
Orang yang melihat sendu ke arah Kiara dan anak-anaknya adalah mama Nadin.
karna mama Nadin kasihan sama Kiara tapi juga bahagia melihat keluarga anaknya sekarang sudah kumpul kembali, apa lagi ada ketiga cucunya semakin membuat bahagia mama Nadin.
Ya, mama Nadin menatap sendu ke arah Kiara karna dia kasihan sama Kiara yang selama ini merawat anak-anaknya sendiri tanpa adanya Dika sebagai suami yang menemaninya dan membantu Kiara merawat anak-anaknya.
Mama Nadin sangat tau bagai mana repot dan susahnya merawat bayi, apa lagi Kiara merawat anak-anaknya sendiri tanpa ada suami, meskipun ada pengasuh si kembar, tapi peran suami sangat penting buat tumbuh kembang anak-anaknya, begitu juga dengan perasaan sang ibu sehingga dapat memperlancar keluarnya ASI.
Setelah cukup lama melihat apa yang di lakukan Kiara dan anak-anaknya, mama Nadin berjalan mendekat ke arah Kiara dan juga ketiga cucunya.
"Sayang lagi minum apa hem...?" tanya mama Nadin pada ketiga cucunya sambil mengelus Kapala sang cucu dengan sayang.
"Lagi minum ail Oma, haus tadi habis main sama kakak dan Abang Oma." ucap si cantik Lina.
"Oh gitu, habis minum langsung mandi ya, kan bentar lagi ayah datang." ucap mama Nadin.
__ADS_1
"Iya, tapi di mau di mandiin sama Oma." kata Lina dan di anggukin oleh kakak kakaknya.
Karna setiap ketiga Angel itu mandi sama Omanya, pasti mereka akan mandi dengan lama sambil main air dan di biarkan saja oleh sang Oma, berbeda dengan kalo Kiara yang memandikan mereka pasti hanya sebentar mereka di kasih main airnya. Maka dari itu ketiga cucunya lebih suka di mandiin mama Nadin, dan mama Nadin pun dengan senang hati memandikan mereka.
"Baiklah, tapi kalian harus janji main airnya cuma sebentar ya, biar nanti kalian gak sakit, ok..." ucap mama Nadin.
"Ok Oma ....!" jawab ketiganya berbarengan.
Setelah mama Nadin dan ketiga anaknya pergi mandi, Kiara kembali melanjutkan memasaknya karna sebentar lagi sang suami akan pulang kerja.
"Sayang... " ucap Dika dan langsung memeluk Kiara dari belakang.
"Kebiasaan deh..., selalu ngagetin kalo pulang kerja.." omel Kiara.
"Kan mas kangen sayang, seharian mas gak dapet peluk kamu, rasanya ada yang kurang yang mas rasakan..." ucap Dika makin mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
"mas ihh,,, gombal...!" ucap Kiara malu tapi pipinya bersemu merah, dengar ucapan Dika.
"Mas gak gombal sayang,,,! mas serius! mas kangen banget sama kamu tau...!" ucap Dika lagi.
Kiara langsung mematikan api kompornya dan berbalik badan menatap Dika. Tapi saat Kiara baru balik badan, dengan segera Dika memeluk erat Kiara, dan Kiara pun membalas pelukan sang suami karna sesungguhnya dia juga merasakan kangen sama suami manjanya itu.
Setelah beberapa saat mereka berpelukan, Kiara langsung melepaskan pelukannya, dan langsung menyuruh Dika untuk membersihkan diri dulu, dan Dika pun langsung menurut apa kata sang istri.
"Mas mandi dulu ya sekarang, aku mau lanjut masak dulu, bentar lagi kita makan malam bersama ya.!" ucap Kiara dan di jawab anggukan sama Dika, tapi sebelum Dika pergi kekamarnya, tak lupa Dika mengecup bibir Kiara sekilas, habis itu Dika langsung berlari ke kamarnya, agak tak dapat teriakan dari Kiara.
Kiara yang dapat serangan dadakan dari Dika hanya bisa tersenyum.
Waktu begitu cepat berlalu, tak kerasa Lima tahun berlalu, rumah tangga Kiara dan Dika terbilang sangat harmonis, karna Dika menepati janjinya tak pernah membuat Kiara sakit hati, Dika tak pernah sekali pun ninggalin Kiara meski hanya keluar kota, karna Dika akan membawa Kiara dan si kembar akan di titipkan pada sang mama Nadin, dan kini si kembar sudah masuk bangku sekolah, mereka sudah duduk di bangku kelas dua SD.
.
__ADS_1
.
bersambung.....