Menikah Lagi Karena Wasiat

Menikah Lagi Karena Wasiat
Firasat Buruk...


__ADS_3

Seminggu sudah Dika dan Kiara hidup bersama, banyak hal yang Kiara rasakan dari perubahan sikap Dika, Rasa sayang dan perhatian Dika yang overprotektif membuat Kiara sangat bahagia, Dika sampai gak mau pergi kekantor kalo bukan Kiara yang membujuknya, pasalnya Dika selalu bilang kalo dia mau jadi suami yang siaga mengingat usia kandungan Kiara yang sudah mendekati HPL.


Dika sangat ingin menjadi orang pertama yang tau kalo Kiara mau melahirkan, Dika sangat antusias menantikan kelahiran anaknya.


Saat ini Dika sedang berada di ruang meeting dengan agenda rapat tahunan pemegang saham, entah kenapa perasaan Dika tak tenang selalu gelisah dari dia baru memasuki ruang rapat itu, pikirannya selalu terbayang wajah Kiara, Kiara, dan Kiara.


Perasaan Dika bener-bener tak tenang, sampai meeting selesai pun Dika tak menyimak dengan benar apa yang di bahas dalam meeting kali ini, dan untungnya Rey bisa mengerti situasi saat ini sehingga Rey mengambil alih jalannya meeting.


Saat meeting baru saja selesai, dan para pemegang saham belum beranjak dari duduknya karna masih mengobrol dengan yang lain handphone Dika berbunyi, Dika dengan segera mengambil handphone nya yang dia simpan di saku jas nya, baru saja Dika menggeser tombol hijau matanya langsung melotot dan langsung panik saat mendengar nada suara Kiara yang menahan sakit di sebrang sana.


Kiara📞 : "Mas.... Tolong aku.... Sakit mas..." Ucap Kiara menahan sakit.


Dika📞: "Kamu kenapa sayang...?" Tanya Dika khawatir.


Kiara📞: "Mas aku jatuh di kamar mandi, tolong aku mas, sa,,,,,kiiittt...." Ucap Kiara


Dika📞: "Sabar sayang, sekarang mas pulang,, kamu tahan sebentar ya." Ucap Dika dan langsung keluar dari ruang rapat sambil berlari dengan raut wajah khawatir,


Dan itu membuat semua yang ada di situ menatap dengan heran apa yang membuat Dika sampai berlari dengan wajah panik, tapi tidak dengan Rey Karna dia tadi sempat mendengar kalo Dika menyebut sayang dan pasti ada sesuatu yang menimpa Kiara sehingga membuat Dika sangat panik seperti itu.


Dengan tidak sabaran Dika melakukan kendaraannya dengan kecepatan penuh sehingga dia bisa dengan cepat bisa sampai di rumah dan langsung berlari ke kamarnya menuju kamar mandi.


Saat membuka pintu kamar mandi Dika langsung kaget mendapati Kiara duduk dengan banyak darah di selangkangannya, hampir tak sadarkan diri, dengan cepat Dika mengangkat tubuh Kiara dan langsung membawanya ke mobil,


Untung saja Kiara selalu membawa handphone nya kemana pun karna Dika sangat overprotektif sama Kiara sehingga dia menyuruh Kiara kemana pun harus membawa handphone nya karna kalo Kiara tak mengangkat panggilan telpon dari Dika dua kali saja dengan segera Dika akan pulang kerumah dengan raut wajah khawatir bahkan sampai meninggalkan rapat penting demi Kiara, dan itu yang membuat Kiara selalu membawa handphone nya kemana pun termasuk kamar mandi karna Kiara tak ingin kejadian itu terulang lagi.

__ADS_1


"Mas sakit mas.... "ucap Kiara menggenggam tangan Dika.


Dika yang mendengar dan merasa Kiara menggenggam erat sebelah tangannya jadi semakin khawatir, tapi Dika berusaha cepat membawa mobilnya meskipun dia tetep hati-hati karna dia gak tega melihat Kiara kesakitan seperti itu.


Saat sudah sampai di rumah sakit dengan segera Dika mengendong Kiara masuk kedalam rumah sakit karna sudah di tunggu oleh dokter kandungan Kiara yang tadi Dika sempat telpon saat baru keluar dari rumah.


