
"Mas jangan kaya gini, bangun yuk,,, aku gak bisa lihat mas kaya gini." Ucap Kiara lembut
Dika masih saja menunduk dan menangis menyesali semua yang pernah ia lakukan pada istrinya yang kini tengah hamil besar itu.
"Mas, yuk kita cari tempat duduk, aku gak kuat terus seperti ini." Ucap Kiara
Mendengar ucapan Kiara seperti itu membuat Dika sadar kalo istrinya kini tengah hamil besar dan tak boleh kecapean.
Dika pun mengangkat wajahnya dan langsung menatap wajah Kiara yang tersenyum manis untuk nya, dengan segera Dika bangun dan langsung membantu Kiara untuk berdiri,
Setelah itu Dika langsung membawa Kiara berjalan ke parkiran dengan hati-hati menuntunnya, karna Dika tak ingin terjadi sesuatu pada Kiara dan juga anak yang Kiara kandung.
Setelah sampai di parkiran Dika langsung membukakan pintu samping kemudi, yang artinya Kiara duduk di samping Dika.
__ADS_1
"Mas kita mau kemana?" Tanya Kiara
"Kita pergi ke taman ya, mas ingin menghabiskan waktu sama kamu," Jawab Dika tersenyum,
Selama perjalanan tak ada satu pun kata keluar dari mulut pasangan suami istri tersebut, sampai akhirnya mobil Dika terparkir rapi di parkiran taman kota yang saat itu lumayan sepi karna Dika dan Kiara datang pada siang hari.
Dika menggandeng tangan Kiara berjalan menyusuri taman untuk mencari kursi kosong,
Sepanjang perjalanan Kiara mencoba mengontrol detak jantungnya yang sudah tak beraturan dari awal Kiara bertemu dengan Dika di mall tadi,
mencari kursi kosong yang jaraknya yang lumayan jauh dari tempat parkir.
Dika langsung berlutut di depan Kiara dan menggenggam tanganKiara karna Dika berniat akan memulai semua dari awal lagi pernikahannya dengan Kiara,
__ADS_1
"Mas kamu ngapain? bangun mas malu tau...!" Ucap Kiara
"Kiara, aku tau selama ini aku sudah jahat banget sama kamu, aku meninggalkan kamu tanpa memberimu kepastian dan kabar dari aku, dan dengan teganya aku menyuruh kamu untuk menggugurkan anak kita, maaf,,,, saat itu aku masih tak percaya kalo anak yang kamu kandung itu anak aku, maaf kan aku Kiara,,," Ucap Dika yang menundukkan kepalanya karna tak berani melihat wajah Kiara.
"Mas,," Ucap Kiara yang sudah di potong perkataannya sama Dika,
"Aku tau kamu pasti marah dan kecewa sama aku, bahkan kamu benci sama aku, aku terima Kiara karna aku pantas mendapatkan itu dari kamu, aku gak pantas mendapatkan maaf dari kamu karna apa yang sudah aku lakukan dan aku ucapkan sama kamu itu sungguh sudah di luar batas dan tak pantas di sebut seorang suami." Lanjut Dika lagi dan menangis menyesali semua perbuatannya.
Dika memang sudah berniat akan jujur dan meminta maaf sama keluarganya terutama Kiara, karna Kiara adalah orang yang paling Dika sakiti selama ini,
Satu tahun membangun rumah tangga dengan Kiara tak sekali pun Dika pernah membahagiakan Kiara, justru rasa sakit yang terus Dika kasih pada Kiara, bahkan disaat dia tau kalo Kiara tengah hamil anaknya pun dengan teganya dia pergi meninggalkan Kiara dan mencari Natali yang saat itu menjadi kekasihnya,
Tapi seiring berjalannya waktu perasaan Dika pada Kiara mulai tumbuh, bahkan sering Dia merasa kangen dan tersiksa karna terus berperang dengan hatinya yang selalu ingin berada di dekat Kiara, tapi egonya lebih besar sehingga Dika memilih tetap bersama Natali meski dia sering kali merasa risih jika Natali bersikap manja terhadapnya.
__ADS_1
Bersambung.....