Menikah Lagi Karena Wasiat

Menikah Lagi Karena Wasiat
Kegelisahan Kiara...


__ADS_3

Kiara mengajak mama Nadin untuk sarapan karna Kiara yakin kalo mama Nadin belum sarapan mengingat mama Nadin sudah sampai di rumahnya jam tujuh pagi.


"Ma kita sarapan dulu yuk, pasti mama belum sarapan kan? Kiara udah masakin makanan kesukaan mamah." ajak Kiara pada mama Nadin.


"Kamu bener banget sayang, mama memang belum sarapan, karna mama ingin makan masakan kamu, mama kangen makan masakan kamu nak." ucap mama Nadin.


Kiara yang mendengar jawaban mama Nadin langsung saja Kiara beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah dapur di ikuti mama Nadin dari belakang.


Mereka berdua sarapan dengan bercerita tentang pertumbuhan si kembar yang begitu aktif dan sehat.


Setelah selesai sarapan, Kiara menyuruh mama Nadin untuk istirahat dulu, karna Kiara yakin mama Nadin pasti capek habis melakukan perjalanan jauh, dan mama Nadin pun menurut saja dengan saran Kiara, dan langsung di antar ke kamar tamu untuk mama Nadin istirahat.


Siang hari mama Nadin dan Kiara masak bersama, satu kebahagian yang mama Nadin rasakan saat dia memasak bareng dengan Kiara, dia rindu memasak bareng dengan menantu cantiknya ini, mereka memasak dengan bersabda gurau, hingga tak terasa makanan yang mereka masak sudah tersaji di meja makan, Kiara langsung memanggil pengasuh si kembar di kamar si kembar, karna jam segini mereka biasa menidurkan si kembar, dan setelah itu mereka makan dengan hikmat.


stelah selesai makan siang, Kiara mengajak mama Nadin ngobrol di taman belakang rumahnya, di sana Kiara mulai menanyakan tentang Dika, karna, di lubuk hati Kiara paling dalam dia sangat merindukan Dika, cinta Kiara sama Dika masih sama seperti dulu, apa lagi ketiga anaknya sangat mirip Dika banget.


"Mah, gimana kabar mas Dika mah? apa dia baik-baik saja?" tanya Kiara tanpa menatap mama Nadin.


Mama Nadin yang mendengar pertanyaan Kiara tentang Dika jadi kaget, karna mama Nadin tak menyangka Kiara akan menanyakan kabar anaknya yang kurang ajar itu.

__ADS_1


Tapi ini juga kesempatan yang bagus buat mama Nadin menceritakan tentang Dika agar Kiara bisa memaafkan kesalahan anaknya, karna sudah tiga tahun Kiara menghukum Dika dengan pergi tanpa kabar dan tidak bisa di temukan.


"Keadaan fisiknya baik, tapi ke adaan hati dan jiwanya yang tidak baik nak," ucap mama Nadin.


"Apa yang terjadi dengan mas Dika mah?" tanya Kiara lagi


"Semenjak kamu pergi dari rumah, Dika jadi berubah, dia sekarang jadi jarang bicara, sikapnya jadi dingin dan tak pernah senyum lagi, tiga bulan dia tak pernah pergi ke kantor, dia hanya sibuk mencari kamu, sampai suatu hari perusahaan yang ia pegang hampir bangkrut, dan dari situ dia mulai lagi ke kantor meski pencarian kamu sampai sekarang masih berlanjut dan belum menemukan hasil,


Dia jadi gampang marah, tak pernah merawat dirinya, juga tatapan matanya itu sangat menakutkan, mamah saja sampai ngeri lihat tatapan matanya saat dia bicara, dan setiap malam mama selalu melihat dia menangis memeluk foto kamu dan si kembar, bahkan sampai di peluk di bawa tidur, tubuhnya kini jauh lebih kurus ketimbang dulu, dia jarang makan, kalo makan juga paling cuma beberapa suap saja, habis itu dia akan masuk keruang kerjanya." ucap mama Nadin menceritakan tentang Dika.


