
Dengan segera Dika mengambil handphonenya dan menghubungi yang lain untuk memberi tahu apa yang terjadi saat ini dengan berbisik agar tidak di ketahuan, setelah itu Dika pun berjalan ke arah balkon dengan perlahan sambil membawa pistolnya itu setelah mendapat kabar kalo yang lain juga sudah berada di bawah dan juga berada di balkon kamar apung untuk ikut menyergap pelaku.
Tepat saat ingin memegang korden pintu balkon Dika mendengar jika orang itu berbicara dan ternyata hanya seorang perempuan, Dika yang sudah geram dengan semua ini langsung saja membuka pintu balkon dengan kasar sampe membuat orang itu kaget setelah setelah merasa kepergok.
"Siapa kamu?" tanya Dika dingin.
"Maaf tuan, saya hanya ingin mengirim pot pot disini tuan," jawab wanita itu dengan gemetar.
"Sejak kapan Kiara minta tanaman di balkon kamar kami di urusi orang lain?" tanya Dika lagi dan langsung berjalan mendekat dan itu membuat wanita itu mundur perlahan dengan getar.
"I .... Itu.... itu." jawab wanita itu gugup, dan dengan segera Dika menodongkan pistolnya itu ke kepalan wanita itu, dan seketika membuat wanita itu ketakutan melihat pistol Dika sudah bertengger cantik di dahinya.
"Ampun tuan, ampun..." ucap wanita dengan gemetar.
__ADS_1
Dika yang melihat wanita itu sudah getar dengan segera Dika memanggil Rey yang sudah berada di balkon samping kamarnya.
"Rey..." terik Dika dan seketika Rey langsung loncat dari balkon samping.
"Rey, Lo urus ni orang, nanti gue ke markas, sekarang gue mau lihat Kiara dulu." ucap Dika dingin dan berlalu begitu saja.
Rey pun langsung mengamankan wanita itu dan langsung membawa ke markas yang letaknya jauh dari rumah itu.
Rey yang melihat beberapa anak buahnya berada di depan gerbang langsung saja meminta sebagian ikut dengannya untuk membawa wanita itu dan sebagian menjaga rumah majikannya.
"Sayang..." panggil Dika dan seketika Kiara langsung berlari memeluk Dika dengan erat.
"Mas kamu gak apa apa kan? gak ada yang luka kan?" tanya Kiara masih dalam pelukan Dika karna Kiara sangat khawatir dengan keadaan Dika yang di kira akan ada perkelahian sebab Dika tadi sempat di lihat membawa pistol oleh Kiara.
__ADS_1
"Mas gak apa apa sayang, mas baik baik saja, oh ya, kamu dan mama tinggal dulu di rumah ya, mas akan keluar dulu sebentar mengurusi orang tadi yang sudah di bawa Rey." ucap Dika sambil menangkup wajah Kiara yang masih sangat jelas gurat ke khawatiran di matanya.
"Tapi mas..." ucap Kiara yang langsung di potong ucapannya sama Dika.
"Mas gak apa apa sayang, kamu jangan khawatir ya, lagian di rumah juga ada papa Juna dan juga ada pengawal yang akan menjaga kalian semua, mas janji gak akan lama perginya." ucap Dika meyakinkan Kiara bahwa dia akan baik baik saja.
"Yang aku khawatiran kamu mas, aku gak mau kamu kenapa kenapa." ucap Kiara dan lagi meluk Dika dengan lebih erat.
Dika yang melihat ke khawatiran Kiara terhadapnya, sangat tersentuh hatinya, dan ia juga sangat bersyukur memiliki istri yang tak pernah meninggalkannya meski dulu ia pernah berbuat kesalahan yang di bilang sangat sangat patal.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....