Menikah Lagi Karena Wasiat

Menikah Lagi Karena Wasiat
Saran Rey...


__ADS_3

"Ini enak banget mas, persis seperti apa yang aku bayangkan." Ucap Kiara dengan mulut penuh.


Dika yang penasaran rasa masakannya langsung mengambil sendok dan mencicipi nasi goreng buatannya itu.


Saat nasi goreng itu masuk ke mulutnya dengan segera ia berlari ke tempat cuci piring untuk mencuci mulutnya yang terasa seperti terbakar.


Dika kembali ke meja makan lagi dan langsung mengambil nasi goreng yang lagi Kiara makan itu.


"Jangan dimakan yang,, ini tu terlalu pedas dan asin, nanti kamu sakit perut!." Ucap Dika dan berniat akan membuang makanan itu, namun langkahnya terhenti saat dia baru berbalik badan dan mendengar rengekan Kiara dan dengan muka berkaca-kaca yang siap menangis sebentar lagi.


"Maaassss....., makanan akuuuuuu......!" Rengek Kiara dengan wajah sudah berkaca-kaca dan air mata yang siap meluncur di pipi tembem Kiara.


"Udah Dik biarin aja Kiara makan nasi goreng pedas itu, karna dari Kiara ngidam memang sangat menyukai makanan pedas, apa kamu gak ingat kejadian saat kita ke Surabaya waktu itu, waktu Riski minta rujak pedas dan asin yang di beri nama rujak aneh sama Riski?." Tanya Rey saut Rey yang baru saja datang dan mengingatkan Dika pada kejadian dimana dia menolak kehadiran anaknya saat dia tau Kiara tengah hamil empat bulan waktu itu.


Dan perkataan Rey kembali lagi membuat rasa bersalah Dika pada Kiara tambah dalam, bahkan kebiasaan dan ngidam Kiara saja dia tak tau apapa? justru orang lain yang lebih tau dan mengenal Kiara lebih dari dirinya, masih pantaskah dia bersanding dengan perempuan yang sudah dia sia-siakan beberapa waktu, dan masih pantaskah dia disebut calon ayah jika saat anaknya menginginkan sesuatu saja dia tak mendampingi istrinya untuk memenuhi ngidam sang istri?.


Dika kembali menyerahkan piring yang berisi nasi goreng buatannya itu pada Kiara dan menatap Kiara penuh penyesalan.


Dika yang sudah gak tahan dengan segala rasa yang berkecamuk dalam dadanya itu membuat dia tak bisa bernafas dan langsung pergi dari meja makan menuju ruang kerjanya.


Semua yang berada di meja makan kaget dengan kepergian Dika dari meja makan tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada mereka.

__ADS_1


Kiara yang melihat suaminya itu pergi berniat menyusulnya dan meminta maaf pada Dika karna tak mendengar perkataanya yang melarang dirinya makan nasi goreng, baru saja Kiara berdiri sudah di tahan tangannya sama mama Nadin dan bertanya.


"Kamu mau kemana? habiskan dulu nasi goreng buatan suami mu itu!." Tanya mama Nadin.


"Kiara mau susul mas Dika mah, pasti mas Dika marah karna Kiara gak dengerin omongannya mas Dika." Ucap Kiara sedih.


"Biar aku aja yang samperin dia, kamu lanjut aja makan nya di temani om dan tente ya, dan habiskan nasi gorengnya, itu masakan pertama Dika seumur hidupnya tau! jadi kamu jangan buat dia tambah sedih dengan tidak menghabiskan masakan yang sudah dia buat dengan susah payah ya!." Ucap Rey dan langsung berjalan meninggalkan meja makan dan disusul papa Juna yang ikut menyusul Dika di ruang kerjanya.


Saat sampai di ruang kerja, Dika langsung bengong dekat jendela memandang ke arah luar kamar yang terdapat kebun sayur punya mama Nadin.