"Jujur mama sangat sedih melihat ke adaan Dika saat ini, tapi ini memang hukuman yang setimpal buat dia karna sudah terlalu jahat sama kamu dan si kembar, mama cuma bisa berharap semoga kamu bisa memaafkannya suatu hari nanti, karna bagai mana pun dia masih sui dan ayah si kembar." ucap mama Nadin lagi.


"Mah, apa Kiara sudah sangat keterlaluan ya sama mas Dika? " tanya Kiara.


"Mama rasa gak, karna dia memang pantas untuk dapat hukuman agar dia bisa menghargai istrinya, agar kedepannya dia akan berfikir seribu kali lipat sebelum dia mengulangi kesalahan yang sama nak." ucap mama Nadin.


"Nak apa kamu masih mencintai anak mama?" tanya mama Nadin.


Kiara diam tak menjawab, karna bagai mana pun dia masih mencintai suami nya itu, apa lagi dia juga adalah ayah kandung dari ketiga buah hatinya, tapi dia kecewa atas perilaku dan sikap Dika sama Kiara, dan sekarang Kiara bingung harus jawab apa.

__ADS_1


"Coba deh kamu tanyakan pada hati kecil kamu, masihkah ada nama Dika di sana? kalo masih cobalah kamu memaafkannya, karna bagaimana pun anak-anak kamu butuh sosok ayahnya nak, apa kamu gak kasihan pada anak-anak kamu yang tumbuh tanpa sosok ayah di sampingnya? kesampingkan ego kamu demi kebahagiaan anak-anak kamu! tiga tahun bukan waktu yang sebentar untuk orang yang menjalani hukuman dengan rasa bersalah yang sangat besar sayang, apa lagi kamu pergi membawa hati dan juga cintanya, kamu dan anak-anak kalian adalah hidup Dika sayang." ucap mama Nadin yang mencoba menasehati Kiara, karna mama Nadin cukup kasihan dengan Dika dan juga cucu-cucunya yang belum mengenal ayahnya.


Kiara masih diam mencerna semua yang mama Nadin ucapkan. Karna Kiara juga sempat memikirkan itu


"Coba kamu pikirkan dulu, fikiran baik-baik, agar kedepannya kamu tak menyesal sama seperti Dika, dan mama harap kamu bisa kembali lagi sama Dika karna anak-anak kalian butuh keluarga yang utuh untuk pertumbuhannya." ucap mama Nadin lagi.


.


Seminggu setelah kedatangan Mama Nadin, Kiara selalu saja memikirkan ucapan mama Nadin yang, semua ucapan mama Nadin berputar-putar di otak Kiara, dan yang paling membuat Kiara gak bisa tenang adalah tentang sikap Dika yang berubah karna dirinya.


Kiara berfikir apakah nanti setelah dirinya memutuskan untuk kembali sikap Dika akan kembali atau masih sama seperti sekarang? ya Kiara memang sudah berniat akan kembali sama Dika dan mengesampingkan egonya demi anak-anaknya.


Pagi ini entah kenapa perasaan Kiara tidak tenang dan gelisah, dari bangun tidur fikiran Kiara sudah tertuju pada Dika, entah kenapa perasaan Kiara jadi gelisah dan khawatir dengan keadaan Dika yang entah dimana.


Sedangkan di Jakarta, Dika merasa badannya dari kemarin tak enak, dia merasa pagi ini kepalanya sedikit pusing dan badannya juga agak anget, tapi dia harus pergi ke kantor pagi ini, karna ada rapat pemegang saham yang sudah menjadi agenda tahunan di perusahaannya.


Baru saja Dika keluar dari mobil dan di ikuti Rey dari belakang, dan baru saja melewati meja resepsionis, Rey yang kebetulan mendapat telpon dari mama Nadin sontak menghentikan langkahnya dan berbalik badan untuk menerima telpon itu, tapi baru saja Rey hendak menjawab panggilan telpon dari mama Nadin, Rey dikejutkan dengan jeritan para karyawan yang kebetulan ada di sana.


Sontak saja Rey langsung berbalik badan, dan betapa terkejutnya Rey melihat apa yang ada di depan matanya itu.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2