Kiara langsung di bawa ke UGD dan Dika duduk di depannya dengan wajah sangat khawatir, sudah satu jam Dika menunggu namun pintu UGD belum juga terbuka.


Dika baru teringat kalo dirinya belum menghubungi orang tuanya dan juga Rey agar menghandle pekerjaannya.


Mama Nadin dan papa Juna yang mendengar kalo Kiara berada di rumah sakit langsung segera menyusul ke rumah sakit karna tadi mama Nadin dan papa Juna pergi keluar untuk membeli tempat tidur untuk bayi-bayi Kiara nanti.


Saat sampai di rumah sakit papa Juna dan mama Nadin langsung berjalan ke UGD dan langsung melihat Dika yang tengah duduk menunduk di kursi tunggu depan pintu UGD itu.


" Nak... Apa yang terjadi.?" Tanya mama Nadin.


"Mah Dika takut mah..." Ucap Dika lagi dengan berderai air mata sambil memeluk mama Nadin.


"Kamu berdoa saja, semoga Kiara dan anak kamu baik-baik saja di dalam." Ucap papa Juna menenangkan Dika yang lagi kalut.


Ceklek...


Pintu UGD terbuka dan nampaklah Dokter Angga keluar dan langsung mencari Dika.


"Suami ibu Kiara yang mana ya nyonya.?" Tanya Dokter Anggi.

__ADS_1


"Saya suami Kiara Dok." Saut Dika.


"Begini tuan, ibu Kiara harus segera di operasi karna pendarahan yang di alami ibu Kiara membuat ke adaannya melemah, dan juga sangat berbahaya buat bayinya, jadi saya minta persetujuan anda untuk melakukan operasi, dan tuan silakan tanda tangani surat persetujuan ini, karna waktunya tidak banyak tuan." Ucap Dokter Anggi.


Perkataan dokter Anggi sontak membuat Dika terkejut dan terpukul, Dika benar-benar takut akan terjadi sesuatu sama Kiara dan bayinya, begitu juga dengan mama Nadin dan papa Juna yang juga kaget saat mendengar perkataan Dokter Anggi barusan.


"Lakukan yang terbaik untuk anak dan istri saya Dok!." Ucap Dika, dengan tangan bergetar Dika menandatangani surat persetujuan yang di berikan Dokter Anggi,


Setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga, Kiara pun langsung di bawa ke ruang operasi dengan ke adaan yang sudah tak sadarkan diri.


Setelah Kiara sudah berada di ruang operasi Dika hanya bisa menundukkan kepalanya menangis dalam diam karna merasa gagal menjaga Kiara dan anaknya sampai anaknya harus lahir sebelum waktunya.


Baru setengah jam Kiara berada di ruang operasi Dokter Anggi kembali keluar, Dokter Anggi mendekati Dika dan berkata.


"Maaf tuan kondisi ibu Kiara sangat buruk, saya harus menyampaikan ini, siapa yang harus saya selamatkan ibu apa anaknya?." Tanya Dokter Anggi.


"Apa maksud Dokter?." Tanya Dika


"Ke adaan ibu Kiara sangat kritis kami akan berusaha untuk menyelamatkan mereka, tapi kalo misalnya kami tak bisa menyelamatkan mereka siapa yang harus saya selamatkan tuan, ibu atau anaknya?." Tanya Dokter Anggi lagi.


Dika memejamkan matanya sebelum menjawab siapa yang akan dia selamatkan, Karan sangat sulit buat Dika untuk memilih antara istri dan anaknya, karna mereka sangat berarti dalam hidup Dika, dan Dika sangat mencintai dan juga menyayangi mereka.


Bersambung....


*Maaf ya author lagi gak enak badan jadi up nya lama, harap maklum ya,,

__ADS_1


oh...? author mau nanya nih,, menurut kalian novel author itu gimana? pasti ceritanya gak menarik ya,,, makanya yang like dikit dan gak ada yang komen... maaf ya author penulis baru, jadi baru belajar ... maaf ya kalo ceritanya kurang menarik.... 😭😭😭*


__ADS_2