Tanpa sadar buliran bening keluar begitu saja dari pelupuk mata Dika saat dia mengigat betapa sakitnya Kiara saat dia melarikan ke rumah sakit waktu dia menindih tubuh Kiara karna belum mengetahui kalo Kiara tengah hamil anaknya, penyesalan Dika semakin dalam saat dia menyuruh Kiara untuk menggugurkan kandungannya demi Natali yang hanya menginginkan hartanya saja,


Dika baru sadar saat tepukan di pundaknya menyadarkannya dan dia langsung menghapus air mata yang lolos begitu saja tanpa permisi melewati pipinya itu.


Dika pun menghapus air matanya dan berbalik badan saat dia mendengar suara Rey yang berada di balik badannya.


"Lo baik-baik saja kan?." Tanya Rey.


Dika bukannya menjawab malah melewati Rey begitu saja dan duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya.


Dika hanya diam dan menundukkan kepalanya tak bersuara sama sekali.

__ADS_1


"Dik Lo kenapa? Lo baik-baik aja kan.?" Tanya Rey lagi.


"Gue nyesel dengan apa yang pernah gue lakuin dulu, dan betapa gak pantasnya gue sama Kiara, bahkan makanan kesukaannya dia saat ngidam anak gue aja gue gak tau, sekarang justru gue ngelarang dia makan makanan yang dia pengen." Ungkap Dika pada Rey, karna cuma sama Rey dia sering cerita dan cuma Rey yang paling mengerti dia.


"Yang lalu biarlah berlalu, sekarang tugas Lo adalah menjaga mereka agar istri dan anak Lo sehat dan buat mereka bahagia, karna kalo Lo terus kaya gini, yang ada Kiara kepikiran terus sama sikap Lo yang kaya tadi yang pergi begitu saja, dan itu membuat Kiara khawatir Lo marah sama dia karna gak dengerin larangan Lo! Lo gak mau kan kalo Kiara kenapa-kenapa?." Tanya Rey.


"Gue gak pingin dia kenapa-kenapa Rey, gue sayang banget sama dia." ucap Dika.


"Ya sudah sekarang Lo jangan kaya gini lagi, menyesal memang perlu, tapi jangan sampai karna penyesalan, Lo membuat dia khawatir dengan sikap Lo yang berubah, lebih baik lo ganti waktu yang udah Lo buang dengan membuat dia bahagia, karna sebentar lagi dia akan melahirkan jadi pasti bakal sibuk dengan baby nya, selama masih ada waktu buat Lo berdua sebelum ada si kecil mending Lo ajak dia jalan-jalan atau liburan, kan itu bisa membuat hubungan Lo sama Kiara yang masih baru ini jadi tambah dekat." Ucap Rey memberi saran pada Dika.


Dika mendengar ucapan Rey membuat dia berfikir membenarkan ucapan Rey kalo sebentar lagi Kiara melahirkan pasti bakalan sibuk dengan baby mereka, dan Dika pun langsung pergi dari ruang kerjanya menuju kamarnya untuk mencari Kiara tanpa pamit pada Rey yang melongo dengan kepergian Dika begitu saja setelah mendengar saran darinya.


Dika mencari Kiara ke kamarnya namun tak menemukan Kiara disana, dan dia pun berniat kembali ke dapur siapa tau Kiara masih disana, namun langkahnya terhenti saat dia melihat Kiara yang baru masuk ke kamarnya dengan membawa nampan berisi makanan, air putih juga susu.


"Mas.. duduk sini, makan dulu! tadi kan mas belum makan malam, ini aku bawain mas makan." Ucap Kiara, dan Dika pun langsung berjalan ke sofa tempa Kiara duduk saat ini.


"Mas makan ya,, nih.." ucap Kiara dan menyerahkan piring yang berisi makanan untuk Dika.


Dika langsung mengambil makanan itu, dan langsung menyendok makanan itu, bukan langsung dia makan makanan yang dia sendok itu, melainkan dia menyuruh Kiara membuka mulutnya dan Kiara pun menurut saja, karna Kiara merasa senang mendapatkan perhatian dari Dika.


Mereka makan dalam satu piring dan dengan sendok yang sama juga, sampai akhirnya makanan yang di bawa Kiara habis tak tersisa.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2