpa menunggu jawaban Dito lagi, karna Kiara tidak mau lagi membuat Dika marah, dengan berlama-lama bicara sama Dito.


Kiara juga tak mau lagi ada urusan sama Dito, mengingat betapa sakitnya apa yang telah Dito lakukan dulu terhadapnya, meninggalkan dirinya sendiri tanpa kabar, dan menikah dengan perempuan pilihan orang tuanya, bahkan sampai detik ini Dito tak pernah mencarinya hanya untuk menanyakan kabar dirinya, Kiara sangat amat kecewa dengan Dito, begitu besar perjuangan mereka dulu, bahkan selama nikah pun orang tua Dito masih terus menggangu rumah tangganya, begitu banyak rintangan yang mereka lalui tapi dengan mudahnya Dito meninggalkan dirinya hanya demi agar dirinya tak di keluarkan dari kartu keluarga dan di coret dari pewaris tunggal kekayaan orang tuanya, padahal dulu mereka sudah bisa mandiri tanpa kekayaan dari orang tua Dito, meski pernikahan mereka tak direstui tapi mereka bahagia bisa bersama.

__ADS_1


Dito yang melihat sikap Kiara yang sudah berubah dengannya bahkan tatapan mata Kiara tak lagi memancarkan cinta untuknya merasa hatinya sakit, bahkan Dito bisa melihat dari tatapan mata Kiara begitu besar rasa kecewa yang di pendam untuk dirinya, berbeda dengan Kiara menatap laki-laki yang merangkulnya itu, Kiara menatapnya dengan penuh cinta, tatapan yang dulu selalu Dito rasakan saat Kiara menatapnya.


Kiara dan Dika terus berjalan keluar dari rumah sakit itu tanpa ada sepatah kata terucap dari mulut mereka, sampai saat mereka bertemu dengan Rey pun keduanya hanya berbicara seperlunya saja, karna baik dari Kiara dan Dika, masih sama diam dengan fikiran masing-masing.


Rey yang melihat keduanya hanya diam saja, merasa kalo mereka lagi ada masalah, dan Rey pun langsung membawa mereka ke taman dekat rumah sakit agar mereka bisa berbicara dari hati ke hati menyelesaikan masalahnya sebelum mereka pulang kerumah, agar mama Nadin dan papa Juna tak mengetahui kalo mereka lagi tengah dalam masalah.


Setelah sampai di taman, Rey langsung berbicara pada Kiara dan Dika tanpa menoleh ke belakang.


"Kalian bicara lah dulu sebelum pulang, selesaikan masalah kalian disini agar kalian tak pulang dengan ke adaan kaya begini, bicaralah dari hati ke hati, utarakan apa yang ada di fikiran kalian masing-masing, agar tak ada lagi ke salah pahaman seperti dulu.!" ucap Rey dan langsung keluar dari mobil dan mencari warung terdekat untuk mengisi perutnya yang lagi lapar sambil menunggu pasangan suami istri itu menyelesaikan masalah mereka.


Karna Rey tak ingin lagi Kiara dan Dika berpisah karna ke salah pahaman seperti dulu, Rey sangat kasihan terhadap Dika yang tiap hari merasa bersalah sama Kiara sehingga membuat dirinya bagaikan monster yang tak kenal lelah.


Setelah Rey pergi, Dika langsung menarik Kiara kedalam dekapannya dan memeluk Kiara erat, karna dia takut Kiara akan pergi meninggalkan dirinya lagi dengan memilih bersama dengan laki-laki tadi.


"Maaf..." ucap Kiara dalam pelukan Dika.


"Kenapa minta maaf? apa kamu merasa punya salah sama mas?" tanya Dika.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2